Memaparkan catatan dengan label solat. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label solat. Papar semua catatan

Sabtu, 14 Januari 2012

Hakikat Sholat dan Mi'raj



Shalat adalah istilah yang di dalamnya para pemula menemukan keseluruhan jalan menuju Tuhan, dari awal sampai akhir, dan yang didalamnya maqam-maqam mereka ditimpakan.

Jadi, para pemula, penyucian menggantikan tobat, dan keberuntungan pada pembimbing rohani menggantikan penentuan kiblat, dan berdiri dalam Shalat menggantikan perjuangan melawan hawa nafsu (mujahadat) Dan membaca Al’Quran menggantikan zikir, dan ruku, menggantikan kerendahan hati, bersujud menggantikan pengenalan diri, dan mengucap syahadat menggantikan keakraban, dan salam menggantikan pengunduran diri dari dunia dan bebas dari belenggu maqam.

Karena itu, ketika Rasulullah kehilangan semua perasaan gembira (musyarib) dalam kekacauan yang memuncak, beliau biasa mengatakan :

“Wahai Bilal, senangkanlah kami dengan Azan”

Sebagian beranggapan bahwa shalat adalah sarana untuk memperoleh “kehadiran” bersama Tuhan, dan yang lain menganggapnya sebagai sarana untuk memperoleh “ketidakhadiran”. Sebagian orang yang telah berada dalam “ketikhadiran” menjadi “hadir” dalam shalat, sementara yang lain berada dalam “kehadiran” menjadi “tidak hadir”.

Demikian pula, di akhirat nanti dimana Tuhan terlihat, sebagian yang tidak hadir, ketika mereka melihat Tuhan, akan menjadi “hadir”, dan sebaliknya.

Aku Ali bin Utsman, menyatakan bahwa shalat adalah suatu perintah Illahi dan bukan sarana untuk memperoleh baik “kehadiran” maupun “ke tidak hadiran”, karena perintah tuhan bukanlah sarana untuk mencapai sesuatu.

Tatapi, karena ia harus dilakukan oleh semua orang, apakah “hadir” ataupun “tidak hadir “, shalat adalah berdaulat esensinya dan kemandiriannya.

Shalat harus dilakukan dengan keteguhan hati (Istiqamat) sehingga badan-badan kita terbiasa dengan Ibadah, dan orang-orang Istiqomah juga melakukan banyak shalat sebagai rasa syukur atas nikmat yang Allah limpahkan kepada mereka.

Sehingga malalui shalat-shalat itu mereka menjadi satu, dan ketika sudah tidak dalam keadaan shalat dengan demikian mereka menjadi terpisah.

Yang pertama, orang-orang yang bersatu dalam shalat-shalat mereka, melakukan shalat wajib siang dan malam, dan juga melakukan shalat-shalat sunnah, tetapi yang ke dua, orang-orang yang terpisah, melaksanakan shalat tidak lebih dari pada yang mereka butuhkan.

Rasululloh bersabda :
“dalam shalat terletak kegembiraanku”

karena shalat adalah sumber kebahagiaan begi orang yang Istiqomah.

Ketika Rasululloh dibawa mendekat kepada Tuhan pada malam Mi’raj, dan jiwanya terlepas dari rantai-rantai wujud, dan Ruhnya kehilangan kesadaran akan semua derajat dan maqam, dan kekuatan alamiahnya sirna, beliau mengatakan, bukan kerena kehendaknya sendiri, tapi diilhami oleh kerinduan

“Wahai Tuhan, janganlah bawa aku ke dunia penderitaan sana !! Jangan campakan aku di bawah kuasa tabiat alamiah dan hawa nafsu”.

Tuhan menjawab :

“Inilah keputusan-Ku bahwa engkau harus kembali ke dunia untuk menegakkan hukum Agama (syari’at) supaya Aku bisa memberimu di situ apa yang Aku telah berikan kepadamu di sini”.

Ketika kembali ke dunia ini,
beliau biasa mengatakan keadaan saat beliau merasakan kerinduan kapada maqam yang tinggi itu

wahai Bilal, senangkanlah kami dengan Azan !!

Maka baginya setiap kali shalat merupakan Mi’raj dan kedekatan baru kepada Tuhan

Dan Rasul bersabda :
“ Aku mendengar jibril mengatakan bahwa Allah berfirman :

“ Barang siapa menghina wali-wali-Ku, maka ia menyatakan perang kepada-Ku.
Aku tidak ragu-ragu dalam apapun, namun Aku segan mencabut jiwa hamba-Ku yang beriman yang membenci kematian dan yang kepadanya Aku tidak suka menyiksa, tetapi ia tidak bisa terlepas darinya. Dan tidak ada cara bagi hamba-Ku dalam mencari ridho-Ku yang lebih menyenangkan bagi-Ku dari pada pelaksanaan kewajiban-kewajiban yang aku letakan padanya. Dan hamba-hamba-Ku yang terus menerus mencari ridho-Ku dengan amal-amal sunnah hingga Aku mencintainya, dan bila mana Aku mencintainya, Aku menjadi pendengarannya, penglihatannya, tangannya, dan penolongnya.

Dan Rasul juga bersabda :
“Tuhan suka menjumpai orang-orang yang suka menjumpai-Nya, dan tidak suka menjumpai orang-orang yang tidak suka menjumpai-Nya”,

dan lagi

“Apabila Tuhan mencintai seseorang, Dia mengatakan kepada Jibril
“Wahai Jibril, Aku mencintai si fulan, maka begitu pula engkau hendaknya.

Kemudian Jibril mencintainya dan mengatakan kepada para penghuni langit, Tuhan mencintai si fulan, dan mereka juga mencintainya. Kemudian Dia melimpahkan kepadanya ridho-Nya di bumi, sebagai dia dicintai, begitu pun hal itu terjadi pada benci”.

nota
Di copy dr blog lupa link beliau


MENGADAP RAJA SEGALA RAJA

Sudah menjadi kebiasaan kalau rakyat mengadap raja,
raja memanggilnya lebih dahulu mengadapnya.
Sejak dipanggil, belum pun mengadapnya,
orang yang dipanggil berbagai-bagai perasaan
Rasa cemas, takut , bimbang, risau, fikiran tidak menentu dibuatnya.
Kalau tidak beradab tentulah dimarahnya,
kalau tidak pandai mengadap alangkah malunya.

Semakin dekat hari hendak mengadap raja dia semakin cemas,
semakin bimbang, semakin risau apa hendak dibuat serba tidak kena.
Mengapa perasaan itu begitu rupa?
Kerana kita tahu hendak bertemu raja, raja itu siapa?

Dia berkuasa dan boleh memarahi kita, boleh meghukum,
boleh juga memuji dan redha dengan kita.
Tapi takut dengan raja lebih mengatasi dari segala-galanya.
Itu baru raja dunia, sejenis kita, sama-sama lemah macam kita.
Sama-sama dicipta oleh Tuhan kita.

Cuma dia raja, berkuasa boleh menghukum kita,
datang bimbang dan takut dengannya.
Kalau hendak mengadap Tuhan macam mana sepatutnya?
Tuhan adalah Raja segala Raja
Raja dunia Akhirat, raja jenis manusia pun Dia cipta.

Hamba mengadap Tuhan, juga Tuhan memanggil hamba-Nya
lebih dahulu sebelum mengadap-Nya.
Tuhan memanggil melalui azan dan iqamah untuk
memberi pengetahuan dan pengisytiharan mengadap-Nya.
Bahkan sebelum diseru setiap hamba sudah tahu sebelum mangadap,
mestilah diseru terlebih dahulu.

Kalau benar-benarlah kita kenal siapa Tuhan,
kenal kebesaran-Nya, kehebatan-Nya, kemahasucian-Nya,
keagungan-Nya, berkuasa-Nya, penglihatan-Nya,pendengaran-Nya,
pengetahuan-Nya kehendak-Nya, hukuman-Nya, redha-Nya,
kasih sayang-Nya dan lain-lain lagi sifat-sifat-Nya,
sebelum diseru kita sepatutnya sudah tidak menentu perasaan.

Setelah diseru melalui azan dan iqamah
sepatutnya semakin takut dan cemas perasaan.
Semakin dekat hendak bersembahyang semakin bimbang sebenarnya.
Sepatut begitulah kalau kita benar-benar kenal Tuhan.
Tapi biasanya tidak begitu, kita tidak terasa apa-apa,
macam hendak jumpa kawan sahaja.

Kerana itulah tidak hairan kebanyakan orang
bersembahyang sekalipun imam dan ulama
tidak memberi kesan kepada jiwa, pada peribadi dan kehidupan.

Umat Islam hari ini tidak memberi kekuatan
apa-apa hasil dari sembahyang, sama ada di segi mental mahupun jiwa.
Sembahyang umat Islam hari ini tidak mencegah kemungkaran
terutama kemungkaran batin seperti sombong, riyak, ujub, megah,
pemarah, dengki, dendam, tamak, bakhil, tidak ada rasa bersama,
tidak ada tolak ansur, fikir diri sendiri.

Mengapa terjadi begitu?
Kerana tidak cukup kenal Tuhan,
kenal Tuhan yang asasnya sahaja.
Sembahyang pun hanya sekadar tahu syarat, rukun, sah, batal sahaja.
Padahal sembahyang adalah ilmu yang global,
sembahyang adalah lautan ilmu
.
Dalam sembahyang terhimpun ilmu aqidah, syariat dan tasawuf.
Falsafah sembahyang terlalu tinggi, ilmu yang tersirat,
bersifat maknawi dan rohani.
Ilmu sembahyang yang lebih mendalam tidak pernah diajari.
Bahkan para ulama pun sudah tidak tahu dan tidak mengerti.
Itulah yang menjadi masalah hari ini.

Allahyarham Ust. hj Ashaari Muhammad
Petikan dari Buku Tusnami

Mikraj Solat : MENGADAP RAJA SEGALA RAJA




Bagaimanakah sembahyang mampu menyelesaikan segala masalah dengan melahirkan manusia-manusia yang sangat takut dengan Tuhan serta cinta kepadaNya..?


Sholat AWAL WAKTU

Sholat di awal waktu sangat dituntut. Untuk menjadikan sholat itu sampai ke tahap membina peribadi agung, syarat-syarat batin mestilah dipenuhi, bermula dengan sholat di awal waktu. Langkah-langkah ini termasuk dalam usul fiqh yang bermaksud

“ Tidak sempurna sesuatu yang wajib melainkan jalan-jalan ke arah kesempurnaannya juga wajib”

Walaupun syarat batin ini tidak diwajibkan secara hukum yang qat’i namun ianya perlu untuk mencapai kesempurnaan khusyuk. Sholat di awal waktu ini sungguh sulit dilakukan, jadi terpaksalah bermujahadah menanggung kesusahan nafsu yang lazim melambat-lambatkan solat. Hadir di tempat solat lebih awal sebelum masuk waktu kira-kira 10 minit., sudah sedia berwudhu’. Datang awal melambangkan sifat seorang hamba, iaitu datang sebelum dipanggil

Duduk penuh tawadhuk.Koreksi, muhasabah diri dengan mengutuk, mencerca diri.Hinakan diri dihadapan Allah SWT. Anggap kita ini lemah, dungu, bodoh, dhaif, lalai, leka, biadap, kurang ajar dsb dan menanggung bergunung-gunung dosa di bahu kita, sebanyak butiran pasir di padang pasir, selalu derhaka sama ada disedari atau tidak.

Mengeluh dan merintihlah terhadap Allah SWT mengenai nasib diri kita di kubur – alam barzakh, padang mahsyar, sirat….Rasakanlah bahawa tiada siapa yang dapat membantu dan menyelamatkan kita kecuali Allah jua. Rasakan saat kematian sangat hampir.

Rasailah pula betapa hebatnya Allah SWT itu yang Maha Agung, Maha Hebat, Maha Besar… Rasailah bahawa diri ini benar-benar di dalam genggaman Allah SWT….

Hadirnya hati lebih awal sebelum sembahyang akan memberi kesan di dalam solat. Ini akan lebih berkesan bila dilakukan secara istiqamah. Solat akan jadi sopan, lemah lembut tidak tergesa-gesa atau mahu cepat selesai.


Solat yg bakal dilayari itu sangat AGUNG.

Jika AKAL manusia dapat MENGUASAI MAKLUMAT2 dan data2 yang dipersiapkan oleh Tuhan ini dlm solat, maka manusia layak menjadi KHALIFAH Allah dimuka bumi ini dan MENGUASAI bangsa2 lain.

Sembahyang yang dikurniakan kepada Rasulullah SAW di Sidratul Muntaha semasa Mikraj itu umpama pengulangan peristiwa itu kepada para mukmin. Sembahyang sebenarnya satu ‘mikraj menuju Allah’ untuk para mukmin mempersiapkan diri menjadi insan2 yang berTAQWA. Pemerintahan diri bermula dari AKAL. Segala INPUT maklumat set2 bacaan dalam AZAN, IQAMAT,dan SEMBAHYANG haruslah difahami oleh akal yang cerdik.

Diulangi, ia dimulai dengan azan dan iqamat yang mengandungi maklumat2 penting….
yg paling utama ialah keMaha Besaran Tuhan..

“Allah Maha Besar 2x”
“Aku bersaksi bahawa Tiada Tuhan melainkan Allah…. “

Setiap hari 5x sehari Allah memanggil manusia secara formal via azan, dengan mesej supaya kita bersandar sepenuhnya pada Tuhan, supaya kita menghayati bahawa hanya satu2nya sunnah Rasulullah SAW yg patut kita ikut dan menjadikan beliau idola…

Hati yg mendengar azan harus menghayati bahawa itulah suara panggilan dari pihak sang Pengcipta , hati yg HIDUP akan bisa menangis mendengar pujukan Allah yg begitu syahdu sekali…

Lalu laungan azan itu kita balas umpama menyahut Cinta Agung dariNya..Allah SWT memanggil dan memperingatkan AKAL para insan yg mudah lupa supaya kita mendekati Nya kerana pada masa yg sama ada NAFSU yg mengajak kita menjauhiNya.

Sembahyang itu hakikatnya menumbuhkan dan menyuburkan rasa cinta kepada Tuhan
betapa yg kita mohon dikabulkannya, yg kita tidak minta pun dikurniakanNya.

Seruan azan yang mendayu-dayu lima kali sehari seringkali
dipandang ringan oleh kita yang sering lalai...
Marilah kita sama-sama menghayati roh azan..


AZAN

Azan adalah bujukan keramat Tuhan
agar seluruh insan kesayangan
datang bertemu denganNya
Sungguh...rayuan Allah SWT memperlihatkan
betapa inginnya, rindunya
dan sayangnya Tuhan kepada hamba-hambaNya
Bahasa panggilan yang digunakanNya itu,
belum pernah sesiapa pun menggunakan
bagi memujuk atau merayu dan memanggil kita
Cara Tuhan itu sungguh agungnya,
sama seperti agungnya CintaNya...pada kita


agaimana kalau seseorang memujuk kpd kita begini

" Wahai saudara ketahuilah bahawa saya mempunyai segala-galanya yang kamu perlukan dalam hidup ini.dan saya pun sgt bersedia..membantu anda apa shj dan bila2 masa

Katakanlah saudara bhw kamu rela menerima saya utk melayanimu dan biarlah tdk ada selain saya. Saya akan hantar wakil utk melakukannya bilamana kamu menyetujui

Marilah saudara , marilah inilah kemenangan dan kebahagiaanmu saya amat sanggup melakukannya dgn tdk mengharap apa 2 balasan pun.

Hebat sekali Cintan kasihnya bkn ?
Dan Dia ialah hanya dan hanya Tuhan


APA ITU SEMBAHYANG?

Ia simbol kerinduan, kecintaan, kemaha baikan, tanggungjawab dan belas kasihan Tuhan kepada para insan Muslim ciptaanNya

Ia ialah pertemuan, perbincangan, pengaduan, harapan dan jaminan Tuhan kepada hamba-hambaNya.

Ia satu projek agung antara hamba dengan TUHAN EMPUNYA ALAM
Dari situ manusia akan mendapat kekayaan paling asasi iaitu… sifat TAQWA
Inilah harta HATI yg termahal, tidak senilai dengan kekayaan seluruh isi bumi dan langit…

Tapi bagaimankah sembahyang dapat melakukannya ?

mari kita mengembara dlm sembahyang , melintasi 4 zon utamanya dalam setiap zon punya kesan tersendiri dlm kehidupan

Yang himpunan keseluruhannya ialah kemenangan besar yg diperlukan oleh setiap insan

Zon 1 : TAKBIRATUL IKHRAM




kemudian maklumat2 ini diulangi dalam TAKBIRATUL IHRAM.

Allah Maha Besar….!

Ini adalah satu rukun sembahyang. Akal sudah mengambil maklumat bahawa Allah itu Maha Besar…..

Mampukah akal menerima dan menjiwai takbiratul ihram yang singkat ini jika sebelum sembahyang pun diri masih belum bersedia menghayatinya ?

Jika semasa ini nafsu masih biadap dengan Allah SWT, maka ia akan terus leka lantas mempengaruhi Ruh yang akan terus dilalaikan


BAGAIMANA menggambarkan kebesaran Allah itu ?

Himpunkanlah keseluruhan kebesaran sifat2 Allah,
seluruh kebesaran ciptaan-ciptaanNya
seluruh kebesaran kerja-kerja Allah

Proseslah maklumat ini awal2 lagi paling lambatpun sekurang2nya semasa bertafakur, semasa azan, iqamat..dan hayatinya semasa takbiratul ihram.

Proseslah KERAJAAN DIRI Hinakan kerajaan diri ini..sehingga dalam HATI ini tiada yang lain..kecuali kebesaran Allah!

Kalimah 'Allahu Akbar" setiap sholat dibaca 17 kali, jumlah dibaca sehari semalam sebanyak 99 kali..


Rasailah & hayatilah kalimah ini..

" Aku datang kepadaMu wahai Tuhan...
Datang bersama segala nikmatMu dan segala dosa-dosaku yang kupikul di pundakku.. Engkau Maha besarnya dan aku pula teramat kerdilnya... Nikmatmu terlalu banyak hingga tidak sanggup aku syukuri...Dosa2ku pula
memungkinkan segala azabMu...


ALLAHU AKBAR...

" Wahai yang Maha Besar, terhimpun di dalam kalimah ini
segala sifat-sifatMu yang Maha Agung...
WujudMu luar biasa
SediaMu tiada permulaan
KekalMu tidak akan mati-mati
BersalahanMu dengan segala yang baru, tiada penyerupaan
BerdirinyaMu sendiri tanpa perlu apa-apa
EsaMu tidak boleh dibelah bahagi
KuasaMu tidak oleh tenaga
BerkehendakMu bukan boleh difikir-fikir
IlmuMu membuatkan tiada sebesar debu pun terlindung
HidupNya Mu bukan oleh nafas
Mendengarnya Engkau Tuhan, serentak kepada seluruh ciptaan
Melihatnya Dikau juga serentak, tiada terlindung sekelip mata pun
BerkataMu itu bukan oleh suara, bukan berlidah, bukah berhuruf
sentiasa dalam keadaan berkata-kata dengan sifat yang amat Besar dan Tinggi
sejak azali lagi

Wahai Tuhanku Yang Maha Agung... Zatmu tidak dapat dibayangkan
Hati jadi lemah, aqal jadi bingung.. tidak mampu..tidak mampu..
Kebesaran dan KekuasaanMU membuatku rebah menyerah...


ALLAHU AKBAR!

Doa Iftitah – [ringkas]
Dimulai dengan ‘Allahu akbar kabiro…..’ dan seterusnya..maka maklumat harus diserapkan ke AKAL akan maksud ayat2 ini.

Himpunkan lagi kebesaran2 Allah yg sudah dijiwai di sanubari di waktu pagi hingga petang.


…..’Hanifanm musliman’..

Ini kata2 yang diajar oleh Allah SWT tetapi manusia haruslah mengusahakan agar ini menjadi ikrar kepada Allah SWT. Apakah maksud *hanif*?
Hanif ini adalah orang yang *sangat lurus hatinya* dengan Allah.

Contohnya Nabi Ibrahim as, beliau rela masuk kedalam api, rela menyembelih anaknya, itu semua dilakukannya dengan lurus, tulus..
beliau menilai semua itu sudah sepatutnya beliau melakukannya.


….Innassolati, wanusuki, wamahyaya, wamamati, lillahirabbil alamiin…

AKAL menerima bahawa ini adalah sumpah setia diri kepada Allah ..agar HATI berperasaan HIDUP MATI kita adalah untuk Tuhan.Jika akal tidak faham maka maklumat ini tidak dapat mempengaruhi hati.

Bagaimana untuk menghayati sifat HANIF itu?
Jawabannya ada dalam Al Fatihah.

Zon 2 : ALFATIHAH



Maklumat2 yg tersirat di dalam Al Fatihah itu cukup untuk roh ini MENGENAL Allah. Betapa agung dan besarnya roh surah ini hingga menjadi rukun dalam tiap rakaat..

Dalam bacaan Fatihah, berulang2 kali ‘pihak’ Allah disebut secara langsung lafaz asma’nya atau tidak langsung.

Perhatikan CAPS dalam surah ini….

Dgn nama 1]ALLAH yang Maha PENGASIH 2] [RAHMAN]
lagi Maha PENYAYANG 3] [RAHIM]

Segala puji bagi 4]ALLAH, 5]RABB sekelian alam..
Yang Maha PENGASIH 6][RAHMAN] lagi Maha PENYAYANG 7][RAHIM]

8] MALIK [ penguasa] pada hari pembalasan

Hanya kepada 9]MU kami mengabdi,

dan hanya kepada 10]MU kami memohon
pertolongan

Tunjukkan kami jalan yg lurus
Jalan mereka yg telah ENGKAU berikan nikmat kpd mereka,
Sedang mereka itu bukan orang2 yg dimurkai
dan bukan pula orang2 yg sesat.

Begitulah lafaz ’surah cinta’ yg diajar Tuhan untuk hamba2Nya, surah yg bilamana dilafazkan oleh sihamba adalah merupakan keseluruhan puji2an, penghargaan, pengagungan, penyerahan jiwa, pengharapan…

Sekurang2nya lebih SEPULUH kali hamba menyebut ‘nama2′ Allah dalam Fatihah… tetapi orang yang lalai bersolat, kalimah2 suci ini disebut ibarat angin yang lalu sahaja….
Mungkin bisa ditamsilkan kita ini kadang2 persis orang gila yang membaca surat yg memuja-muji beserta mengharapkan bantuan di hadapan ‘raja’ tetapi jasadnya membelakangkan raja tersebut, walaupun nama ‘raja’ itu diulang2….dan mata pula liar melihat2 ke sana-ke sini..

Intipati ayat ini seolah2 Allah berkata begini…

“Jika kamu mahu menjadi hamba yang HANIF, maka tahukah kamu, bahawa AKU ini Maha BAIK, Maha PENGASIH, Maha PENYAYANG….Walaupun segala isi langit dan bumi serta AKHIRAT adalah kepunyaanKU, dibawah pengurusanKU. Namun AKU Amat Pengasih lagi Maha PENYAYANG…”

Allah seterusnya menyatakan bahawa….

” AKU jugalah RAJA semasa di akhirat nanti, alam yang kekal, di mana manusia yang paling akhir masuk ke syurga pun akan KUkurniakan mahligai seluas langit dan bumi…

Maka, mahukah KAMU wahai hambaKU…untuk mengikut AKU sahaja?
Luruskan hatimu, jadilah hamba2KU yang HANIF..

Di sini hamba2 yang hatinya hidup akan terdetik dalam sanubarinya….
Alangkah PENGASIHNYA Tuhan itu,
maka hati2 sihamba akan segera tertawan dengan KeMaha BAIKan Tuhan…

Hati pada mulanya merasa betapa kerdil dan hinanya diri berbanding penguasa sekelian alam dunia & RAJA alam akhirat… Tetapi kemudian berasa terhibur bila PENGUASA akhirat itu memberitahu bahawa DIA adalah YANG MAHA PENGASIH & YANG MAHA PENYAYANG………

Kemudian setelah hamba berkata dengan penuh pengharapan dan keyakinan bahawa hanya padaNYA mereka mengabdi dan memohon pertolongan…

Allah seterusnya mengajar manusia agar meminta satu keperluan yang paling agung ie SIRATHOL MUSTAQIM Allah seterusnya seolah2 berkata begini,

Wahai hamba2Ku,
jika kamu mahu menjadi hamba yang hanif, kamu harus MEMINTA kepadaKU.
Setelah kamu berikrar untuk menyerahkan seluruh hidup dan matimu untukKU,
kamu wajib berusaha dan meminta SIRATHOL MUSTAQIM, jalan agung yang telah ditempuhi para wali2, Nabi2 dan Rasul2.

Di sini Allah menawarkan hamba2Nya untuk bersama2 menjadi ‘team’ nabi2, rasul dan para wali2 Allah..tetapi jika hamba2 lalai dan bermain-main serta tidak serius, maka hanya ada DUA jalan lain yang akan ditempuhi…iaitu

1. MAGHDUB –
jalan mereka yang dimurkai, yang fasik, mereka yang mengikuti hawa nafsu

2. DHOLIN –
jalan mereka yang kafir dan tersesat, seperti para Yahudi dan Nasrani

Di sini Sirathol Mustaqim dan dua Jalan itu diletakkan bersekali dalam AlFatihah,
Bermakna setiap dari kita ini sangatlah dekatnya dengan kefasikan atau kekafiran, disamping jalan yg lurus itu..Samada fasik yang dikuasai nafsu atau kafir yang bertuhankan nafsu.

Jika diambil teladan umat terdahulu, contoh Saiyidina Ali kmw, apabila menafsir surah Al Fatihah yang sebanyak tujuh ayat ini, ilmu yang keluar terlalu banyak hingga jika ditulis dalam kitab, kitab itu terpaksa dipikul oleh 300 ekor unta. Ilmunya yg didigest akal, bertahta di hatinya lalu sudah terlalu menguasai Rohnya, sudah menundukkan nafsunya…

Sebab itu sewaktu dalam satu peperangan, bila sebatang anak panah menusuki betisnya, untuk mengeluarkan anak panah itu, Saiyidina Ali bukannya dikejarkan ke hospital seperti hari ini atau segera dirawat, tetapi beliau bingkas bersembahyang sahaja dalam keadaan sakit luka demikian. Ketika sedang sembahyang itulah anak panah dikeluarkan dan luka kakinya dibalut…Roh Saiyidina Ali tidak mengingati dunia lagi tika bersolat.

Ilmu yang dihayati Saiyidina Umar Al Khattab ra pula sudah menawan nafsunya menjadi Islam lalu hati beliau menjadi benar2 bersih dan ditakuti syaitan. Hingga bekas jalan yang dilalui Saiyidina Umar pun syaitan masih takut untuk menapak di situ.

Saiyidina Umar semasa ditikam tiga kali oleh seorang budak Parsi sebelum sembahyang Subuh, menyuruh orang ramai meneruskan sembahyang walaupun beliau cedera parah. Beliau menyuruh rakyat membiarkannya sahaja terbaring di lantai masjid. Soal sembahyang itu adalah terlalu besar nilainya pada orang mukmin, hingga Khalifah tidak mahu mereka mempedulikan dirinya buat seketika. Begitulah kehebatan rijalullah2 salafussoleh.

Maklumat2 dalam Al Fatihah ini jika dikuasai akal, lalu dihayati oleh roh, maka raja dalam diri itu tidak akan condong lagi kepada nafsu yang rendah, apalagi diperbudak2kan olehnya.

Surah AL-Fatihah dialog hati

Wahai Tuhan yang empunya diriku....
Ini aku datang mempersembahkan
pujian dan pujaan yang sebesar-besarnya terhadap-Mu
karena telah menciptakan alam sebagai simbol cinta
kepada insan hamba-hamba kesayangan-Nya.

Sungguh dapat aku saksikan Tuhan
betapa amat Pemurah, Penyayang, Pengasihnya Kamu
pada diriku dan orang-orang lain.
Belaian-Mu kepadaku jauh lebih hebat
dari belaian seorang ibu tika sedang menyusukan bayinya.
Bahkan Tuhan yang meyintai hamba-hamba kesayangan-Nya
telah mempersiapkan mahligai-mahligai Syurga yang maha nikmatnya
sebagai tempat kembali si hamba untuk bertemu-Nya.
Di sana, di negara Akhirat, kampung asal-usulku,
Tuhan sedang menanti.....
bidadari dan malaikat melambai-lambai mengharap agar manusia
tidak lupa hari pulang.
Di sana Dialah Tuhan,
Raja yang memerintah dengan sangat adil dan penuh kasih sayang.

Oh Tuhan! kalau begitulah ertinya Tuhan itu kepada hidupku,
bagaimanakah sepatutnya aku berkelakuan?

Ya, ini kubisikkan kata-kata yang tidak pernah
kuungkapkan pada sesiapa selain-Mu.
Bahawa sesungguhnya hanya padaMu aku serahkan
seluruh ketaatan dan kecintaan.
Juga hanya pada-Mu dan tidak pada yang lain,
aku mengadu hal diriku.

Tuhan... hanya padaMu aku menyembah,
hanya pada-Mu aku yang maha hina ini meminta-minta....
Lihatlah permintaan yang pertama yang Dikau sendiri
ajarkan supaya aku meminta-minta padaMu
iaitu memohon sebuah hadiah paling besar
yang hanya layak untuk para rasul, nabi-nabi dan para wali,
iaitu Siratul Mustaqim atau jalan yang lurus.
Yakni sebuah laluan yang sulit, sukar, sempit
tapi di hujungnya ialah Syurga yang abadi.
Ia amat tersembunyi dari pandangan musuh-musuh Tuhan
atau orang-orang yang Tuhan benci.
"Ya Allah, tunjuki daku jalan kepada-Mu,
lindungiku dari orang-orang yang Kau benci
dan orang-orang yang sesat.
Perkenankanlah, ya Allah...
Namun aku tetap malu kerana Engkau masih sudi
menerimaku dan memberi kekuatan kepadaku utk menghadapMu."

Zon 3 : Rukuk, Sujud, Duduk antara Dua Sujud


RUKU’ dan IKTIDAL

Ruku’ adalah satu protokol Tuhan dalam sembahyang. Jika mahu dihuraikan dengan mendalam ilmu bab ruku’ ini boleh mengambil masa berjam-jam. Ruku’ itu adalah tanda penyerahan, tunduk…Setelah Tuhan tawarkan SIRATHOL MUSTAQIM dalam Al Fatihah tadi, setelah Tuhan tawarkan agar kita tidak mahu termasuk dalam golongan FASIK dan KAFIR, maka jika kita mahu bersungguh-sungguh ke arah itu, maka tunduklah

dialog hati ruku dan seterusnya

Mi'raj ini dilanjutkan lagi.
Mengembara bersama-Mu Tuhan, sungguh indah. Penuh cinta, rindu, bujukan, belaian, kasih sayang dan segala macam harapan-harapan. Engkau buatkan aku tenggelam dalam cinta-Mu yang agung. Engkau buatkan air mataku, melimpah-limpah bersama rasa terharu dan sangat terhutang budi.

Rukuk ini ialah kerelaanku terhadap apa sahaja perintah dan laranganMu, Tuhan.
Masakan aku degil lagi sedangkan Engkau Maha Suci dari bermaksud tidak baik padaku.
Lagipun Dikau kan Maha Besar, Maha Tinggi dengan segala-gala Kebesaran, Ketinggian dan Kepujiannya.

Cukuplah keyakinan pada-Mu ini untuk membuang segala kesombonganku terhadap kehendak-kehendakMu.

Kemudian Engkau dudukkan aku di antara dua sujud
yakni sesudah aku amat hairan dengan-Mu tika sujudku.
Karena rupanya aku mempunyai Tuhan yang sangat memerintahkan agar aku serahkan segala urusan hidupku
hanya pada-Nya dan tidak pada yang lain.


DUDUK ANTARA DUA SUJUD.

Di sini, di pemisahan antara dua sujud adalah saat paling indah dan baru buatku.
Masakan tidak wahai Cinta Agungku, Kau senaraikan seluruh keperluan-keperluan harian yang amat aku perlukan untuk meneruskan hidup dan menyuruh aku memintanya berulang-ulang kepada-Mu. Lalu aku membisikkan begini :

"Ya Tuhan, ampunilah hamba,
kasihanilah hamba,
tampungkanlah kekurangan hamba,
angkatkanlah darjat hamba,
rezekikanlah hamba,
hidayahkanlah hamba,
sihatkanlah hamba dan
maafkanlah sahaja hamba-Mu ini."

Mana ada yang Maha sebaik ini kepadaku sekali pun ibu dan bapa kandungku sendiri, ya Allah. Tidak ada manusia yang sanggup memanggil aku datang kepadanya agar meminta-minta itu dan ini, sekalipun sebaik-baik manusia.

Ya Allah, agungnya cinta dari-Mu.
Kerana bukan sahaja mengajarkan permintaan untuk dimohon kepada-Nya, bahkan yang tidak kupinta pun mencurah-curah nikmat yang dikurniakan.


SUJUD

Hati mana yang tidak hancur oleh cinta yang sebesar ini?
Mata mana yang tidak mengalirkan air bila mendapat perhatian dan kasih selembut ini.
Oh Tuhanku…!

Ini aku sungkurkan diri kepadaMu, menyerah seluruh taat setia pada-Mu. Tolong jangan tinggalkanku. Dan bawalah hati ini untuk sentiasa mengingati KebesaranMu.

Zon 4 : Tahiyat




Akhirnya pertemuan ini Tuhanku, terasa hatiku bagaikan dibawa ke Sidratul Muntaha.
Di sana, setelah kusembahkan seluruh salam-salam keberkatan dan doa-doa yang Kau ajarkan, lalu Kau kenalkan aku pada kekasih-Mu, Rasulullah SAW. Yang kerananyalah maka aku sampai terbawa ke sini, ke sisi-Mu.

Dapatlah aku mengucapkan salam pada manusia yang paling berjasa itu. Bahkan terasa ada jawapan salam dari baginda. Kau Tuhan... mengajarkan aku mengagih-agihkan cinta pada para kekasih-Mu yakni dengan Kau bisikkan begini :

"Wahai hamba-Ku, tidak cukup kalau kau hanya mempunyai Aku.
Bersama kita ada saudara-saudaramu sehati sejiwa.
Mereka juga buah-buah hati-Ku.
Mereka sangat berusaha agar manusia merasakan cinta Tuhan.
Kita tidak terhubung pun kalau tidak hasil perjuangan mereka.
Kalau begitu doakanlah mereka.
Yakni sesudah engkau mendoakan dirimu
-Sepanjang mikraj ini dapat benar-benar menyaksikan kebenaran-Ku."

Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah
Aku bersaksi bahawa Nabi Muhammad SAW Pesuruh Allah

Aku minta pada-Mu, selamat sejahterakanlah
Sayidina Nabi Muhammad SAW dan keluarganya
sepertimana dilakukan kepada bapaku Nabi Ibrahim dan keluarganya.
Ku pinta lagi Tuhan, berkatilah kekasih Junjungan Sayidina Muhammad
dan keluarganya sepertimana diberkatinya Nabi Ibrahim
serta isreri-isteri mereka dan anak-anak semuanya.

Sungguh wahai Tuhan, mikraj ini memperlihatkan padaku
bahawa di atas ciptaan alam ini seluruhnya,
hanya Tuhanlah yang layak untuk dikatakan Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Maka dengan itu aku kembalilah ke dunia semula,
bertemu dengan sekalian ciptaan kesayanganku,
adik-beradikku, saudara-maraku di kalangan manusia,
malaikat, roh-roh muqaddasah, jin-jin Muslim
dan lain-lainnya dengan doa.

Assalamualaikum w.r.m.t.
Moga-moga semuanya dalam keadaan selamat.


SELESAI SOLAT

Selesai sudah kembara mencari kebenaran. Kembalilah kita bersama rasa takut dan cinta kepada Tuhan. Pulang membawa perpaduan dan kemenangan.

Sembahyang membuatkan kita takut kepada Allah. Juga cinta yang mendalam kepada-Nya. Dengan taqwa itu, nafsu dapat dilembutkan. Besar diri dapat dicabut dari hati kita.

Cinta pada Tuhan mencairkan rasa-rasa tamak, hasad dan gila dunia. Kita akan balik berkasih sayang dengan sesama manusia. Rukuk dan sujud umpama pil-pil yang mengubat sakit degil, keras kepala dan mementingkan diri. Kita jadi patuh, rendah diri dan bertolak ansur.

Rasa hina diri dan rasa hamba yang diperolehi dari Tuhan akan mengajar kita bagaimana untuk bersabar, redha dan mengalah sahaja dengan orang lain. Lalu jadilah rukun-rukun sembahyang ini sebagai modal besar untuk dapatkan perpaduan.

Manakala TAQWA, PERPADUAN DAN KESELARASAN itu pula adalah rahsia kejayaan mukmin mendapatkan kemenangan di dua empayar dunia dan Akhirat.



TAMAT...

link
Heliconia's Weblog @ Malaysia

Sembahyang Sumber Taqwa


Baginda RasulAllah SAW adalah orang yang hatinya sentiasa bergantung kepada Allah SWT, serta tekun berkomunikasi pada setiap detik dan saat, hal ini dilakukan sebelum kenabiannya hingga akhir hayatnya.

An Aisyata r.anha.. kaana RasulAllah SAW..Yadzkurullah kulla ahyanihi

dari Aisyah,
sesungguhnya RasulAllah SAW sentiasa berdzikir kepada Allah sepanjang hidupnya..
( HR Muslim ).

Dan peristiwa perjalanan Isra' dan Mi'raj merupakan puncak dzikir beliau..kerana dzikir bererti berjumpa secara sempurna dan hal ini telah di lakukan oleh Baginda RasulAllah SAW ketika beliau mi'raj dan kepada ummatnya, Beliau telah memberi pengajaran iaitu memperolehi jalan yang termudah dalam mengikuti jejak Beliau dalam pertemuan langsung dengan Allah SWT iaitu dengan Solat! sebagaimana Hadith RasulAllah SAW

" Ash shalatu mi'rajul mukminin..
solat adalah mi'raj bagi mukmin ".

Dan disebutkan bahawa solat merupakan jalan dzikir yang tinggi...
FirmanNya dalam Surah Thaha :14,

" WA AQHIMISH SHOLATA LI DZKIRII"
dan dirikanlah solat untuk mengingati AKU ".

pastinya sudah tentu ada rahsia di dalam solat..cari, gali dan kaji supaya tidak menjadi seperti Sabda Baginda RasulAllah SAW,

" Banyak orang yang mendirikan solat, sementara ia hanya mendapatkan rasa penat dan payah."
( HR. Abu Dawud ).


Demi CintaMu Ya Allah pada Muhammad Nabi Mu
ampunilah dosaku wujudkanlah harapanku

wallahu'alam.



Sembahyang Sumber Taqwa


Bismillahirrahmanirrahim

Perhubunganku yang paling besar dengan Mu adalah
melalui sembahyang,
Kalau melalui sembahyang tidak juga terhubung
diantaraku dengan-Mu Tuhan,
Perhubungan apa lagi yang dapat aku buat?
Perhubungan lain sudah tentu lebih sulit lagi,
Sembahyang adalah saluran terbesar buat seorang hamba
dengan Tuhannya,

Tuhan! Betulkan sembahyangku agar ia menjadi
penghubung dengan-Mu,
Janganlah jadikan sembahyangku
tidak boleh terhubung aku dengan-Mu,
Kasihanilah aku Tuhan,
Aku tidak mahu terputus hubunganku dengan-Mu,
Sembahyang adalah satu-satunya alat perhubungan Engkau
denganku,

Sembahyang sungguh agung,
Ia perhubungan seorang hamba dengan Tuhannya,
Dapat membuat perhubungan dengan Tuhan
adalah perkara besar dan agung,
Kalau benar-benarlah sembahyang terhubung seorang
hamba dengan Tuhannya,
Hamba itu akan menjadi peribadi yang agung pula,
Iaitu dia akan menjadi peribadi yang bertaqwa,
Orang yang bertaqwa dianggap mulia disisi Tuhan,
Dia akan mendapat rahmat dari Tuhan,
Salah satu rahmat dari-Nya adalah redha-Nya,
Selain itu Tuhanlah menjamin dunia akhirat,
Dosa-dosa diampunkan atau ditingkat darjat,
Diberi rezeki tidak tahu mana sumber atau tidak diduga,
Betulkanlah sembahyang, ia merupakan sumber taqwa.


Nukilan Allahyarham Ust. hj Ashaari Muhammad
15.05.2005
Lepas Dhuha

Sabtu, 30 April 2011

SEMBAHYANG MEMBINA PERIBADI AGUNG


Rasa kehambaan dalam solat

Solat atau sembahyang itu, Tuhan yang menetapkan rukun-rukunnya. Ia bukan ciptaan manusia, bukan direka-reka atau dibentuk oleh manusia. Kalau difahami dan dihayati, sembahyang itu adalah sesuatu yang sangat hebat.

Kita akan dapat merasakan bahawa Tuhan itu hebat. Kita akan dapat bersandar kepada kehebatan-Nya. Satu Zat yang tidak dapat dibayangkan kebesaran-Nya tetapi terasa kebesaran-Nya. Satu Zat yang tidak dapat dibayangkan bagaimana wujud-Nya tetapi terasa wujud-Nya. Satu Zat yang tidak dapat dibayangkan kuasa-Nya tetapi terasa kekuasaan-Nya. Terasa oleh kita akan kesempurnaan Tuhan.

Kita boleh minta apa sahaja dari Tuhan. Tuhan sedia melayannya.

Solat itu adalah satu modul yang lengkap untuk mendidik hati dan jiwa manusia. Dalam solat ada ubat, ada pil, ada tonik dan ada vitamin untuk menyembuhkan penyakit rohani dan membina peribadi yang kuat, gagah dan agung. Boleh timbul berbagai kekuatan bagi individu atau sesuatu bangsa hasil dari solat dengan syarat ada ilmunya, faham dan solat itu benar-benar dijiwai serta dihayati.

Kita di perintah solat kerana kita hamba Maka ibadah Solat yang di jiwai hingga timbul rasa kehambaan akan melahirkan hamba hamba Allah saperti berikiut:

Peribadi yang kuat keyakinannya
Peribadi yang kuat Imannya
Peribadi yang mempunyai akhlak yang tinggi
Peribadi yang berdisiplin
Peribadi yang bersih dari maksiat dan kemungkaran (kecuali sedikit)
Peribadi yang kuat syariatnya
Peribadi yang bersih jiwanya
Peribadi yang kurang sifat sifat mazmumahnya.
Hasil dari solat yang bermutu tinggi maka akan lahirlah masyarakat umat Islam yang mempunyai peribadi peribadi saperti yang saya sebut tadi.Jadilah bangsa ini bangsa yang Agung dan Allah akan angkat darjat bangsa ini hingga bangsa lain tunduk kepadanya.


BAGAIMANA SOLAT BOLEH MEMBINA KEKUATAN KEKUATAN SESUATU BANGSA

Bismillahir rahmanir rahim

Di dalam sejarah tamadun manusia, ada bangsa-bangsa yang telah menempa sejarah yang agung. Bangsa-bangsa itu dianggap agung kerana kedudukan dan martabat mereka yang jauh lebih tinggi dari bangsa-bangsa lain yang sezaman dengan mereka. Mereka itu agung kerana mereka:

1. Bangsa yang berjiwa besar
2. Berwibawa
3. Bertamadun
4. Disegani
5. Dihormati
6. Maju
7. Mengatur
8. Banyak memberi khidmat kepada bangsa lain

Bangsa-bangsa yang lemah dan mundur mempunyai ciri-ciri dan sifat-sifat negatif yang menyebabkan mereka itu tidak boleh maju dan ketinggalan dari bangsa-bangsa lain. Di antara ciri-ciri dan sifat-sifat tersebut adalah seperti berikut:

1. Pemalas
2. Berjiwa kecil
3. Penakut
4. Lemah jiwa. Mudah putus asa dan kecewa
5. Tidak ada keyakinan diri
6. Tidak ada cita-cita untuk bangsanya. Mereka hanya ada cita-cita peribadi, untuk hidup senang dan untuk makan sendiri sama ada pemimpin dan orang besarnya ataupun rakyatnya.

Bangsa-bangsa yang kuat dan agung pula mempunyai ciri-ciri dan sifat-sifat yang jauh berbeza. Mereka sebaliknya mempunyai berbagai-bagai sifat positif yang dapat memberi kekuatan kepada mereka. Sifat-sifat itu termasuklah:

1. Rajin
2. Berjiwa besar
3. Berani
4. Tidak suka meminta-minta dan sangat berdikari
5. Kuat jiwa. Tidak mudah putus asa atau kecewa
6. Yakin diri
7. Ada cita-cita untuk bangsanya, sama ada cita-cita itu pada pemimpin, pada orang besarnya atau pada rakyatnya.

Di samping sifat-sifat di atas, ada lagi sifat-sifat positif yang sangat meneguhkan dan menguatkan peribadi mereka. Ini termasuklah sifat-sifat:
1. Berdisiplin
2. Sabar

Agungnya peribadi itu pula dapat dilihat pada:

1. Akhlaknya
2. Imannya
3. Keyakinannya
4. Disiplin hidupnya
5. Kebersihan hatinya
6. Jauhnya mereka daripada melakukan maksiat dan dosa
7. Kemas syariatnya

Bukan mudah untuk mengubah bangsa yang lemah dan mundur supaya menjadi bangsa yang kuat dan agung. Segala ciri dan sifat-sifat mereka itu perlu diubah. Sifat pemalas mesti diubah menjadi rajin. Jiwa yang kecil mesti diubah menjadi jiwa yang besar. Sifat suka meminta-minta dan sentiasa mengharapkan bantuan dan subsidi, mesti dikikis dan dibuang. Mesti ditanam dengan sifat berdikari. Jiwa yang lemah mesti dikuatkan. Tidak boleh mudah kecewa dan berputus asa. Sifat penakut mesti ditukar kepada sifat berani. Mereka mesti kuat keyakinan.

Cita-cita bangsa perlu ditanam di dalam hati sanubari setiap anak bangsa. Sifat suka mementingkan diri dan bekerja hanya untuk kesenangan diri sendiri mesti dihapuskan. Ini sesuai dengan firman Allah SWT:Maksudnya:

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah nasib sesuatu kaum melainkan kaum itu mengubah apa yang ada dalam diri (hati atau jiwa) mereka." (Ar Ra'd: 11)


Bangsa kuat bangsa yang ada cita-cita

Satu bangsa yang kuat lagi berdaulat,
sekalipun tidak ramai bilangannya ialah bangsa yang ada cita-cita
Satu bangsa yang ada cita-cita
sekalipun batil semangat juangnya
pengorbanannya luarbiasa

Cita-cita itu ialah kerana agama yang dihayati oleh bangsa itu
Selepas itu kerana bangsa, negara dan ideologi
Bangsa yang ada cita-cita
seperti yang tersebut sanggup berkorban apa sahaja kerana cita-citanya
Sekalipun terpaksa korbankan nyawa

Kerana itulah bangsa-bangsa yang pernah menjadi empayar di dalam sejarah
mereka berjuang di atas cita-cita yang tersebut
Sekalipun bangsa-bangsa itu kecil bilangannya
Seperti bangsa Arab, Kurdi dan Uthmaniah Turki dengan cita-cita Islam
Bangsa Jerman dengan cintakan bangsa Arya, Itali cintakan negara,
Sepanyol kerana Kristian, Rusia cintakan ideologi Komunis

Bangsa yang mementingkan diri sendiri
kerana cinta pada diri biasanya menjadi hamba
Hamba kepada bangsa yang ada cita-cita empat perkara tadi
Bangsa yang tidak ada cita-cita
hanya memikirkan makan, minum, kekayaan, nikah, kahwin, hiburan
Sekalipun bangsa itu ramai orang yang pandai
Kepandaian hanya untuk diri sendiri
Bukan untuk cita-cita agama, bangsa, negara atau ideologi

Untuk kedaulatan dan seterusnya untuk menjadi empayar
Marilah kita orang Melayu ini berjuang atas cita-cita agama
Berjuang atas cita-cita agama lebih kuat daripada segala cita-cita yang ada
Marilah kita berjuang dan berkorban untuk cita-cita agama

Kalaupun tidak menjadi empayar
Setidak-tidaknya kita akan berdaulat di dalam negara sendiri
Terlepas kita daripada dipermainkan oleh bangsa lain di dunia

Menjelang Tidur
23.8.2001
Allahyarham Ust. Ashaari.

Bagaimana Solat Boleh Membina Kekuatan (Sifat Rajin)


Rajin Sifat yang berlawanan dengan rajin ialah pemalas. Pemalas sangat dibenci Tuhan. Untuk menjadi bangsa yang kuat, kita kena rajin. Sifat rajin ini tidak boleh dilakon-lakon atau dibuat-buat. Mesti ada pemangkin atau pendorong yang bersifat rohaniah.

Dalam sembahyang kita memuja dan memuji Tuhan. Kita kata Tuhan Maha Besar. Kita akui Tuhan pentadbir dunia dan Akhirat. Hati kita rasa berTuhan, rasa Tuhan itu besar. Kita rasa Tuhan Maha Melihat, Tuhan itu ada dan Tuhan sentiasa berperanan dalam hidup kita.

Kita juga membuat janji dan ikrar bahawa semua solat, ibadah, hidup dan mati kita hanya untuk Tuhan. Solat dan ibadah dipisahkan walhal solat pun ibadah juga. Itulah tandanya solat itu ibadah yang penting, utama dan pertama dari ibadah-ibadah yang lain sama ada yang wajib atau yang sunat. Kita bertungkus lumus membuat semua ibadah. Hidup dan mati itu pula merangkumi aktiviti yang tidak ditentukan. Bolah jadi ianya perkara ibadah, boleh jadi tidak. Makan, rehat dan tidur boleh dijadikan ibadah atau pun tidak. Kita berikrar, perbuatan yang harus pun hendak kita jadikan ibadah. Jadi mana boleh rehat-rehat.

Kita kena aktif, sentiasa bertenaga dan bergerak. Inilah dia perkara dalam solat yang membuatkan kita cergas dan aktif, rajin dan sentiasa bergerak. Segala macam perkara yang jadi ibadah kita buat. Perkara yang harus pun kita jadikan ibadah.

Maknanya solat itu membunuh kemalasan.

Kalau satu kelompok itu ibadahnya banyak, baca Quran banyak, wirid dan zikir banyak, kita kata mereka hebat. Itu salah tafsir sebenarnya. Kita sangka mereka baik sebab mereka tidak tegur orang dan hanya beriktikaf sahaja. Tapi mereka tidak rajin dan tidak berkhidmat kepada masyarakat. Di sini konsep ibadah itu sudah silap. Itu menunjukkan mereka hanya ada ilmu tetapi tidak faham dan ilmu itu tidak dihayati.

Pada orang ramai, mereka orang baik. Ini satu kesalahan yang besar. Orang yang baik itu bukan setakat boleh beribadah dan tidak menganggu orang. Orang baik itu selepas ibadah mesti aktif dan mesti berkhidmat kepada orang lain dengan tenaga, nasihat dan wang ringgit.

Ada Hadis yang bermaksud:
''Yang paling baik di antara kamu ialah kamu yang paling banyak memberi manfaat kepada manusia lain''.

Sebab itu para salafusoleh, kerana ibadah mereka dihayati dan berperanan pada diri mereka, kalau selepas Subuh, walaupun mereka tidak ada kerja yang khusus, mereka sengaja keluar cari-cari pasal (untuk buat kebaikan) dan cari-cari kerja. Mereka pergi tolong petik gandum, tolong mencangkul tanpa disuruh atau diminta. Kalau mereka melihat ada rumah yang bumbungnya bocor, mereka minta izin tuan rumah untuk membaikinya. Inilah solat yang melahirkan orang yang aktif.

Tapi hari ini, orang banyak solat, banyak ibadah, tetapi mereka menjadi beku dan jumud. Bahkan nasib mereka pun ditentukan oleh orang lain. Bukankah ini satu kesilapan yg besar?

Hanya kerana mereka itu nampak lembut, tidak ganggu orang, kuat ibadah, maka orang anggap mereka itu baik dan bagus.

Orang yang kuat hubungannya dengan Tuhan, dia mesti banyak berhubung dengan manusia. Orang yang banyak berkhidmat dengan Tuhan mesti banyak berkhidmat dengan manusia. Kalau betul takut dan cinta Tuhan, akan bertambah cinta kepada manusia. Itulah sepatutnya natijah atau hasil dari solat atau sembahyang.

Ampun maaf


Islam Membawa Kasih Sayang

Islam adalah hubungan dengan Allah
dan hubungan sesama manusia
Hubungan dengan Allah banyak berlaku
di masjid dan di surau-surau
secara fizikal dan rohani

Yang bersifat rohaniah ini berlaku di mana-mana
kerana ia adalah kerja hati
Hubungan sesama manusia tidak kira kafir
atau Islam berlaku di mana-mana sahaja
Berlaku di jalan raya, di rumah,
di kedai makan, di dalam kenderaan,
di sekitar jiran tetangga

Disiplin waktu berhubung, bertemu,
waktu bermesyuarat, bermuzakarah, berceramah
Di dalam keluarga, waktu bekerja,
bermusafir, berjuang dan ziarah
Di sini dibawa beberapa contoh,
yang tidak disebutkan kiaskan sahaja

Di jalan raya utamakan orang lain dahulu,
sekalipun jalan kita
Bertanya-tanyalah hal jiran
sama ada Islam atau kafir,
kesusahannya dibantu, sakitnya diziarah,
ketiadaannya jaga rumahnya
Waktu makan di kedai
bayarkan yang di kiri kanan kita
Ketika ke pasar, bayarkan untuk orang yang di sebelah kita
setakat termampu

Apabila naik bas, utamakan orang lain duduk,
lebih-lebih lagi orang tua atau kaum ibu
Kalau kita berjalan berkenderaan sendiri,
terjumpa orang menunggu bas,
pelawa dia naik kenderaan kita
Berjumpa orang di mana-mana
sama ada dikenali atau tidak
berilah salam kepada mereka

Di dalam majlis, ada peluang bermesralah,
ada orang bercakap dengarlah,
jagalah tata-susila
Ada orang yang susah meminta,
berilah jangan dikecewa,
kita berhutang kerananya pun tidak mengapa
Hutang orang kepada kita jangan dipinta
Kalau boleh bayarkan hutang orang setakat termampu,
jadikan budaya
Kalau mereka bayar, Alhamdulillah,
jika tidak, halalkan sahaja

Jika kita bersalah dengan siapa sahaja
minta maaflah,
orang bersalah maafkan sahaja
sekalipun tidak meminta
Berkawan hendaklah setia,
berjemaah sama-sama berkorban
dan menjaga keutuhannya
Pengutip-pengutip sampah kenalah beri hadiah
atau apa-apa sahaja yang makanan yang munasabah

Berani jangan melulu, biarlah berstrategi,
takut juga jangan terlalu, nanti Tuhan benci
Bekerja biarlah berdasarkan ilmu,
bersungguh-sungguh,
bekerja secara jemaah hendaklah bekerjasama
Kalau makan jangan seorang dibedal,
biarlah ada orang lain sama

Orang yang menentang kita, janganlah dilayan,
Kalau boleh buat baik dengan mereka
Kalau mereka fitnah,
tidak salah kita menghilangkan fitnah,
tapi biarlah bijaksana

Itulah dia sebahagian daripada ajaran Islam yang global
Yang tidak diceritakan kiaskan sahaja
Itulah dia Islam cara hidup,
bukan berpusat di masjid sahaja
Islam macam itulah
yang kita sedang memperjuangkannya
Apa yang kita lihat tadi nyatalah Islam itu
membawa kasih sayang sesama manusia

Selepas Subuh
14 – 12 – 2002
Allahyarham Ust. Ashaari.

Bagaimana Solat Boleh Membina Kekuatan (Berjiwa Besar)


Bismillahir Rahmanir Rahim

Berjiwa Besar Hasil dari solat ialah rasa beriman dan bertaqwa. Kalau itulah yang kita rasa maka akan timbullah rasa berjiwa besar. Sebab orang yang beriman dan bertaqwa itu Tuhan kata,''Dia orang Aku.'' Kalau seseorang itu sudah menjadi orang Tuhan, Tuhan janjikan untuknya berbagai-bagai perkara dan Tuhan tidak mungkir janji. Janji Tuhan pasti Tuhan tepati.

Apakah janji Tuhan kepada orang mukmin, orang bertaqwa dan orang yang sudah menjadi orang Tuhan?

Tuhan janjikan kepadanya:

a. Keselamatannya
b. Kewangannya
c.Kehidupannya
d.Kepandaiannya
e.Kemenangan
f.Tuhan bertanggungjawab dan akan mengalahkan musuh-musuhnya

Tuhan mempunyai ramai rijal yang ghaib. Angin, air dan bermacam-macam lagi adalah tentera Tuhan. Tuhan boleh arah mereka bertindak. Kalau begitulah keyakinan kita dari hasil solat, maka dari solat itulah kita akan beroleh jiwa yang besar.

Orang yang sudah jadi orang Tuhan, ada sesuatu yang paling besar pada dirinya yang tidak ada pada ciptaan lain. Orang tengok gunung, tidak ada orang yang masuk Islam. Orang tengok laut, tidak ada yang menangis kerana merasa insaf dengan kebesaran Tuhan. Tetapi dengan melihat orang Tuhan dan orang yang bertaqwa, manusia boleh masuk Islam tanpa banyak hujah.Bila tengok sahaja orang yang bertaqwa, tergerak hati mereka hendak bertaubat kepada Allah.

Orang bertaqwa itu adalah ciptaan Tuhan yang paling hebat. Orang boleh terpukau dengannya. Dia pemaaf, berkasih sayang, suka mengutamakan orang lain, belas kasihan dan kalau ada orang buat jahat padanya, dibalasnya dengan kebaikan. Dia tidak boleh tengok orang susah. Pasti dibantunya.

Orang yang berjiwa besar sentiasa mahu melahirkan tanda kebesaran Tuhan pada dirinya. Tuhan Maha Pemurah, dia pun jadi pemurah. Tuhan buat baik pada orang yang buat jahat pada-Nya, dia pun mahu buat baik pada orang yang buat jahat padanya. Betapa tidak, orang sekutukan Tuhan, maki Dia, mengata Dia, tolak suruhan-nya, tidak solat, berjudi, minum arak tapi Tuhan tetap layan mereka. Tuhan tetap bagi makan minum, anak isteri pada mereka.

Maha Besar Tuhan yang menghadiahkan solat. Siapa yang menghayatinya, dia akan berjiwa besar. Bangsa yang menghayatinya akan menjadi bangsa yang berjiwa besar.


Ciri Orang Yang Lemah jiwa

Di antara ciri-ciri orang yang lemah jiwa banyak macamnya
Memuji diri termasuk orang lemah jiwa kerana hendak menghibur hatinya
Termasuk juga ingin dipuji tanda lemah jiwa
Kalau tidak dipuji terseksa jiwanya

Termasuk yang lemah, jiwa rasa bangga, hati selalu berbunga apabila berjaya
Hairankan diri termasuk juga lemah jiwa
Ego atau sombong lebih-lebih lagilah lemah jiwa
Dia ambil sifat yang bukan sifatnya
Itu adalah sifat Tuhan yang Maha Agung lagi Maha Berkuasa

Rupanya lemah jiwa orang yang berjaya dengan orang yang tidak berjaya tidak sama
Orang yang tidak berjaya rasa kecewa, kemuncaknya putus asa begitulah lemah jiwanya
Yang berjaya seperti yang telah dicerita
Orang yang tidak lemah jiwa biasa sahaja, tenang hidupnya
Samada hidupnya berjaya mahupun hidupnya tidak berjaya

Orang yang kuat jiwanya macam mana pula agaknya?
Bagaimana pun keadaan hidupnya tenang sahaja
Di dalam keadaan apa pun sama sahaja
Mengapa seseorang itu kuat jiwanya

Apakah rahsianya kuat jiwanya?
Kerana dia kuat dengan Tuhannya
Dia tahu rahsia Tuhan mengapa dia diperlakukan oleh Tuhannya
Kerana Tuhannya dia tenang sahaja
Itulah dia orang yang kuat jiwanya
Kerana pautan dengan Tuhanlah menjadikan kuat jiwanya

7.9.2004 – 2
Menjelang tidur
Allahyarham Ust. Ashaari.

Bagaimana Solat Boleh Membina Kekuatan (Sifat Berani)



Bismillahir Rahmanir Rahim

Dalam solat, ada ubat atau pil untuk menjadikan orang penakut itu berani. Malahan sebelum mengangkat takbir solat pun, sudah dirasakan betapa hebantnya kekuasaan Tuhan dan betapa lemahnya makhluk ini.Datang kesedaran bahawa makhluk tidak ada kuasa langsung. Malaikat, jin, harimau dan manusia lain semuanya setaraf, setitik pun tidak ada kuasa dan kekuatan. Cuma kalau ada perbezaan antara satu sama lain adalah kerana Tuhan bagi sedikit kelebihan kepada dia. Tuhan bagi kelebihan tidak sama kepada setiap makhluk.

Yang kuat dan berkuasa itu Tuhan, bukan makhluk. Bukan malaikat, bukan jin, bukan manusia dan bukan harimau. Yang patut dan layak ditakuti ialah Tuhan. Bila Tuhan sebenar-benarnya ditakuti, maka akan lenyaplah takut dan akan timbullah rasa berani terhadap sesama makhluk.

Ini termasuk juga takut kepada miskin, sakit, hilang pangkat dan jawatan, hilang pengaruh, mati dan sebagainya. Kalau kita sedar semua itu adalah dari Tuhan, maka takut itu akan berpindah dari perkara-perkara tersebut kepada Tuhan.

Begitu juga takut kepada bencana alam seperti banjir besar, gunung berapi, gempa bumi dan wabak penyakit. Tuhan kata jadi maka jadilah. Tuhan kata tidak maka tidaklah.Akan datang rasa takut kepada Tuhan lebih takut dari bencana alam itu.Takut pada Tuhan itu adalah takut yang hak dan mesti dikekalkan. Takut pada makhluk adalah takut yang batil. Ia mesti dibuang.


Robeklah Hatiku Dengan Takutkan-Mu

Tuhan! Robek-robeklah hatiku ini dengan takutkan-Mu
Pecah-pecahkanlah hatiku dengan kehebatan-Mu
Hancur luluhkanlah hatiku dengan Jabbar dan Qahhar-Mu
Hiris-hirislah hatiku dengan Rahim dan Rahman-Mu
Kecut dan reput-reputkanlah hatiku dengan Qudrah dan Iradah-Mu

Agar jangan manusia dan kuasanya merobek-robek hatiku
Supaya kebesaran manusia tidak pecah-pecahkan hatiku
Jangan sampai zalim dan kezaliman manusia menghiris-hiris hatiku

Aku berlindung dengan-Mu daripada makhluk yang merosakkan hatiku
Juga aku berlindung dengan-Mu jangan sampai dunia dan nikmatnya merosak hatiku
Tuhan, selamatkanlah hatiku daripada dirosakkan oleh pujian
Peliharalah hatiku daripada nikmat dunia dan keindahannya

Tuhan apalah ertinya aku cintakan Syurga-Mu padahal hatiku tidak mencintai-Mu
Apalah ertinya aku takutkan Neraka-Mu sedangkan hatiku tidak takut dengan-Mu
Tuhan! Hidayah-Mu yang aku pinta
Taufiq-Mu yang aku mahu
Selamatkanlah aku Tuhan!
Peliharalah aku

Pimpinlah aku ke jalan keselamatan
Engkau adalah Tuhanku, pelindungku

Selepas ekspedisi
3.9.99
Allahyarham Ust. Ashaari.

Bagaimana Solat Boleh Membina Kekuatan (Disiplin)


Dalam sembahyang kita berikrar dan berjanji bahawa hidup dan mati kita pun untuk Tuhan. Kalau pengakuan macam ini boleh dibuat dan dihayati dengan sepenuh hati, kita akan jadi seorang manusia yang penuh disiplin. Kalau satu bangsa boleh buat pengakuan yang seperti ini, maka bangsa itu akan menjadi satu bangsa yang berdisiplin.

Bila disebut mati, semua orang yakin akan mati.Bila mati ertinya kembali kepada Tuhan. Kembali ertinya pulang ke tempat asal. Maksudnya, asal kita adalah dari Tuhan. Datang dari Tuhan, kembali pun kepada Tuhan. Maka perlulah kita hidup dan mati kerana Tuhan.

Bila datang dari Tuhan dan kembali pun kepada Tuhan maka mesti ada jalan dari dan kepada Tuhan. Bila hidup dan mati kita ikrarkan untuk Tuhan maka sudah tentu kita ikut jalan ini. Jalan ini ialah syariat Tuhan. Kita akan ikut syariat Tuhan. Taat dan patuh kepada syariat ini ialah disiplin.

Disiplin termasuk ciri satu bangsa yang agung. Sebaliknya, bangsa yang tidak berdisiplin, siapa sahaja yang melihat akan mentertawakan bahkan akan memperlecehkan mereka. Tidak ada disiplin disudut manapun akan jadi bahan kelakar bagi orang Yahudi. Ini dapat kita lihat pada bangsa yang di Timur Tengah. Mereka sungguh tidak berdisiplin. Naik bas pun berebut-rebut, tidak tahu beratur. Itu sebab bangsa Yahudi tidak hormat, tidak takut dan tidak gerun dengan mereka. Itu sebab Yahudi berani memperkotak katik dan menzalimi mereka.

Ampun maaf


Tabiat Orang Mukmin

Tabiat orang mukmin itu dia tidak malas
Tidak juga agresif
Tapi cergas dan tenang

Cergas tapi tidak merempuh orang
Cergas dengan agresif tidak sama
Cergas, aktif membuat kebaikan tapi berdisiplin
Cergas membuat khidmat
tapi tidak melanggar tata-susila

Agresif, cergas yang melulu
Aktif yang tidak berdisiplin
Cergas disertai dengan kekasaran
dan merempuh orang
Sekalipun niatnya baik
Orang mukmin itu walaupun cergas
tapi tidak gopoh
Sekalipun rajin tapi berdisiplin
Cergasnya penuh dengan hikmah dan berstrategi
Aktifnya tidak merosakkan orang

Agresif, cergas merempuh orang
Orang melihat menjadi benci dan tidak senang
Cergas membawa kepada gopoh-gapah
Hilang sopan-santun di dalam bertindak
Selalunya tindakan tidak berpandukan ilmu pengetahuan
Mengikut nafsu yang melulu dan perasaan barannya
Sibuknya tidak sedap mata memandang

07 – 10 – 1999
Allahyarham Ust. Ashaari.

Bagaimana Solat Boleh Membina Kekuatan (Sifat Sabar)



Bismillahir Rahmanir Rahim

Sabar juga termasuk ciri satu bangsa yang agung. Sifat sabar lebih utama bagi pemimpin. Oleh itu sifat sabar yang tertinggi dihadiahkan Tuhan kepada pemimpin, kepada para Rasul terutamanya yang Ulu 'azmi. Sabar adalah syarat utama bagi seorang pemimpin.

Dalam sembahyang ada ubat dan pil untuk menjadikan seseorang itu penyabar. Sebelum kita mulakan sembahyang pun sudah ada didikan untuk kita bersabar sama ada kita sedar atau tidak, sebab hendak sembahyang bukannya senang, lebih-lebih lagi bagi orang yang belum khusyuk.

Hendak sembahyang pun satu ujian. Bukan senang hendak bangun tidur di waktu pagi untuk sembahyang Subuh. Sebab itu, sesetengah orang dia duduk-duduk dulu. Dia menung dulu. Mengenangkan terpaksa ke bilik air. Kalau tidak sabar, kita tidak akan boleh buat. Kalau tidak sabar kita akan tidur semula. Sebelum sembahyang pun sudah perlu banyak sabar.

Dalam sembahyang lebih-lebih lagi. Bila kita sebut:''Malikiyau middin'' yang bermaksud:''Tuhan yang memerintah di Akhirat'' ia jadi pemangkin untuk kita bersabar. Bersabar melaksanakan segala suruhan Tuhan. Bersabar meninggalkan segala larangan Tuhan kerana takutkan Neraka dan inginkan Syurga-Nya. Biarlah bersusah-susah sedikit. Biarlah sakit sedikit. Biarlah tidak dapat mengikut kehendak nafsu asalkan di Akhirat kita selamat. Dengan itu ia memudahkan kita untuk bersabar.

Samalah dengan orang yang mengejar dunia. Hendak sekolah bukan seronok. Hendak belajar bukan senang.Hendak masuk universiti bukan mudah. Tetapi demi untuk menjadi pandai, supaya dapat kerja dan jawatan tinggi, bersusah payah pun dibuat juga. Orang boleh bersabar menghadapi apa yang dia benci, apa yang dia suka dan apa yang menjemukan, asalkan matlamat dan cita-citanya tercapai.



Sakitnya Mujahadah

Aduh sakitnya mujahadah
Ia meletihkan, menyusahkan dan menjemukan
Tuhan! Kerana Engkau aku lakukan juga walaupun payah
Walaupun meletihkan dan menjemukan aku terus melakukannya
Di dalam susah-susah itu aku teruskan juga
Di dalam menjemukan itu aku paksa juga diriku melakukannya
Aku cuba melawan perasaan jemu itu
Aku yakin dengan rahmat-Mu suatu hari nanti Engkau bantu menjayakannya
Engkau sebenarnya hendak melihat aku bersungguh-sungguh mujahadah atau tidak
Serius melakukannya atau sebaliknya
Engkau sebenarnya hendak menguji aku
Setelah ada kesungguhan tanpa jemu Engkau akan bantu
Bersungguh-sungguh bermujahadah tanpa jemu Engkau berjanji akan tunjuk jalan
Engkau hendak tunggu aku bersungguh-sungguh melakukannya
Setelah berlaku kesungguhan itu Engkau bagi jalan
Jalan menuju-Mu yang lurus, jalan kebenaran
Bantulah aku bermujahadah Tuhan
Agar aku berjaya bermujahadah kerana-Mu
Supaya ……… engkau merentang jalan kebenaran
Agar aku menempuhnya ke jalan keselamatan

4.9.2003 – 2
Menjelang Maghrib
Allahyarham Ust. Ashaari.

Sabtu, 2 April 2011

MENGEJAR MAQAM KHUSYUK



ERTI KHUSYUK

Imam Al-Maraghy di dlm tafsirnya mengatakan
bhw yg dimaksud dgn org2 yg khusuk ialah org2 yg tunduk sambil menghinakan diri di hadapan Allah swt disertai dgn rasa takut dan tenangnya anggota badan.

Ibn abbas berkata,
bhw org yg khusuk itu adalah org2 yg takut dan menghinakan diri ketika solat di hadapan Allah swt krn kebesaran dan keagungan yg dimiliki oleh Allah swt dan tercipta dlm hati nya betapa hebatnya kewibawaan Allah swt.

Imam Al Ghazali pula berpendapat,
bhw khusuk itu adalah merupakan sifat2 hati berupa rasa bimbang dan takut.

Ttg perkara khusuk dlm solat ini terdpt 2 pendapat ulama fiqh.

Ada yg menetapkan bhw khusuk adalah merupakan rukun di dlm solat, oleh krn itu khusuk di dlm solat adalah wajib hukumnya.

Ada pula berpendapat, bhw khusuk adalah merupakan keutamaan di dlm solat,

Kalau kita perhatikan, sebahagian besar kitab2 fiqh, nyatalah bhw ulama2 fiqh tidak memasukkan khusuk sbg salah satu dr rukun solat, sehingga kita dpt mengatakan bhw umumnya mereka berpendapat khusuk itu termasuk keutamaan solat.


Petikan:

" Khusyuk ialah rasa-rasa di hati terhadap Allah SWT termasuk rasa Allah itu Maha Hebat, Maha Agung, Maha Berkuasa, Maha Perkasa, Maha Gagah, Maha Penyantun, Maha Lemah-lembut, Maha Pemurah, Maha Pemaaf dan sebagainya. Khusyuk juga termasuk merasa malu, hina, berdosa, lemah, dhoif dan bergantung harap kepada Allah SWT. "

Dalam hidup ini, kita tidak akan terlepas dari ujian sama ada ujian nikmat mahupun ujian kesusahan. Islam mengajar kita bahawa dalam menerima nikmat, kita harus bersyukur dan dalam menghadapi kesusahan, kita harus bersabar.

Ini sesuai dengan firman Allah di dalam sebuah Hadis Qudsi yang bermaksud:

” Kalau Kami uji kamu dengan nikmat, kamu tidak mahu bersyukur. Dan kalau Kami uji kamu dengan kesusahan, kamu tidak mahu bersabar, maka nyahlah kamu dari bumi dan langit Allah ini dan carilah Tuhan yang lain selain Aku. ”

Di antara ujian nikmat dan ujian kesusahan ini, penerimaan manusia berbeza-beza. Umumnya, manusia tidak suka dengan ujian kesusahan kerana mereka tidak suka kepada penderitaan.

Tetapi bagi orang-orang yang hampir dengan Allah atau orang-orang Muqarrabin, mereka takut dengan ujian nikmat dan kesenangan kerana ia melalaikan.

Ia boleh menggelapkan hati. Mereka lebih senang dengan ujian kesusahan kerana dengan demikian mereka lebih mudah menginsafi diri, memperbaiki diri dan menghampirkan diri dengan Tuhan. Bila dalam kesusahan, hati mereka lebih sensitif dan mereka lebih banyak dapat mengingat Tuhan. Ujian kesusahan juga dapat mendidik mereka menjadi sabar, tawakal dan bergantung harap dengan Tuhan. Ujian kesusahan dapat menghapuskan dosa-dosa mereka dan dapat meningkatkan darjat mereka di Akhirat.

Itu sebabnya para Sahabat sangat berdukacita kalau dalam satu hari itu, mereka tidak diuji dengan kesusahan. Mereka merasakan Allah telah melupakan dan tidak mempedulikan mereka lagi. Apabila datang ujian, barulah mereka bergembira semula kerana merasakan bahawa Allah masih memberi perhatian kepada mereka.

Tidak hairanlah mengapa para Sahabat sangat mudah bersabar dengan ujian-ujian kesusahan, sakit, kekurangan makanan, ditipu, dimaki hamun, disusahkan, dicaci, dihina dan dikhianati. Kesemuanya mereka terima dengan penuh sabar dan insaf.

Mereka bersyukur kerana berlakunya perkara-perkara itu pada diri mereka sebab untungnya besar. Malahan, kalau ada orang yang berbuat jahat pada mereka, mereka balas dengan kebaikan. Kadang-kadang mereka memberi hadiah kepada orang tersebut tanda berterima kasih.

Mereka mampu menghayati firman Allah yang bermaksud:
Berbuat baiklah kepada orang yang berbuat jahat kepada kamu.

Sebab itu juga, di zaman Sahabat, maki hamun, cacian, penghinaan, penipuan, disusahkan , dikhianati dan sebagainya yang berlaku, jarang mencetuskan pergaduhan dan perbalahan kerana pihak yang dizalimi sentiasa merasakan ia satu rahmat yang menguntungkan.

Itu jugalah sebabnya, di dalam sesebuah masyarakat bagaimana baik pun masyarakat itu, Allah tetap akan adakan kejadian dan hal-hal yang sedemikian untuk membuka ruang yang seluas-luasnya bagi manusia bermujahadah, bersabar, meminta dan memberi maaf.

Kalau sesebuah masyarakat itu terlalu baik dan bersih hingga tidak ada lagi yang berbuat jahat, yang menipu, yang mencaci, yang memaki atau yang menghina, maka tertutup rapatlah pintu mujahadah.

Sebenarnya kita mendidik masyarakat dan kita dididik menerusi masyarakat. Allah menggunakan manusia untuk mendidik manusia. Pusingan ini berjalan terus dan tidak akan putus-putus hinggalah ke hari Qiamat.

Di antara bersyukur dan bersabar pula, bersyukur lebih berat untuk dilaksanakan. Dalam bersabar, kita hanya perlu menahan perasaan dan menyerah diri kepada Allah. Tetapi di dalam bersyukur, kita terpaksa bekerja keras untuk mengorbankan segala nikmat yang kita perolehi ke jalan Allah. Itulah hakikat bersyukur yang sebenarnya.

Namun demikian, sabar menerima ujian kesusahan itu ada tahap-tahapnya seperti mana yang berlaku pada Rabiatul Adawiyah dalam sejarah hidupnya. Pada suatu hari, Rabiatul Adawiyah jatuh sakit. Beliau diziarahi oleh Hasan Al Basri, Zunnun dan Malik bin Dinar.

Berkata Hasan Al Basri kepada Rabiatul Adawiyah:
ini ujian dari Tuhan, maka hendaklah kamu bersabar.

Maka jawab Rabiatul Adawiyah:
ada yang lebih baik dari bersabar.

Berkata pula Zunnun:
ini ujian Tuhan. Maka hendaklah kamu redha.

Rabiatul Adawiyah menjawab:
ada yang lebih baik dari redha.

Malik bin Dinar pula berkata:
sakit ini sebenarnya adalah hadiah Allah kepada kamu. Maka hendaklah kamu bersyukur.

Jawab Rabiatul Adawiyah:
ada yang lebih baik dari bersyukur.

Maka bertanya Malik bin Dinar:
kalau sabar tidak memadai, redha tidak memadai dan syukur pun tidak memadai, apakah sebenarnya yang engkau rasakan?

Rabiatul Adawiyah menjawab:
sebenarnya aku sudah lupakan kesusahan yang Allah timpakan terhadap diriku ini.

Melupakan segala ujian dan kesusahan
yang Allah timpakan kepada kita dan

mengingat-ingat segala nikmat
yang Allah kurniakan kepada kita, juga


melupakan segala ibadah dan kebaikan

kita kepada Allah dan

mengingat-ingat dan mengenang-ngenangkan
segala dosa dan kejahatan kita kepada Allah

termasuk dalam jalan kebenaran.

Jelas bagi kita bahawa nikmat atau kesusahan itu sendiri sebenarnya tidak penting. Perkara yang lebih penting ialah bersyukur dan bersabar kerana itulah untungnya dalam kita menghadapi kesenangan dan kesusahan. Maqam sabar pula boleh ditingkatkan kepada maqam redha, syukur dan lupa.

Namun ada seperkara lagi yang patut kita usahakan di dalam kita menerima ujian sama ada ujian nikmat atau ujian kesusahan iaitu khusyuk.

Khusyuk
ialah rasa-rasa di hati terhadap Allah SWT termasuk rasa Allah itu Maha Hebat, Maha Agung, Maha Berkuasa, Maha Perkasa, Maha Gagah, Maha Penyantun, Maha Lemah-lembut, Maha Pemurah, Maha Pemaaf dan sebagainya. Khusyuk juga termasuk merasa malu, hina, berdosa, lemah, dhoif dan bergantung harap kepada Allah SWT.

Apabila kita menerima nikmat Allah, contohnya
kita dijamu makan minum yang banyak dan lazat, maka hendaklah kita berfikir dan bertafakur. Dengan amalan kita yang sedikit dan dosa kita yang begitu banyak, Allah bagi juga kita merasa makanan yang banyak dan lazat yang kita tidak layak menerimanya. Akan timbul rasa malu dengan Allah di hati kita dalam menerima nikmat-Nya itu.

Maka rasa malu inilah khusyuk dan ia adalah makanan bagi roh dan jiwa yang jauh lebih baik dan lebih lazat dari makanan lahir yang terhidang di hadapan kita.

Kalau kita diuji dengan kesusahan pula, contohnya
kereta yang kita pandu remuk dan rosak terlanggar pokok, maka hendaklah kita berfikir dan bertafakur. Ini kecil. Bukan setakat kereta rosak dan remuk tapi Allah boleh buat lebih dari itu ke atas diri kita dan tidak ada siapa pun yang mampu menolak-Nya. Allah boleh matikan kita kalau Dia mahu. Maka akan timbul rasa takut, gerun, cemas dan bimbang dalam hati kita.

Maka itulah khusyuk iaitu makanan bagi roh dan jiwa kita yang jauh lebih bernilai dari kerugian kereta kita yang rosak itu.

Inilah perkara tambahan
yang patut kita usahakan di dalam kita menerima nikmat dan kesusahan dari Tuhan iaitu rasa-rasa khusyuk dengan Tuhan melalui berfikir dan bertafakur.


Ada Hadis yang bermaksud:
Bertafakur satu saat itu lebih baik dari sembahyang seribu rakaat yang tidak khusyuk.

Nukilan:Ust Allahyarham Ust. Ashaari. Muhammad

Ahad, 27 Februari 2011

Mengejar Khusyu dalam sembahyang


Sembahyang 5 waktu ibarat mekanisma yg berperanan sebagai check & balance kehidupan mukmin. Ianya boleh menjadi monitor kpd haluan hidup. Melalui sembahyang para mukmin akan mampu bertahan dgn aqidah yg benar dan syariat yg tepat.

Allah swt berfirman
hari yg tidak bermanfaat harta dan anak2 kecuali mrk yg kembali kepd Allah dgn hati yg sejahtera (bersih dan beriman).

Surah Asy Syuara ayat 88-89

Utk menjadikan sembahyang itu sampai kepd peringkat yg sejahtera (mutmainnah) maka perlu memenuhi syarat2 batin.

Langkah2 ini termasuk dlm usul fiqh yg bermaksud:
tidak sempurna sesuatu yg wajib melainkan jalan2 ke arah kesempurnaannya juga wajib.

Walaupun syarat batin ini tdk diwajibkan secara hukum qatie (putus ), namun ianya perlu utk mencapai kesempurnaan sembahyang iaitu khusyuk.

Orang mengaitkan khusyuk dgn sembahyang. Justeru itu ramai org hanya mengusahakan khusyuk ketika hendak memulakan sembahyang khususnya semasa takbiratul ihram. Ketika itulah kita cuba & berusaha utk menumpukan perhatian dan menghadirkan hati di dalam sembahyang.

Kefahaman khusyuk spt ini telah menyimpang dari erti dan maksud khusyuk sebenarnya. Krn salah faham inilah maka ramai org gagal mencapai khusyuk meskipun telah bersembahyang berpuluh2 tahun.

Sebab itu kesan sembahyang tidak ada terhadap diri, akhlak,& peribadi. Jika adapun sgt kurang atau minimum iaitu tdk nampak perubahan pada diri dan peribadi meskipun tlh bersembahyang berpuluh2 thn.]

Tidak khusyuk di dlm sembahyang adalah kerana tidsk khusyuk di luar sembahyang

Tuntutan khusyuk bukan terhad ketika di dalam sembahyang shj. Tetapi dituntut supaya berada dlm keadaan khusyuk setiap masa walaupun di luar, lbh2 lagilah di dlm sembahyang. Tuhan bukan wujud hanya dlm sembahyang. Tuhan wujud setiap masa dan ketika.

Kalau tidak khusyuk di luar sembahyang, agak mustahil dapat khusyuk di dlm sembahyang. Tidak khusyuk di dlm sembahyang adalah kerana tdk khusyuk di luar sembahyang.

Sekiranya seseorg khusyuk di luar sembahyang, khusyuk itu sudah pasti berterusan dan akan dibawa ke dlm sembahyang. Hanya apabila di dlm sembahyang, rasa khusyuknya itu lebih subur dan lebih tajam krn sembahyang itu ada rukun, syarat2 sah batalnya dan disiplinnya.

Tidak timbul hati tidak hadir dlm sembahyang atau teringat perkara2 lain di luar sembahyang krn org yg khusyuk itu, hatinya sentiasa bergelora dgn Tuhan.

Org yg khusyuk itu ialah org mukmin yg berjiwa tauhid. Org yg rasa cinta dan takutnya dgn Tuhan sentiasa mencengkam jiwa dan hati nuraninya. Rasa kehambaan dan rasa berTuhan begitu kuat hingga memenuhi pelosok hati dan perasaannya.

Rasa2 ini tidak lekang dan dibawanya ke mana shj dia pergi. Rasa cinta dan takut Tuhan menguasai jiwa dan fikiannya. Dia khusyuk di luar sembahyang lebih2 lagilah di dlm sembahyang.

Khusyuk itu bukan perkara akal atau fikiran atau meditasi.
Jika hanya mampu membawa akal dan fikiran shj ke dlm sembahyang, paling tinggi kita hanya akan dpt menumpukan perhatian dan tidak lebih dari itu. Kita tdk akan dpt rasa hebat dgn Tuhan, rasa Allah itu Maha Agung, Maha Berkuasa, Maha Perkasa, Maha Pengampun, Maha Penyayang dsbnya.

Jauh sekalilah kita dapat rasa berkasih sayang, bermanja2, meminta2, mengadu2, berbual2, berdialog atau mencurahkan segala rasa dan isi hati kita kpd Tuhan.

Khusyuk adalah perkara hati, jiwa dan roh. Ini melibatkan rasa. Iaitu rasa2 terhadap Tuhan, terhadap ciptaan2 Tuhan, terhadap diri kita sebagai hamba, terhadap dosa dan pahala, Syurga dan Neraka dan sbgnya.

Ibn abbas berkata,
bhw org yg khusuk itu adalah org2 yg takut dan menghinakan diri ketika solat di hadapan Allah swt krn kebesaran dan keagungan yg dimiliki oleh Allah swt dan tercipta dlm hatinya betapa hebatnya kewibawaan Allah swt.

Imam Al Ghazali pula berpendapat, bhw
khusuk itu adalah merupakan sifat2 hati berupa rasa bimbang dan takut.

Perkara yg bersangkut paut dgn akal atau fikiran mungkin mudah dimulakan dan ditamatkan spt kita membuka dan menutup suis lampu atau channel televisyen. Setakat membawa fikiran dan kesedaran akal kita ke dlm sembahyang mungkin lbh mudah dan boleh dibuat ketika bertakbiratul ihram.

Tetapi utk membawa rasa, ini mustahil. Kalau rasa khusyuk tidak wujud di luar sembahyang atau sebelum sembahyang. Maka ia terus tidak akan wujud di dlm dan di sepanjang masa kita sembahyang. Sebab perkara roh, hati dan jiwa yg membawa kpd rasa2 ini ialah hasil dr penghayatan dan penjiwaan. Ia tidak boleh di buka atau ditutup atau di onkan atau di offkan ikut sesuka hati kita.

Ia adalah keadaan hati itu sendiri.

Kalau ada rasa khusyuk maka khusyuklah dia. Kalau tdk ada maka dia tdk akan dpt khusyuk.

Sembahyang yg benar2 khusyuk ialah sembahyang yg sentiasa mempunyai rasa2 yg berubah dari satu rasa ke satu rasa yg lain sesuai dgn rukun dan bacaan dlm sembahyang dari mula takbiratul ihram hingga kpd salam.

Untuk mencapai rasa2 ini, ia terlbh dulu mesti diusahakan dlm keadaaan biasa di luar sembahyang. Hanya di dlm sembahyang, ia disubur, dihidup dan ditajamkan lagi supaya kita lebih dpt berinteraksi, berhubung hati dan berhubung rasa dgn Tuhan.

Soalan 1


Adakah akal dan fikiran itu berbeza dari roh, hati dan jiwa?
Bagaimana itu boleh berlaku?
Bukankah akal itu perbezaan manusia dengan binatang?

Dan bagi saya yang tak berilmu ini, Akal, fikiran jiwa, rasa dsbgnya adalah muncul dari seseorang yang sama dan tidak perlu dibeza-bezakan. Kesemuanya mewakili perkakasan mental seseorang itu yang dianugerahkan Allah kepadanya untuk melakukan perkara-perkara fizikal dan mental di dunia yang fana ini.

Huraian

Dunia ini atau kehidupan manusia dicorak samada baik atau buruk, memberi manfaat atau mudharat, yg boleh mendatangkan kasih sayang atau mengharu-birukan....ada 3 unsur yg tidak nampak dlm diri manusia yg sgt memainkan peranan mendorong lahiriah manusia. Iaitu Akal, Nafsu dan Roh.

Makhluk yg 3 inilah yg tdk nampak dan bersifat rohani dan maknawi yg memperalatkan anggota lahir bertindak. Anggota lahir tidak faham apa2 hanya menjadi alat semata2 kpd akal, nafsu dan roh.

Memang benar realitinya kita bukan dari kalangan orang yg hanya menggunakan akal shj, atau menggunakan nafsu shj dan tidak juga menggunakan roh shj. Ianya digabung2 kan.

Jadi bagaimana sebenarnya hal ini?

Akal tugasnya memproses maklumat dan kemudian dikeluarkan bila perlu. Proses inilah dipanggil berfikir.

Nafsu itu tugasnya merangsang akal atau roh sebab itu nafsu itu kena dididik menjadi nafsu yg baik agar rangsangannya pada akal dan roh juga baik.

Roh pula terbagi dua iaitu
roh hayah (hayat) yg merupakan nyawa kita. Jika ditarik maka kita mati.

Roh insan pula ialah roh yg memberi kita rasa2 atau perasaan spt gembira, sedih, takut, geli dsbnya.

Roh insan inilah yg boleh diasah dan pertingkatkan. Roh insan inilah yg mesti dipertajamkan dgn rasa2 berTuhan dan rasa2 kehambaan di luar sembahyang lebih2 lagi di dalam sembahyang. Roh insan inilah yg kita mesti latih tubi selagi roh hayah ada dibadan utk mendpt taraf khusyuk di luar sembahyang apatah lagi di dlm sembahyang.

Maka bagi kita, tentunya mahu memilih roh sebagai sumber rujukan. Namun kerana kelemahan roh maka kadang2 kita terpengaruh juga dgn kehendak akal dan selalu terdorong juga dgn kehendak nafsu.

Kita diperingkat mujahadah. 3 unsur dlm diri manusia ini saling berperang utk mahu menguasai manusia. Akal, kerana keegoannya, mahu org tunduk kepadanya semata2. Begitu juga nafsu. Roh juga ada keinginan itu.

Biasanya org hendak kepada kebaikan tetapi mujahadah tidak kuat, ia pergi ke akal. Tidak pergi ke nafsu. Tapi selalunya kekuatan logik akal juga sering tersasar dari apa yg dikehendaki oleh roh. Bagi org yg tidak fikir baik buruk, mujahadah tidak kuat, ia terus pergi kepada nafsu.

Kalau rohani lemah, akal akan menuntut kebebasan. Akal yang bebas akhirnya akan dipengaruhi oleh nafsu (merangsang). Gandingan akal dan nafsu ini ibarat api yang menyemarak dihutan yang kering. Selagi ada hutan, selagi itulah dia akan membakar. Lagi tebal hutan, lebih semarak lagi apinya.

Jadi di sinilah kita tahu kenapa roh/hati yang buta mesti dicelikkan, peranan roh itu mesti dicergaskan, dihidupkan, ditingkatkan kualitinya dgn 'makanan' yg tepat supaya fizikal kita tdk merana jika hanya dicorak oleh akal dan nafsu semata2 langsung tidak dpt dicorak oleh roh atau corakan roh hanya sekali-sekala.


Ibadah Yang Cuai

Ibadah yang berbagai-bagai aspek tujuian hendak memberi cahaya kepada hati
Ibadah yang dihayati ia memberi cahaya kepada jiwa
Cahaya itu adalah hidayah daripada ALLAH
Cahaya hati itu ialah keinsafan, rasa kehambaan

Rasa berTuhan, rasa takut dan cintakan Tuhan
Rasa rendah diri kepada Tuhan, baik sangka dengan-Nya
Redha dan sabar, merendah diri, rasa hebatnya Tuhan

Jangan pula ibadah itu menggelapkan hati
Jangan pula ibadah itu menghitamkan jiwa
Bagaimana ibadah menghitamkan jiwa?

Lepas ibadah senang hati, takut dengan Tuhan hilang
Rasa bangga pula datang
Ujub pun rasa berbunga di dalam jiwa
Orang yang tidak beribadah mulalah dia menghina
Dia rasa ibadahnya akan menyelamatkannya
Takut dengan su'ul khatimah hilang dari jiwa
Begitulah dia beribadah setiap masa

Semakin banyak dia beribadah, semakin aman dia rasa
Semakin ke hujung dia beribadah semakin bangga
Hingga takutnya dengan Tuhan hilang semuanya
Ibadah yang semacam itulah yang dimaksudkan ibadah yang menghitamkan jiwa

Dari ibadahnya tidak mengubah perangainya
Ibadah yang semacam itulah yang menipu dirinya
Ibadah yang dibuat tidak sampai matlamatnya

Sepatutnya ibadah itu untuk menebalkan rasa kehambaan
Tapi hasil ibadahnya dia rasa tuan pada dirinya
Marilah kita berlindung dengan Tuhan dari ibadah yang begini rupa

Allahyarham Ust. Ashaari.

Soalan 2


Bagi saya, solat atau kalimah tauhid tertanam di dalam jiwa sama saja maknanya bila saudara mengatakan solat dan kalimah tauhid tertanam dalam dalam fikiran.

Adakah bila kita merasa sedih atau gembira, kita tidak menggunakan fikiran?
Apabila kita menganalisa sesuatu, adakah kita tak menggunakan perasaan?
Adakah roh kita tidak terlibat dalam proses-proses sebegini?

huraian

Katalah suatu hari kita buat jungle tracking dlm hutan... alih2 tersesat. Dalam keadaan terpingga2 spt itu, tiba2 kita ternampak kesan tapak kaki harimau dan tak semena2 dlm beberapa minit kita dengar ngauman hingga tanah yg kita pijak rasa bergegar.....pada masa itu...apa keadaan diri kita?

Mari kita lihat dlm keadaan spt ini, diri kita akan melalui 3 peringkat.

Peringkat pertama,
tentu otak/fikiran akan proses maklumat (nampak kesan tapak kaki harimau tersebut) dan kemudian mengeluarkannya, iaitu kita akan kata...

"ini nampak gayanya tapak harimau ni...."

Tapi fikiran kita di waktu itu tidak rasa takut sbb yg takut bukan fikiran. Takut bukan suatu perkara yg boleh diajar2 pada akal sbb ia makhluk Tuhan yg tdk dijadikan utk 'merasa.' Peranan akal hanya akan terhenti setakat menerima dan memproses maklumat bukan sampai merasa.

Peringkat kedua,
barulah maklumat dr otak itu tadi dihantar ke hati kita yg sekaligus akan merangsang hati utk rasa takut. Atas rasa takut itulah hati mengarahkan semula akal agar kena beredar segera dari situ! Di peringkat ini akal masih main peranan.

Peringkat ketiga,
belum pun sempat kita nak beredar dari situ...tup2 telinga kita dah berdesing akibat terdengar ngauman harimau..apalagi jawabnya... 'kita akan cabut lari lintang pukang mcm tak cukup tanah'....

Diperingkat ketiga ini....saya nak tanya..apakah akal masih main peranan iaitu mengarahkan kita agar lari ?

Jawapannya tentu tidak, sbb di masa kita sudah teramat-amat takut... diperingkat ini makhluk akal sudah pun 'jammed' hingga kita tak sedar apa jua tindakan kita!

Di sini cuba kita kaitkan dgn persoalan nampak kesan tapak kaki harimau dgn khusyuk didlm sembahyang. Kita boleh nilai dan faham di mana peringkat sembahyang kita.

Dalam sembahyang tidak menafikan peranan akal lebih2 lagi golongan orang awam macam kita yg perlu belajar dan hafal apa makna2 sembahyang. Di waktu ini akal memang sgt berperanan sbb maklumat perlu diproses oleh akal.

Tetapi apakah maklumat yg dipelajari dan diproses menjadi bahan berfikir itu cuba di hantar ke hati?

Sebab itulah di katakan bahawa khusyuk di akal masih boleh di 'on' dan di offkan' kerana sifat akal itu bukan merasa dan menghayati sedangkan utk khusyuk ialah soal merasa.

Bawalah fikiran sepenuhnya ke dlm solat sekalipun tetapi jika hanya di fikiran..ia tetap diistilahkan belum khusyuk spt yg Tuhan mahu. Kategori sembahyang spt ini masih dianggap org yg lalai didlm sembahyangnya.

Sedangkan jika sudah peringkat kedua (dr cth hati sudah takutkan harimau) iaitu peringkat yg sudah ada usaha utk menghayati iaitu 'merasa' dgn hati/roh apa2 makna dlm bacaan, barulah dikatakan kita dlm peringkat berusaha utk khusyuk. Itupun bergantung pada latih tubi yg kita kena usahakan sungguh2.

Sebab jika hati kita masih tidak kuat rasa2 berTuhan dan rasa2 kehambaan maka penghayatan sembahyang kita akan lebih condong pada penghayatan diakal semata2.

Akan berlaku berbolak-balik penghayatan kita. Sekejap dihati sekejap di akal. Sekejap di akal sekejap pula turun ke hati. Itulah kenapa kita akan merasa sekejap kita rasa 'hadir' dlm sembahyang sekejap tidak 'hadir' pulak tapi pada masa yg sama kita bukan tak faham makna2 bacaan..

Solat peringkat ini masih kategori lalai meskipun sudah agak baik. Sebab masih main tarik tali dgn Tuhan.

Muga2 ketika mendirikan sembahyang dimana timing kita yg tidak ada rasa itu Tuhan ampunkan.

warm-up

Di sinilah betapa pentingnya kena warm-up dulu sebelum solat...warm-up itulah yg dikatakan usahakan khusyuk di luar sembahyang. Rasa2 kehambaan dan rasa2 berTuhan sudah ditempa2 diluar sembahyang di dalam kehidupan harian kita.

Katalah lagi setengah jam nak solat, kita sibuk dgr lagu2 Siti..(sebagai cth). Jadi bila masuk sembahyang, tdk mustahil lagu2 Siti itulah yg akan memberi 'rasa2' pada kita sepanjang kita memahami bacaan dlm sembahyang kita.

Di sinilah kenapa 'rasa2' utk benar2 merasai apa yg di ucapkan pada setiap makna bacaan kita TUMPUL tidak TAJAM!

Kalaupun bibir dan akal kita sebut Allahu Akbar....tapi roh kita hanya rasa Allah tu tak lah sebesar mana. Begitu juga masa sujud....roh kita cuma rasa Allah itu taklah sesuci dan setinggi mana pun. Bila duduk antara dua sujud roh kita tak rasa pun automatik merintih minta diri kita diampunkan, dirahmati, ditinggikan darjat, dicukupkan, direzekikan dan begitulah seterusnya.

Memang akal kita akan kata betapa besar dan betapa tingginya Allah SWT itu atau betapa kita tersgt memerlukan Allah dlm menunaikan permintaan kita tapi hakikatnya roh kita tidaklah seiring ataupun sampai levelnya ke tahap level spt yg bibir dan akal kita akui. Inilah yg dikatakan khyusyuk itu ada level2nya bergantung kuat atau tajamnya 'rasa2' yg boleh roh kita capai!

Sebab itulah kita tak boleh bohong soal khusyuk ini dgn ukuran akal dan lafaz. Inilah yg di maksudkan khusyuk itu adalah KEADAAN HATI ITU SENDIRI.

Jika ada khusyuk maka khusyuklah dlm sembahyang, jika tidak maka tidaklah ada khusyuk.

Akhir sekali kita lihat peringkat ketiga (dr cerita di atas)
iaitu peringkat akal tidak lagi memainkan peranan. Iaitu roh/hati sudah dominan dari akal dan nafsu

Sembahyang pada peringkat ini....oleh kerana 'rasa2' kehambaan dan rasa2 berTuhan sudah menebal dan tajam iaitu makna2 bacaan sudah benar2 dijiwai, automatik penghayatan roh tidak berbolak-balik atau turun naik antara akal dan rasa.

Di ketika inilah seseorang itu akan tenggelam dlm lautan rasa...
spt rasa betapa hebatnya, betapa agungnya, betapa mulianya, betapa besarnya Allah dan pelbagai lagi (rasa2 berTuhan) dengan berselang-seli pula tercetus dgn sendirinya rasa gerun teramat sangat, rasa berdebar2, rasa lemah lutut, rasa kecut perut tak boleh nak cakap dsbnya. Hingga terkadang tu terlihat fizikal akan sedikit menggigil.

Di samping itu roh akan berselang-seli juga dgn rasa2 kehambaan yg tidak ada taranya spt rasa kerdilnya, rasa betapa harapkan pertolongan, rasa rindu, rasa serba tidak kena, rasa pilu dan ngilu, rasa hiba bagai nak pecah dada, rasa berdosa yg amat sangat, rasa langsung tak punya apa2 dsbnya. Ringkasnya ialah deretan lautan rasa yg sukar utk di luahkan dlm bahasa akal.....

Inilah peringkat sembahyang yg sudah ada nilai di sisi Tuhan. Yg sudah mencapai maqam khusyuk. Sembahyang spt inilah yg dikatakan dapat mencegah kemungkaran.

Terjadinya level2 khusyuk dlm sembahyang ialah bertitik tolak dari tidak kenal Tuhan dan tidak mampunya kita untuk sembah Tuhan (sembahyang seolah2 kita sedang nampak Tuhan. Inilah yg dimaksudkan dgn berjiwa tauhid bukan sekadar berakal tauhid semata.

Sebagaimana kita kenal betul2 harimau dan boleh pula nampak harimau. Tetapi kenapa cukup dgn hanya nampak bekas tapak kaki dan bunyi ngauman sahaja, kita dah atur langkah seribu, padahal belum pun harimau itu muncul di depan mata.

Samalah bukankah kita sudah tahu sifat2 Tuhan meskipun kita bukan boleh nampak Tuhan tapi kenapa kita tidak boleh bersikap spt sikap kita terhadap harimau itu tadi?

Ini kerana sedari kecil kita dah dikenalkan apa itu harimau, kekuatannya dan akibat yg boleh kita terima dari harimau hingga kejadian harimau dan segala kelebihannya kita dah jiwai betul2. Jadi kita dah kenal betul2lah harimau itu mcm mana. Munasabahlah kita sgt takutkan harimau. Sedangkan kita kenal Tuhan tidakpun sampai begitu.

Meskipun akal boleh proses maklumat melalui pembelajaran, Allah itu begian2 dan kita ini hamba yg sekian2, oleh kerana pendidikan kita sudah rosak ratusan tahun di mana tidak menekankan pendidikan soal roh hanya soal hukum itu dan ini dan syariat sana-sini, jadi itulah sebabnya kita susah nak timbulkan rasa2 berTuhan pada roh kita.

Jika rasa2 berTuhan tiada atau tak kuat macam mana hendak timbul rasa2 kehambaan. Macam mana nak capai maqam khusyuk. Sudah tentu kita lebih seronok luangkan lebih masa ambil tahu pasal makhluk, pasal peristiwa harian, pasal makan pakai kita atau pasal kerja kita.

Jadi sama2 kita berusaha tanpa jemu, cari jalan atau lahirkan sebab utk subur2 kan rasa2 berTuhan dan rasa2 kehambaan terhadap roh kita setiap hari agar KEADAAN HATI/ROH kita termasuk golongan roh2/hati2 yg khusyuk.Kerana itulah kunci utk mendapat khusyuk di luar sembahyang seterusnya membawa khusyuk itu ke dalam sembahyang. Amin


Allahu Akbar Satu Sifat Tuhan,

Allahu Akbar satu sifat Tuhan,
di dalamnya terkandung atau terhimpun
seluruh sifat-sifat Allah yang sempurna
Sebagai yang terpokok yang wajib diketahui
itulah dia sifat Tuhan yang dua puluh
Yang lebih terperinci ialah Asmaul Husna yang 99
Kalau secara detail Maha Besarnya Tuhan itu

Dia mempunyai sifat-sifat yang sempurna yang tidak dapat dihinggakan
Kerana itulah di dalam sembahyang perpindahan dari rukun ke rukun
disuruh menyebut Allahu Akbar
Di dalam apa sahaja kemenangan
disuruh jangan tinggalkan menyebut Allahu Akbar
Fahamlah kita Allahu Akbar,
Tuhan ada mempunyai himpunan sifat-sifat yang sempurna tidak berkesudahan
Menyebut sahaja Allahu Akbar,
ertinya kita mengakui keseluruhan sifat-sifat kesempurnaanNya
Allahu Akbar ini kalaulah Tuhan rasakan kepada gunung-ganang,
hancur-luluhlah gunung
Kalau Allah Taala rasakan kepada lautan,
akan bergelombang besarlah laut,
Banjirlah dunia
Matilah semua kehidupan di laut dan di daratan
Jika kehebatan Allahu Akbar itu dirasakan kepada langit runtuhlah langit
Berguguran segala matahari dan bulan dan seluruh planet,
kiamatlah dunia sedelum Kiamat
Kalau Allah Taala rasakan pula kepada bumi,
Bergerak dan bergelombanglah bumi, mati semua kehidupan
Jika dirasakanlah kepada para binatang,
akan matilah bergelimpangan di daratan dan di lautan

Allah Taala rasakan kepada orang yang bertaqwa mengikut ketaqwaannya
Tuhan sukat rasa itu mengikut peringkat peringkatnya
Kalaulah Tuhan rasakan kepada golongan yang bertaqwa
Allahu Akbar itu lebih daripada yang sepatutnya
Di waktu itu matilah mereka
kerana tidak tahan dengan rasa kehebatan Allahu Akbar
Maha Besar Tuhan, MahaAgung, Zat Yang Maha Esa
Siapa sahaja tidak terasa kehebatan Tuhan,
atau tidak gementar dengan kebesaran Allah
Rohnya sudah mati sebelum kematian badannya
Marilah kita berlindung dengan Allah,
daripada tidak terasa kebesaran Tuhan.

Allahyarham Ust. Ashaari.