Ahad, 12 Julai 2015

APAKAH SIKLUS 100 TAHUNAN SUDAH DIMULAI ? pt2



Data Karakteristik Pendukung Dajjal menurut hadis bukan ilham atau kasyaf atau melalui mimpi


ustadz Ibnu Abdillah yang mengkaji hadits-hadits tentang keterkaitan khowarij dengan dajjal dan membuahkan hasil yang cukup akurat bahwa kaum wahhabi kelak akan menjadi pengikut dajjal, membuat saya tertarik untuk mengkaji lebih dalam data-data dan bukti-buktinya.

Semoga artikel ustadz Ibnu Abdillah tersebut membuka mata hati para korban doktrin wahabi dan mau kembali ke ajaran Ahlus sunnah waljama’ah. Dan pada kesempatan ini, saya akan mengetengahkan kepada pembaca data dan bukti tentang ini yang lebih akurat dan valid lagi, sehingga lengkap sudah data dan bukti bahwa kelak kaum wahhabi/salafi akan menjadi pengikut dajjal bersama-sama kaum yahudi.

Kunci informasi tentang hal ini adalah hadits Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam sebagai berikut :

“ Akan muncul sekelompok manusia dari arah Timur, yang membaca al-Quran namun tidak melewati tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn (kurun /generasi) mereka putus, maka muncul generasi berikutnya hingga generasi akhir mereka akan bersama dajjal

(Diriwayatkan imam Thabrani di dalamAl-Kabirnya, imam imam Abu Nu’aim di dalam Hilyahnya dan imam Ahmad di dalam musnadnya)

Dalam riwayat yang lain :

“Abdullah bin Umar berkata :

“ Aku telah mendengar Rasulullah shallahu ‘alaihiwa sallam bersabda :

 “ Akan keluar suatu kaum dari arah Timur yang membaca al-Quran namun tidak melewati kerongkongan mereka, tiap kali putus generasi,maka tumbuhlah generasi berikutnya hingga generasi sisa mereka akan keluar besama dajjal “

(HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya )

Dalam hadits panjang tentang kaum khowarij, di akhir disebutkan :

“Mereka akan terus muncul hingga generasi akhir mereka keluar bersama dajjal “
(Ditakrij oleh imam an-Nasai danal-Bazzar)

Kesimpulan pasti hadits-hadits di atas yang tak boleh diingkarinya adalah :

-Kaum khowarij akan memiliki generasi di setiap zamannya
-Generasi akhir kaum khowarij akan menjadi pengikut dajjal
-Ciri-ciri generasi kaum khowarij tersebut antara lain ; Munculnya dari arah Timur, Selalu membaca al-Quran.

Tiga kesimpulan di atas, adalah informasi tetap (nash) dari Nabi yang tidak bisa dingkari dan tidak boleh mengingkarinya.

Sekarang siapakah tepatnya generasi akhir kaum khowarij tersebut yang akan menjadi pengikut dajjal ? Yuk kita simak hadits-hadits lainnya dari Nabi yang telah menginformasikan sifat, karakter dan ciri-ciri mereka itu.  Jadi semua ini bukanlah bualan atau sok jadi paranormal yang belagak tahu hal gaib atau masa depan, tapi ini semua murni berdasarkan hadits-hadits Nabi yang sahih.

Ingat kunci ciri-ciri pokok adalah :
Senang membaca al-Quran namun tidak melewati kerongkongan mereka, keluar dari arah Timur. (Pegang ini..)

Hadits pertama :

“ Sesungguhnya setelah wafatku kelak akan ada kaum yang pandai membaca al-Quran tetapi tidak sampai melewati kerongkongan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala, mereka lepas dari Islam seperti panah yang lepas dari busurnya seandainya (usiaku panjang dan) menjumpai mereka (kelak), maka aku akan memerangi mereka seperti memerangi (Nabi Hud) kepada kaum ‘Aad “.

(HR. Abu Daud, kitab Al-Adab bab Qitaalul Khawaarij : 4738)

Penjelasan: Dalam hadits ini setelah Nabi menyebutkan ciri pokoknya yaitu suka membaca al-Quran, nabi menambahkan ciri selanjutnya  yaitu Memerangi orang Islam dan membiarkan kaum kafir. Ciri ini juga ada pada kaum khowarij yang pertama..

Melihat sejarah kaum wahhabi di awal, sangat jelas bahwa mereka penuh dengan pertumpahan darah dengan selalu memerangi kaum muslimin yang mereka anggap menyimpang dari ajaran mereka, di antara muslimin yang mereka bunuh adalah seorang amir Uyainah yaitu Ustman bin Mu’ammir yang mereka bunuh di dalam masjid, setelah sholat jum’at dan masih di tempat sholatnya di hari jum’at yang mulia. Tanpa rasa takut kepada Allah, tanpa memandang hari yang mulia, tanpa memandang tempat yang mulia bahkan di rumah Allah, tanpa takut mengotori masjid dengan najis darah dan perbuatan nista, dengan bangganya mereka membunuh Ustman bin Mu’ammir tersebut..

Tapi sekarang kita lihat sikap wahabi kepada kaum kafir..! tidak ada satu kalimat pun sejarahnya sejak awal kemunculannya hingga kini mereka berani memerangi kaum kafir, malah sekarang semakin terlihat jelas keakaraban mereka bersama kaum kafir dan yahudi..

Maka jelas, hadits di atas sesuai dengan sifat dan cirri-ciri kaum wahhabi karena memang mereka lah yang Nabi maksudkan tidak ada lainnya..

Hadits kedua :

“ Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan, mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan, mereka lepas dari Islam sebagaimana anak panah lepas dari busurnya, mereka tidak akan kembali (pada Islam) hingga panah itu kembali pada busurnya. Mereka seburuk-buruknya makhluk. Beruntunglah orang yang membunuh mereka atau dibunuhmereka. Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Quran. Barangsiapa yang memerangi mereka, maka orang yang memerangi lebih baik di sisi Allah dari mereka “,
para sahabat bertanya

“Wahai Rasul Allah, apa ciri khas mereka ?
Rasul menjawab “ Bercukur gundul “.
(SunanAbu Daud : 4765)

Penjelasan: Dalam hadits ini setelah Nabi menyebutkan ciri-ciri pokoknya yaitu suka membaca al-Quran, nabi menambahkan ciri selanjutnya yaitu ; Selalu mengajak kepada al-Quran dan bercukur gundul..

Ciri-ciri berikutnya yang ini, begitu sangat jelas dan kentara, bahwasanya kaum wahhabilah yang selalu gembor-gembor kembali kepada al-Quran kapan pun , di manapun hingga kaum awam pun mengetahui hal ini..subhanallah ciri yang ini Allah tampakkan dengan jelas sejelas-jelasnya kepada mereka untuk kita..

kita sering membaca dan temui slogan kaum wahabi di dalam situs-situs mereka, majalah, bulletin,radio, tv dan media lainnya selalu mereka meneriakkan kembali kepadaal-Quran…ciri ini begitu nyata pada mereka. Ciri ini semakin meyakinkan kita bahwa wahabilah yang Nabi maksudnya dalam haditsnya tersebut..

Hadits ketiga :

“ Akan keluar di akhirzaman, suatu kaum yang masih muda, berucap dengan ucapan sebaik-baik manusia (Hadits Nabi), membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka,mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya, maka jika kalian berjumpa dengan mereka, perangilah mereka, karena memerangi mereka menuai pahala di sisi Allah kelak di hari kiamat “.

(HR. Imam Bukhari 3342)

Penjelasan: Sebelum Nabi menyebutkan ciri pokoknya, nabi menyebutkan cirri lainnya yaitu kaum yang berusia muda, daya pikirnya lemah dan selalu berucap dengan hadits-hadits Nabi shallahu ‘alaihi wasallam..

Ciri ini juga tampak jelas kepada mereka, di Malaysia justru kaum wahabi disebut kaum muda (kelompok orang berusia muda) yang suka menghujat kaum tua (kelompok ulama terdahulu).
wahabi muncul tidak lama yaitu saat Muhammad bin Abdul wahhab secara terang-terangan mendakwahkan doktrin-doktrin menyimpangnya itu di kurun kedua belas hijriyyah. Istilahnya mereka adalah anak kemaren sore..

Daya pikir mereka juga dungu, lemah dan bodoh, terbukti sering kali salah di dalam memahami nash-nash al-Quran dan hadits Nabi juga ucapan para ulama. sehingga sering kali bertentangan dengan pemahaman mayoritas umat muslim di belahan dunia ini.

Ciri selanjutnya, mereka kaum wahabi juga suka membawakan hadits-hadits Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam

lengkap sudah ciri kaum wahabi selalu mengajak kepada al-Quran dan sunnah…

mungkin dalam hati kaum wahhabi mengeluh :

“Kenapa sih Nabi memberikan ciri-ciri yang baik seperti itu kepada kaum yang buruk itu ?? “,
 ya saya Cuma menimpali : “ Agar kaum muslimin tidak mudah tertipu dengan slogan manis kaum wahhabi, agar kaum muslimin tidak tertipu dengan topeng kaum wahhabi “.

Maka sangat jelas, ciri-ciri yang disebutkan oleh Nabi di atas adalah yanthabiqu (terealisasi) kepada kaum wahhabi/salafi, bukan yang lainnya..terlebih Nabi lebih menentukan kembali letak kaum yang memiliki ciri pokok tsb yaitu muncul dari tempat di mana kaum Rabi’ah dan Mudhar berada, renungkan hadits Nabi berikut :

“Dari sinilah fitnah-fitnah akan bermunculan,dari arah Timur, dan sifat kasar juga kerasnya hati pada orang-orang yang sibuk mengurus onta dan sapi, kaum Baduwi yaitu pada kaum Rabi’ah dan Mudhar “.
(HR.Bukhari)

Para badui yang menggembalakan sapi dan unta ada dan terbanyak sedunia hanya di Saudi Arabiah. Dan tidak bisa menghindar dan mengelak lagi, bahwasanya kaum Rabi’ah dan Mudhar hanya ada di Saudi Arabiah, maka dengan ini semakin mnguatkan keyakinan kita bahwa wahhabi lah yang nabi maksudkan dalam hadits-hadits tersebut.

Setelah data dan bukti akurat saya tampilkan dari hadits-hadits Nabi di atas, maka selanjutnya saya akan membuktikan dengan bukti dan data-data realistisnya yang begitu mudah ditemukan yang menyimpulkan keterkaitan kuat kaum wahhabi dengan dajjal dan yahudi.

Bukti pertama : Aqidah wahhabi sama persis dengan akidah Yahudi, untuk hal ini silakan baca artikel saya di blog saya ini :
http://semuatentangwahabi.blogspot.com/2012/07/bukti-kongkrit-akidah-wahabi-salafi.html

Kita tahu bahwasanya termasuk kaum yang menjadi tentara dajjal adalah kaum Yahudi. Kesamaan akidah wahabi dengan akidah yahudi menyebabkan mudah terpengaruhnya mereka dengan yahudi dan dajjal, apalagi sudah dijelaskan oleh ustadz Ibnu Abdillah Al-Katibiy bahwa akidah tajsim mereka yang kelewat batas sangat mampu mempengaruhi mereka bahwa dajjal adalah Allah, bagi mereka Allah sangat mampu melakukan apa pun, termasuk memiliki organ tubuh bahkan ulama mereka mengatakan jika Allah berkehendak duduk di punggung nyamuk, maka Allah pasti akan melakukan hal itu.. apalagi kalau hanya membentuk dalam rupa dajjal yang sangat mudah Allah lakukan menurut mereka…

Oleh sebab ini Nabi memberitahu kepada kita :

“ Sesungguhnya aku ceritakan pada kalian tentang dajjal, karena aku khawatir kalian tidak bisa mengenalinya…..”

Lihat bagaimana Nabi mengatakan takut umatnya tidak bisa mengenali dajjal, tidak bisa mengetahui dajjal, bagi kaum Ahlus sunnah sulit terpengaruh dengan dajjal melalui hal ini, sedangkan wahabi sungguh sangat mudah terpengaruh dengan dajjal dengan cara ini karena kita tahu wahabi beraqidah tasybiih bahkan sampai taraf tajsim kepada Allah Ta’alaa..

Bukti Kedua : Simbol-simbol dajjal menjadi trend dan syi’ar kaum wahhabi di manapun mereka berada dan diberbagai aspek, khusunya di Saudi Arabiah. Sangat mudah kita temukan simbol-simbol dajjal yang dipasang oleh kaum wahhabi, mustahil hal ini terjadi jika hanya kebetulan saja..
Simbol mata satu. Simbol ini adalah simbol dari dajjal atau Anti kristus. Simbol ini pun menjadi simbol ritual Fremasonry yaitu perkumpulan rahasia yang menanti-nanti kedatangan dajjal dan pemuja dajjal.

Simbol mata satu ternyata banyak ditemukan di Negara yang katanya paling bertauhid yaitu Saudi Arabia khususnya di Najd tempat munculnya kaum khowarij pertama dan tempat munculnya kaum wahhabi.

Perhatikan simbol-simbol wahhabi di bawah ini :



Dan merekapun Semakin Akrab



REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH — Kerajaan Arab Saudi dilaporkan menghapus rejim Zionis Israel dari daftar negara-negara yang menjadi musuh Negeri Petrodolar tersebut.

Situs berita Nahrain Net mengungkap kebijakan rezim Al Saud yang menghapus nama Israel dari daftar negara-negara musuh Saudi. Fars News, Selasa (9/10), melaporkan, selain menghapus Zionis Israel dari daftar musuh, Departemen Informasi Saudi memerintahkan media-media di negara tidak mempublikasikan artikel tentang bahaya Israel bagi kawasan Timur Tengah.

Menurut para pemerhati, departemen informasi Saudi menginstruksikan media-media negara itu untuk memusatkan perhatian ke Iran dan mempropagandakan Tehran adalah musuh pertama Riyadh dan negara-negara sekitar Teluk Persia sekutu Barat, bukan Tel Aviv.


globalisasi wahabis salafis

Menurut prinsip dialektik Hegel. Pendukung Global telah menciptakan dua kekuatan yang saling bertentangan,

“Demokrasi-Liberal” Barat, melawan Terorisme, atau “politik Islam”,
mereka memaksa kita untuk menerima alternatif akhir, sebuah Tatanan Dunia Baru ( NWO).

Barat dan Islam telah lama mengalami masa keserasian, namun sejarah ini telah dikesampingkan untuk membantu mitos “Benturan Kebudayaan” Dalam rangka membakar sentimen Barat melawan Islam. Perhatian kita pusatkan kepada sosok fanatik Wahhabisme, dan lebih spesifik lagi, terhadap seorang exponen paling notorius, yaitu Osama bin Laden.

Sebagaimana diuraikan didalam sebuah tulisan yang bagus oleh Peter Goodgame, The Globalists and the Islamists,  Globalis berperan dalam membentuk dan membiayai semua organisasi teroris abad ke-20, termasuk Ikhwanul Muslimin di Mesir, Hamas di Palestina dan Mujahidin Afghanistan. Akan tetapi sejarah bermuka dua Globalis dapat dilihat jauh ke masa lalu, yaitu pada abad ke-18 ketika Freemasonry Inggris menciptakan sekte Wahhabi di Saudi Arabia, yang diperalat untuk mencapai tujuan imperialis Inggris.

Seorang mata-mata Inggris bernama Hempher bertanggungjawab dalam membentuk ajaran ekstrim Wahhabisme, hal ini disebutkan dalam sebuah karya tulis Turki Mir’at al-Haramain, oleh Ayyub Sabri Pasha antara tahun 1933-1938.

Politik Inggris di wilayah jajahan sering menciptakan aliran yang menyimpang, hal ini dilakukan dalam rangka Memecah-belah dan Menaklukan , seperti pembentukkan sekte Islam Ahmadiyyah di India dalam abad ke-19.

Rincian konspirasi ini diuraikan di dalam sebuah dokumen yang kurang dikenal dengan nama The Memoirs of Mr. Hempher diterbitkan dalam bentuk serial (episode) di surat kabar Jerman, der Spiegel , dan kemudian diterbitkan juga di dalam surat kabar terkenal Perancis. Seorang dokter bangsa Libanon menterjemahkan dokumen tersebut ke dalam bahasa Arab, dari bahasa Arab dialih-bahasakan kedalam bahasa Inggris dan beberapa bahasa lainnya.

Dokumen itu merupakan laporan pertanggungjawaban misi Hempher kepada pemerintah Inggris, yang telah menugaskannya ke Timur Tengah untuk menemukan cara-cara bagaimana meruntuhkan Kekaisaran Turki. Diantara rencana jahat Inggris yang dipromosikan Hempher adalah rasialisme, nasionalisme, alkohol, perjudian, pelacuran dan mengupayakan wanita Islam menanggalkan pakaian jilbabnya.

Tapi yang paling penting adalah strategi memasukan bid’ah kedalam ajaran Islam dan kemudian mengkritik Islam sebagai agama teror. Untuk tujuan ini, Hempher memilih orang yang buruk akhlaknya bernama Mohammad Ibn Adbul Wahhab.

Untuk memahami jenis fanatisme yang ditanamkan kedalam ajaran Wahabisme, pertama-tama penting untuk diketahui bahwa Islam, tanpa melihat suku dan kebangsaannya, menganggap semua orang Islam sebagai saudara se-Iman. Membunuh sesama muslim dilarang keras.

Akan tetapi, sebagai bagian dari siasat Memecah-belah dan Menaklukan, Inggris harus mengadu-domba Arab Islam melawan saudaranya bangsa Turki. Cara satu-satunya untuk melakukan hal tersebut adalah dengan menemukan celah di dalam hukum Islam yang dapat dimanfaatkan, yang dengan itu orang-orang Arab dapat menyatakan Turki sebagai orang yang murtad.

Abdul Wahhab diperalat Inggris agar dapat menyampaikan gagasan jahatnya kepada orang Islam di Semenanjung Arab. Wahhab melaksanakan idea Inggris dengan menghasut para ulama bahwa saudara mereka bangsa Turki telah murtad, oleh karenanya dibolehkan untuk dinunuh bila menolak pembaharuan Islam yang dilakukan Abdul Wahhab, termasuk seluruh dunia Islam yang menolak, memperbudak wanita dan anak-anaknya, kecuali sebagian kecil para pengikutnya yang sesat.

Gerakan Wahhabi tidak berarti tanpa adanya kesetiaan keluarga Saudi, keturunan pedagang Yahudi dari Iraq (were descended from Jewish merchants from Iraq). Para ahli fiqih waktu itu memberikan label kepada Wahhabi sebagai pelaku bid’ah dan mengecam sikap fanatik dan tidak toleran. Meskipun demikian, Wahhabi tetap mempertahankan keyakinannya dengan tidak pandang bulu. melakukan pembantaian terhadap orang Islam dan non-Islam. Kemudian Wahhabi mulai menghancurkan tempat-tempat yang dianggap keramat dan pekuburan umum, mereka mencuri peninggalan Nabi, termasuk Al-Qur’an, karya seni dan barang-barang berupa hadiah yang tak ternilai harganya milik kota yang dikirim ribuan tahun lalu.

Sultan Turki menghentikan perlawanan Wahhabi pertama pada tahun 1818, namun sekte Wahhabi bangkit kembali di bawah pimpinan Saud al-Faisal I. Walaupun tidak kuat, gerakan Wahhabi kemudian bangkit lagi, namun ditumpas lagi oleh Sultan Turki pada akhir abad ke-19.

Setelah Perang Dunia I, bekas wilayah Kekaisaran Turki dipecah-pecah menjadi beberapa wilayah pemerintahan boneka. Untuk membantu meruntuhkan kekuasaan di wilayah itu, Ibnu Saud diberi hadiah oleh Inggris dengan membentuk Kerajaan Saudi Arabia pada tahun 1932. Setahun kemudian, Kerajaan Saudi memberikan konsesi minyak kepada California Arabian Standard Oil Company (Casoc, sekarang bernama CHEVRON), yang dikepalai oleh orang kepercayaan Rothschild, dan pimpinan keluarga Illuminati di Amerika, yaitu Rockefeller. Sejak saat itu, Saudi Arabia menjadi sekutu terpenting Barat di Timur Tengah, bukan hanya sekedar memberikan akses kepada cadangan minyak yang melimpah, tapi juga dalam rangka melemahkan perlawanan Arab terhadap Israel . Kemunafikan penguasa Saudi terlihat jelas dengan menindas secara brutal pihak yang berbeda pandangannya dengan penguasa. Aspek penting lainnya adalah mencegah dan menghalangi para ulama berbicara politik mengkritik rejim penguasa.

Di dalam buku The Two Faces of Islam Stephen Schwartz menulis, : Hawa nafsu mereka membawanya ke kedai minum, kasino, rumah pelacuran … Mereka membeli armada mobil, pesawat jet pribadi, kapal pesiar seukuran kapal perang. Mereka menginvestasikan uangnya dalam seni Barat yang bernilai yang mereka sendiri tidak memahaminya atau yang sejenisnya, seringkali mereka menyakiti perasaan ulama Wahhabi. Mereka membelanjakan uangnya sekehendak hatinya, mereka juga menjadi pola perbudakan seks internasional dan dalam mengeksploitasi anak-anak.

Dalam rangka memperlihatkan dukungannya kepada Islam, rejim Saudi dan ulama bayarannya menyusun versi Islam yang menekankan seremonial agama secara terinci, …. Cara yang dilakukan telah memberikan dukungan atas interpretasi hukum Islam secara harfiah, dan memungkinkan orang-orang seperti bin Laden mengeksploitasi Al-Qur’an sebagai alasan pembenar membunuh orang-orang yang tidak berdosa.

Akhirnya, melimpahnya uang petro-dolar Rothschild dari keluarga Saudi telah memungkinkan bagi mereka melakukan propaganda Islam versi Wahhabi ke bagian dunia lain, terutama sekali ke Amerika, dimana mereka memberikan bantuan keuangan kepada lebih dari 80% mesjid di negeri ini. Wahhabi adalah sebuah versi Islam yang meggantikan kesadaran politik dengan dogma yang menekankan atas pelaksanaan ritual yang fanatik.

Pada tahun 1999 Raja Fahd dari Saudi Arabia menghadiri pertemuan Bilderberg, bersama-sama dengan tokoh lainnya seperti Yasser Arafat dan Paus, untuk membicarakan perannya dalam memajukan kepentingan pemerintahan dunia, Keluarga Saudi jelas merupakan bagian dari jaringan perkumpulan rahasia Illuminati.

Kekayaan petro-dolar mereka yang melimpah digunakan untuk mendanai terorisme global, dari Afghanistan sampai ke Bosnia , semata-mata dengan tujuan untuk menimbulkan permusuhan yang kuat dunia melawan Islam.




Ahad, 28 Jun 2015

APAKAH SIKLUS 100 TAHUNAN SUDAH DIMULAI ?

Karakteristik Pendukung Dajjal

Untuk mengetahui karakteristik DAJJAL, dan menghindari fitnah darinya, kita sebagai ummat manusia yang telah diperingatkan sedemikian dahsyat, ada baiknya jika kita terlebih dahulu mengetahuinya dengan arti nama Dajjal itu sendiri.

uniknya dal, jim dan lam ini jika di bolak-balik penyusunannya tetap memiliki arti yang ada kaitannya dgn makna yg pertama



Dalam melakukan pengelabuhannya sebagai karakteristik Pengikut Dajjal yang khas dengan lihai mendera pemikiran dan keimanan kita dengan cara kita dihadapkan pada masalah masalah yang rasional, atau Dajjal melakukan program pencucian otak melalui hal hal baru yang memang pada dasarnya diinginkan oleh nafsu dan akal,

Doktrin Iman akan ia kupas sedemikian rupa sehingga tidak ada lagi Iman, selain apa yang memang ditemukan oleh Logika. Maka Wahyu akan dibuat beku dalam menghadapi fakta yang dibuat seilmiah mungkin untuk membantah Hukum atau peraturan Agama, misalnya soal hukum waris, menutup aurot, poligami, kepemimpinan Laki laki dll.

Dajjal haruslah seorang yang banyak menimba informasi dari kalangan manapun untuk mendapatkan titik lemahnya, kemudian disusunlah sebuah konspirasi kemanusiaan dengan cara menampilkan sesuatu yang seakan akan baik, namun sejatinya merupakan kehancuran dalam jangka panjangnya, kita ambil saja satu contoh fanatisme Ummat Islam dalam Agamanya, maka untuk menghancurkannya,  ia menggunakan fanatisme itu untuk menciptakan konflik antar penafsiran. 
Karakteristik Dajjal  inilah yang kemudian menipu ummat manusia.

Ada baiknya, dan bahkan memang sudah seharusnya kita mensiapkan diri, jangan jangan saya dan anda semua adalah yang termasuk memenuhi  kriteria  dajjal itu sendiri, atau karakteristik sebagai pendukung dajjal.

Sebuah riwayat mauquf kepada Sayyidina Abu Huroiroh cukup memberi peringatan bagi kita untuk tidak menjadi fitnah atau pihak yang difitnah:

"akan ada diakhir zaman para penglabuh dan pendusta mereka mendatangkan kpd kalian hal-hal yg baru yg kalian sendiri dan nenek moyang kalian belum pernah mendengar sebelumnya maka takutlah kalian jgn sampai mrk menyesatkan kalian dan memfitnah kalian"

Kecanggihan media informasi yang sedang kita nikmati di zaman ini, disisi lain memang sedikit membantu kita untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi sekaligus menjadi momok yang sulit kita hindari sisi negativnya, kita ambil contoh mudah apa yang telah berlangsung di facebook, kita jadi tahu bahwa di luar sana ada kelompok diluar pemahaman kita yang sedang bersemangat mempropagandakan ideologinya, mencari korban kaum awam untuk didikte dan didoktrin, ada kelompok yang sama sekali telah kehilangan hatinya yang sedang beraksi melecehkan Ilmuwan, Agama, moral dan Tuhan,

kita jadi terpanggil untuk ikut terjun ke rimba gelapnya maya, memperjuangkan apa yang selama ini kita imani dan yakini. Kita jadi punya banyak waktu untuk mencari musuh dialog, mendebatnya, mengejeknya, menghinanya merampas sifat kemanusiaanya dan memaksakan mereka agar ikut dengan kita.

Bukankah ini adalah karakteristik kaum Dajjal itu ?.

Betapa waktu itu akan sangat berguna jika kita gunakan hanya untuk sekedar memberi tahukan saja, alangkah bermanfa’atnya jika waktu yang terbuang begitu lama kita buat bersilaturrahmi, menuntut Ilmu yang keluar dari mulut para cendekiawan. Sehingga kitapun tidak lagi mirip dengan karakteristik Dajjal tersebut.

Ataukah memang kita telah dikondisikan sedemikian rupa, kita menjadi terpaksa melakukan itu semua akibat program yang memang telah dipersiapkan sebelumnya ?

Wallahu a’lam,

Namun jika memang telah ada peringatan yang begitu dahsyat, tidakkah kita mengulang kembali metode dakwah kita, atau minimal memenej dialog di Facebook kita sedemikian rupa sehingga memenuhi standart Dakwah yang cerdas dan Ikhlas, membuang kebencian dan berlarut larutnya tenggelam dalam perdebatan ?

Yang jelas karakteristik Dajjal itu telah begitu jelas, dan kita bisa menghindarinya jika memang kita punya niyyat yang ikhlas, sehingga kita menjadi orang yang memanfa’atkan pedang musuh, dan tidak sedang dipermainkan oleh pedang Dajjal.

Mari kita sama sama mengakui adanya pola moral yang sudah tidak memperhatikan keskralan simbol simbol Agama, kita sering mendapati Ayat Al Quran diposting dengan bebas tanpa memperhatikan dan mempertimbangkan kelayakannya didepan publik, kemudian reaksi para penonton yang bertepuk sorai tanpa memperhatikan ada Ayat Al Quran di atas komennya, ada ucapan ucapan ‘Ulama yang ditertawakan, diejek, dicemoh dan lain sebagainya,

hendaknya kita berada dulu dalam neutral, tidak bicara siapa Salafy, siapaKhawarij, siapa Wahhabi, siapa pengikut Dajjal, dan sebenarnya kita bisa memulai perubahan kearah yang lebih berahlak dimulai dari diri kita sendiri, demikian ini untuk menghindari

agar karakteristik Dajjal itu tidak akan melekat kepada diri sendiri.

APAKAH SIKLUS 100 TAHUNAN SUDAH DIMULAI ?
http://warkopmbahlalar.com/7091/siklus-100-tahun-telah-dimulai/




- demo terbesar sepanjang sejarah Mesir yang melibatkan 17 juta orang. Menurut kantor berita BBC ini adalah demo yang memprotes IKHWANUL MUSLIMIN

- demikian juga di Turki telah terjadi demo terbesar sepanjang sejarah yang memprotes keterlibatan
 pemerintah Turki yang mendukung pemeberntokaan WAHABI

Tahun 1900 merupakan siklus berakhirnya kolonialisme dan imperialisme, negara2 terjajah memerdekakan dirinya, tetapi negara imperialis tidak tinggal diam, mereka membuat membentuk pola penjajahan jenis baru atau Neo Imperialisme dalam suatu agenda yang disebut dengan

TATANAN DUNIA BARU (New World Order)

Three Types Of Conquest
History reveals nations can be conquered by the use of one or more of three methods.

1. “The most common is conquest by war”.

 In time, though, this method usually falls, because the captives hate the captors and rise up and drive them out if they can. Much force is needed to maintain control, making it expensive for the conquering nation.

2. A second method is by religion,

where men are convinced they must give their captors part of their earnings as “obedience to God.” Such a captivity is vulnerable to philosophical exposure or by overthrow by armed force, since religion by its nature lacks military force to regain control, once its captives become “disillusioned.”

3. The third method can be called economic conquest.

 It takes place when nations are placed under “tribute” without the use of visible force or coercion, so that the victims do not realize they have been conquered. “Tribute” is collected from them in the form of “legal” debts and taxes, and they believe they are paying it for their own good, for the good of others, or to protect all from some enemy. Their captors become their “benefactors” and “protectors.”

Although this is the slowest to impose, it is often quite long-lasting, as the captives do not see any military force arrayed against them, their religion is left more or less intact, they have freedom to speak and to travel, and they participate in “elections” for their rulers. Without realizing it, they are conquered, and the instruments of their own society are used to transfer their wealth to their captors and make the conquest complete.

In 1900 the average American worker paid few taxes and had little debt.

tiga pola diatas masih digunakan hingga sekarang, zionist selalu mensponsori terjadinya perang masal, yang ujung2nya menjadi pola yang ketiga –

Their captors become their “benefactors” and “protectors.” -.

Peperangan memerlukan biaya besar, akan terpaksa berhutang dan yang punya duit adalah Yahudi, disinilah Yahudi memainkan perannya, mereka menjadi LINTAH DARAT KELAS DUNIA, dengan POLA RIBA “HALAL”, Yahudi menjadi penguasa negara yg berhutang. Negara yg telah berhutang sampai kiamatpun takan dapat melunasinya, salama hutang belum lunas, negara yang berhutang akan menjadi budak.

Untuk melancarkan strategi ini,

awal abad ini zionis telah membentuk berbagai kelompok sempalan Islam. Ini adalah strategi nomor 2 dari three type of conquest di atas untuk tujuan “disillusioned”.

Strateginya berbeda dengan pola perang salib, mereka membentuk kader2 pemuda dari agama yang ada (dalam hal ini Islam) dengan kata lain membentuk AGAMA BARU di dalam AGAMA.

Adapun taktiknya masih tradisional dan klasik tetapi selalu ampuh yaitu taktik

“divide et impera” dengan isu “sektarian”.

Faham agama yg disebarkan oleh kader yahudi baru ini mempunyai kesamaan yaitu menyebarkan sekularisme, menyebarkan kebencian dan permusuhan, anti tasawuf dan thareqat.

Tugas utama mereka membesar2kan perbedaan (memunculkan dikotomi, trikotomi dan kotomi2 lainnya), memecah belah, mengadakan pemberontakan terhadap penguasa.

Ada 3 kader utama yg sangat terkenal:

Mustafha Kemal Attaturk, Muhammad bin Abdul Wahab, Muhammad Abduh

Mustafha Kemal Attaturk adalah yang paling terang2an menyebarkan sekularisme dan westernisasi. Dengan kampanye Turki Muda (Young Turk), mereka menyebarkan faham “modern” melecehkan SEMUA hal yang berbau Islam dan memeberi stigma negatif kepada semua hal tentang Islam dan membuang semua budaya Arab. Saat Atatturk berkuasa, tulisan resmi diganti dengan huruf Latin. Qur’an dengan hanya boleh terjemahannya saja dalam bahasa Turki huruf Latin. Shalat, adzan dan do’a2 wajib dengan bahasa Turki

Muhammad bin Abdul Wahab diasuh dan dikader oleh Hemper, slogannya memurnikan agama, kembali kepada quran dan sunnah, mereka mengaku sebagai salafi untuk berhadapan dengan khalafi

Muhammad Abduh merupakan anggota freemasonry lodge Paris, mengusung modernisme, pembaharuan ( tajdid yg cocok dgn agenda new world order)


MATA-MATA INGGRIS DALAM SEJARAH ISLAM






Pada bagian kali ini kita akan membaca bagimana program-program mata mata Inggris dalam sejarah Islam yang akan dijalankan oleh Muhammad bin Abdil Wahab An najdi dalam rangka menghancurkan Islam dan kekuasaan Ottoman serta upaya mengikut sertakan Muhammad Ibn Sa’ud

BAGIAN KE TUJUH

Inilah Pengakuan Mata mata Inggris dalam Sejarah Islam yang menguak tipu daya Setan Nejd, simak rahasia mata mata inggris dalam sejarah Islam pada bab ke 7 berikut:

Dengan mengetahui rahasia negara yang pertama saya ingin untuk segera mengetahui rahasia negara yang ke dua. Akhirnya, pada suatu hari sekretaris memberi penjelasan rahasia negara yang ke dua yang telah ia janjikan tempo dulu. Rahasia ke dua ini termuat dalam sebuah dokumen yang isinya satu rancangan yang terdiri dari lima puluh halaman yang dipersiapkan bagi para pejabat teras atas yang bekerja pada kementrian yang bertugas menghancurkan Islam secara menyeluruh dalam kurun waktu satu abad. Rancangan ini terdiri atas empat belas alinea. Dokumen yang berisikan rancangan jamgka panjang tersebut betul-betul disimpan rapi agar jangan sampai bocor keluar apa lagi jatuh ke tangan muslim.

Berikut ini adalah rancangan yang terdiri atas 14 alinea ini:

1.   Kita harus membenuk suatu pendirian aliansi yang baik dan perjanjian yang saling menguntungkan dengan orang Rusia Tsar untuk menginvasi Bukhoro, Tajikistan, Armenia, Khurasan dan tetangganya. Dan lagi genderang kesepakatan itu harus didirikan dengan pemerintahan Rusia agar bisa menginvasi tetangganya, Turki.

2.   Kita menjalin kerja sama yang baik dengan Perancis dalam menghancurkan dunia Islam, baik dari luar maupun dari dalam.

3.   Kita mesti menyuburkan persengkatan yang ada dan pertikaian pemerintahan Turki dan Iran, serta menanamkan fanatik kebangsaan dan kesukuan pada kedua negara tersebut. Selain itu, semua suku bangsa dan negara muslim yang bertetangga harus dibuat agar saling bermusuhan. Keseluruhan sekte-sekte agama, termasuk yang sudah mati dihidupkan lagi dan dipancing untuk saling menyerang satu sama lain.

4.   Bagian bawah dari pemerintahan negara Islam harus diambil alih oleh masyarakat non-muslim. Contohnya, Madinah harus diberikan kepada Yahudi, Alexandria kepada Nasrani, Imarah kepada Saiba, Kermansyah kepada sekte Nusairiyah, yaitu aliran yang mengkultuskan Ali bin Abu Talib, Mousul kepada sekte Yazidis, Teluk Iran kepada Hindus, Kars kepada sekte Alawis, Masqat kepada Khawarij. Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah mempersenjatai kelompok-kelompok tersebut, sehingga setiap dari mereka akan menjadi onak dalam tubuh Islam. Wilayah-wilayah mereka harus diperluas sampai kekuasaan, pemerintahan Islam berantakan dan kacau balau.

5.   Sebuah jadwal harus dibuat sedemikian rupa untuk memecah belah Islam dan Pemerintahan Turki Utsmani menjadi negara-negara kecil yang terpisah dari Pemerintahan pusat, yang selalu cekcok satu sama lain.

Contoh kongkrit dari hal ini adalah India saat ini. Dengan teori yang sudah tak asing lagi di telinga kita

“Break, and you will dominate, and break, and you will destroy.”
(Dengan memecah belah Anda akan bisa menguasai, dan dengan memecah belah juga Anda akan bisa menghancur kan).

6.   Perlu adanya langkah untuk memalsukan pokok-pokok ajaran Islam dengan menyisipkan sekte-sekte ke dalamnya. Kita harus menempuh dan menggunakan cara-cara yang halus, sehingga penyisipan ajaran tersebut benar-benar sesuai dengan nurani dan aspirasi dari orang-orang yang akan kita jadikan sasaran. Kita akan menumbuhkan perbedaan-perbedaan yang ada dalam aliran Syi’ah:

(1) sekte yang mengagungkan Husain
(2) sekte yang mengagungkan Syaikh Ja’far Shadiq
(3) sekte yang mengagungkan Imam Mahdi
(4) sekte yang mengagungkan Ali Ridha.

Yang pertama sesuai untuk Karbala,
yang ke dua untuk Isfahan,
yang ketiga cocok untuk Sammarah, sedang
yang ke empat sesuai untuk Khurasan.

Dalam waktu yang sama juga kita harus membikin keberadaan empat madzhab yang ada menjadi sekte-sekte yang berdiri sendiri bukan dalam satu naungan Sunni. Setelah ini semua bisa terlaksana, kita mendirikan satu sekte baru dalam Islam di Najd,  dan kita kemudian menghasut sekte-sekte yang ada tersebut agar terjadi kerusuhan berdarah di antara mereka.

 Kita selanjutnya menghapus keberadaan literatur-literatur milik empat mazhab tersebut, sehingga setiap sekte dari sekte-sekte yang ada menganggap bahwa dirinyalah satu-satunya kelompok Islam yang benar dan memandang serta menganggap sekte lain sebagai ahli bidah yang boleh dibunuh.

7.   Tanamkan kebiasaan yang bisa menimbulkan kejahatan dan kebencian, seperti kemesuman, homoseksual, alkohol, dan judi, semua ini harus disebarkan di tengah-tengah umat Islam. Non muslim yang tinggal di negara-negara muslim bisa dipekerjakan untuk membantu merealisasi tujuan ini.

8.   Kita harus mengerahkan segala daya upaya untuk melatih dan mendidik para pemimpim yang tegas dan komandan militer yang kejam di wilayah kekuasaan Islam, dan menjadika mereka berkuasa, sehingga dengan begitu akan mengabaikan hukum syari’ah. Kita meletakkan mereka pada posisi di mana mereka akan tuduk terhadap apa yang diperintahkan Kementerian Persemakmuran dan sebaliknya apa yang mereke tuntut sudah sepantasnya dipenuhi oleh Kementrian. Melalui mereka kita harus bisa memaksakan kehendak kita kepada orang Islam dengan menggunakan para pejabat penegak hukum. Kita harus menciptakan gaya hidup dalam masyarakat. Yaitu semacam kegiatan  ibadah yang keluar dari ajaran Islam yang sebenarnya, sebagai langkah mundur praktek keagamaan mereka. Kita jebak mereka agar memasuki kedalam pemilihan pemimpin yang kandidatnya berasal dari non muslim. Untuk mencapai tujuan ini, kita harus menyamarkan sejumlah intel sebagai Ulama dan meletakkan mereka menduduki posisi pemerintahan yang memungkinkan mereke bisa melaksanakan planing-planing kita.

9.   Lakukanlah sebisa mungkin untuk mencegah mereka mempelajari Bahasa Arab. Masyarakat bahasa-bahasa selain Arab seperti Parsi, Kurdi, dan Pashto. Populerkan bahasa-bahasa tersebut di negara-negara Arab dan dialek-dialek lokal yang ada untuk menghapus keberadaan literatur dan sastra Arab yang menjadi bahasa Al-Qur’an dan Hadits.

10. Tempatkan orang-orang kita untuk duduk di sekitar pejabat-pejabat pemerintahan. Kita nanti secara berangsur-angsur bisa mendudukkan mereka menjadi sekretaris pejabat negara tersebut dan melalui mereka kita bisa melaksanakan apa yang menjadi program kementrian kita. Cara termudah dalam hal ini adalah dengan siasat perdagangan budak. Pertama-tama kita harus memberikan latihan yang cukup terhadap mata-mata yang akan dikirim yang disamarkan sebagai para budak dan para gundik. Kemudia kita menjual mereka itu kepada keluarga-keluarga terdekat para pejabat pemerintahan. Contohnya kepada anak-anak mereka, isteri-isteri mereka, orang-orang yang disukai para pejabat dan orang-orang yang terpandang. Budak-budak ini setelah kita jual kepada mereka, akan secara perlahan mendekati para pejabat negara. Dengan adanya mereka menjadi ibu-ibu yang mengasuh dan mengajari anak-anak mereka, benar-benar akan bisa mengepung para pejabat muslim seperti gelang yang sudah terpasang di pergelangan tangan.

11. Areal lapangan para missionaris harus diperluas sehingga bisa menembus sampai ke seluruh tingkatan kelas atas, menengah maupun kelas bawah dan ke seluruh departeman, khususnya kedokteran, permesinan dan media massa. Kita harus membuka pusat-pusat propaganda dan penerbitan di bawah lindungan nama gereja, sekolah, rumah sakit, perpustakaan dan lembaga-lembaga sosial di negara-negara Islam dan menyebarluaskan mereka ke seluruh penjuru. Kita mesti mendistribusikan sejumlah bukti tentang agama Kristen secara cuma-cuma. Kita harus menerbitkan sejarah tentang agama Kristen dan hukum-hukum kenegaraan di samping sejarah Islam. Kita harus harus menyamarkan mata-mata kita sebagai pastur dan biarawati yang ada. Kita angkat mereka semua menjadi pimpinan-pimpinan pergerakan nasrani. Orang ini pada saat yang bersamaan punya tugas mendeteksi seluruh pergerakan dan kecenderungan perubahan yang terjadi pada dunia Islam. Kita harus membentuk satu pasukan dari orang-orang asrani di bawah naungan embel-embel nama  Profesor, Ahli science. Peneliti, yang akan membelokkan dan memutar balikkan sejarah Islam, mempelajari yang sebenar cara hidup orang Islam, akhlaq dan prinsip-prinsip agama yang mereka pegangi dan kemudian membumi hanguskan keseluruhan buku-buku penting mereka serta membasmi pengajaran Islam.

12. Kita harus membuat bimbang dan bingung otak-otak generasi muda Islam dan membangun keraguan pada mereka tentang Islam. Kita harus benar-benar bisa menguliti moral yang Islami dari badan mereka lewat sekolah, buku-buku, majalah-majalah. Dan dalam hal ini, intel yang melasanakan tugas berat ini harus benar-benar terlatih dengan matang. Adalah suatu prasarat dalam membuka kegiatan bawah tanah untuk mendidik dan melatih warga Yahudi, Nasrani dan generasi muda non muslim lainnya, dan menjadikan mereka sebagai umpan pemikat untuk menjebak generasi muda Islam.

13. Tindakan provokasi harus diambil untuk memancing timbulnya perang sipil dan pemberontakan. Orang Islam dibuat sedemikian rupa agar saling berperang, menyerang satu sama lain, bahkan terhadap non muslim lainnya, agar energi mereka benar-benar terkuas, terbuang sia-sia sehingga tidak mungkin bagi mereka untuk bisa mengadakan perbaikan dan rekonsiliasi. Kondisi mental dinamis serta sumber finansial harus dibinasakan. Prasarana dan segala sesuatu yang bisa meremajakan dan mengaktifkan mereka kembali harus dijauhkan. Ketentraman yang ada pada mereka harus diubah menjadi terror dan anarkhi.

14. Perekonomian mereka harus benar-benar diruntuhkan sama sekali.  Sumber pemasukan utama dan areal pertanian harus dirusak. Jaringan irigasi yang mengairi areal pertanian dan kanal harus dihancurkan dan bila mungkin sungai dibikin kering. Orang-orang harus dibuat enggan dalam melaksanakan shalat dan bekerja. Kemalasan harus dimasyarakatkan. Lokasi tempat bermain harus dibuka bagi orang-orang yang malas. Narkotik dan alkohol harus dijadikan makanan sehari-hari mereka. (1)(1) Dalam alenia ini keterangan dilengkapi dengan peta gambar dan grafik.
Saya sangat berterima kasih atas diberinya salinan dokumen rahasia negara tersebut.
Setelah selama satu bulan tinggal di London, saya menerima sebuah pesan dari Mentri Persemakmuran yang menyuruh saya agar balik ke Iraq untuk kembali melihat Muhammad Annajd.  Saat saya berpamitan untuk berangkat melaksanakan misi saya, sekretaris berpesan ,

“Jangan sembrono terhadap Muhammad Annajd! Sebagaimana diketahui dari laporan yang dikirim secara berantai oleh mata-mata kita sampai sekarang, Muhammad Annajd adalah sebuah sosok pribadi yang sangat tepat untuk merealisir tujuan kita . Katakan secara terus terang kepadanya“. 

Intel kita telah berbicara panjang dengan dia dan mengatakan secara blak-blakan di Isfahan. Muhammad Annajd bisa menerima sejumlah draft persetujuan yang kita inginkan.  Dia menyepakati draft tersebut dengan mengajukan prasyarat bahwa dia harus disokong dengan biaya yang memadai dan persenjataan yang melindungi dia dari ancaman masyarakat dan pemuka Islam yang berniat mau menyerang dia karena peluncuran gagasan-gagasan dan pandangannya yang independen terhadap Islam. Sebuah kerajaan nantinya akan didirikan kendati dalam kala kecil di negerinya.  Mentri Persemakmuran bisa menerima apa yang dia ajukan sebagai prasasti !

Mentri Persemakmuran telah menemukan program yang tepat yang harus dilaksanakan berkenaan dengan Muhammad Annajd.

Program-program itu sebagai berikut.

1.   Dia akan mengumumkan bahwa semua orang Islam yang tidak mengikuti alirannya adalah kafir , yang halal darahnya dan boleh harta bendanya diambil, serta hak kemerdekaannya dihilangkan. Yang laki-laki dijadikan budak yang bisa dijual di pasar budak, sedang yang perempuan bisa dijadikan jariyah.

2.   Dia akan mengeluarkan statemen bahwa Ka’bah adalah berhala dan karena itu harus dihacurkan. Untuk menghapus pelaksanaan ibadh haji, dia akan memprovokasi sejumlah suku untuk menyerang dan menjarah barang milik jamaah muslim yang akan melakukan ibadah haji dan membunuh mereka.

3.   Dia akan berusaha keras menghasut rakyat untuk tidak mengindahkan, tidak mentaati khalifah. Dia akan memancing mereka agar melawan pemerintah pusat. Untuk tujuan ini dia akan mempersiapkan sejumlah pasukan bersenjata. Dia akan menggunakan setiap kesempatan untuk menyebarluaskan satu keyakinan bahwa perlunya tindakan diambil untuk melawan Ulama terkemuka Hijaz.

4.   Dia akan mengeluarkan pernyataan bahwa bangunan besar di atas makam, menaranya, dan tempat-tempat keramat di wilayah kekuasaan Islam termasuk hal yang mengacu kepada tindakan yang menyebabkan seseorang musyrik, dan karena itu keberadaan bangunan-bangunan tersebut harus dihancurkan. Dia akan melakukan yang terbaik untuk menciptakan setiap kesempatan untuk memojokkan posisi Nabi Muhammad, Khalifah penggantinya dan para Ulama mazhab terkemuka.

5.   Dia akan melakukan dengan sepenuh hati untuk mengadakan pemberontakan, demonstrasi dan perbuatan yang mengarah anarkhi di wilayah kekuasaan Islam.

6.   Dia akan mencoba untuk menerbitkan salinan Qur’an yang telah sebagiannya disisipi, ditambahi dan penghilangan sebagian ayat, sebagaimana yang akan juga dilakukan terhadap keberadaan hadits.
Setelah menerangkan enam pharagrap di atas, sekretaris menambahkan pesan,

 “Jangan panik dengan program yang terlihat sangat kontroversi ini.  Karena bagaimanapun tujuan kita adalah menghancurkan kekuatan Islam.  Nanti ada generasi di belakang kita yang akan menyempurnakan tugas ini. Pemerintahan Inggris telah mendirikan suatu kebiasaan untuk menjadi orang yang sabar dan maju selangkah demi selangkah. Bukankah Nabi Muhammad tokoh revolusioner yang hebat, yang besar itu juga seorang manusia biasa? Dan dalam hal ini Muhamad Annajd mengambil pelajaran dari sejarah Islam dan berjanji akan mclakukan sebuah revolusi seperti yang dilakukan Nabi Muhammad.”

Kemudian saya minta permisi kepada Mentri persemakmuran dan sekretaris dan mengucapkan salam perpisahan kepada keluarga, teman, dan lalu berangkat menuju Basrah. Saat itu anak saya berpesan, “Cepat pulang, ya, Pa!” Air mata saya meleleh. Saya tidak bisa menyembunyikan kesedihan saya. Setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan ini, akhirnya, aku sampai di Basrah pada malam hari.

Saya langsung menuju rumah Abdur Ridha. Saat itu dia sedang tidur. Ketika bangun dan melihat saya, dia sangat senang. Dia menyambut kedatangan saya dengan sambutan yang hangat dan ramah. Saya tinggal semalam di sana. Pagi harinya ia berkata kepada saya, “Muhammad Annajd meningalkan sebuah surat untuk kamu. Ini suratnya.” Saya buka surat tersebut. Dia menulis dalam surat itu bahwa dia saat ini lagi pulang kampung ke Najd, dan dia meninggalkan alamatnya. Saat itu juga saya berangkat ke Najd. Setelah melakukan perjalanan cukup panjang, akhirnya saya sampai di sana juga. Saya menemukan Muhammad Annajd di rumahnya dalam kondisi cukup kritis. Dia banyak kehilangan berat badan. Dalam kondisi seperti itu, saya tidak mengatakan apa-apa tentang diri saya. Berikutnya saya mengetahui bahwa dia saat itu baru saja menikah

Sudah tercapai kesepakatan di antara kami agar saya diperkenalkan kepada orang lain sebagai budaknya, yang baru saja pulang dari suatu tempat. Saya tinggal bersama Muhammad Annajd selama dua tahun. Kami membuat suatu program untuk meluncurkan gagasannya.

Akhirnya, saya mengumumkan deklarasi aliran yang baru dalam dunia Islam pada tahun 1143 Hijriyah (1730 Masehi).  Dengan jalan mengumpulkan penduduk di sekitar lingkungan dia sendiri. Dia mulai mendapat pendukung untuk menyebarkan dakwahnya secara sembunyi-sembunyi terhadap orang-orang yang akrab dan dekat dengan dia. Hari demi hari, cakupan dakwahnya semakin luas. Untuk memastikan agar dakwahnya bisa berjalan lancar, saya membentuk suatu badan yang bertugas sebagai Body guard untuk melindungi dia dari tindakan orang-orang yang tidak setuju dengan apa yang dilakukan Muhammad Annajd.  Saya memberikan berapa saja uang yang mereka minta. Kapan saja ada musuh yang ingin menyerang perjalanan aktivitas Muhammad Annajd, saya selalu memberi semangat dan membesarkan hati para body guard tersebut. Seiring dengan dakwahnya yang semakin menyebar dan meluas, jumlah lawan-lawannya semakin bertambah. Kadang-kadang dia ingin menghentikan ajakannya, dakwahnya, khususnya ketika membanjirnya serangan dan intimidasi yang diarahkan ke padanya.

Saya tidak tidak pernah meninggalkan dia sendirian, sebaliknya selalu memberi dorongan moral kepadanya.  Saya memberi sedia semangat dia dengan mengatakan,

 “Nabi Muhammad jauh banyak mengalami penderitaan dari pada apa yang sejauh ini anda rasakan. Anda tahu, inilah jalan menuju kemenangan. Sebagaimana tokoh revolusioner lainnya, Anda tentu harus mengalami banyak kesulitan!”

Para musuh menyerang setiap saat.  Saya oleh karena itu, mengambil orang bayaran untuk memata-matai lawan-lawan Muhammad Annajd.  Kapan saja musuh-musuhnya mengganggu dia orang tadi melaporkan kepada saya dan saya menetralisir gangguan tersebut.  Pernah suatu ketika saya dilapori akan ada musuh yang ingin menghabisi Muhammad Annajd.  Saya dengan segera mengambil tindakan pencegahan untuk menggagalkan persiapan mereka.  Kapan saja orang di sekitar Muhammad Annajd mendengar rencana makar para musuh, mereka segera bergegas mengatasi atau menggagalkan rencana makar, tidak segan-segan bertindak lebih jauh. Mereka akhirnya masuk ke dalam perangkap yang mereka pasang sendiri.

Muhammad Annajd berjanji akan melaksanakan enam draft program dengan memberi satu catatan, “Untuk sementara waktu saya hanya bisa melaksanakan dari sebagian draft yang ada.”
Dia bagaimanapun benar dalam hal ini. Tidak mungkin baginya untuk melaksanakan keseluruhan program tersebut.

Saya mendapatinya tidak mungkin untuk melakukan penghancuran Ka’bah. Dan dia juga tidak mau merealisasi satu gagasan untuk mengumumkan bahwa Ka’bah itu berhala. Selain itu dia menolak dengan tegas untuk menerbitkan salinan Al-Qur’an yang mengalami perubahan atau intervensi tangan manusia. Yang paling dia takuti dalam hal ini adalah reaksi yang akan muncul dari Syarif Imam Masjidil Haram di Mekah dan pemerintah Istambul. Dia mengatakan kepada saya,
“Jika saja kita melakukan 2 naskah ini, dipastikan kita akan diserang oleh pasukan Istambul yang bersenjata lengkap. Saya bisa memahami  alasannya. Karena dia benar. Situasi dan kondisi sama sekali tidak mendukung.

Beberapa tahun berikutnya, Mentri  Persemakmuran berusaha keras untuk membujuk Muhammad bin Su’ud, gubemur Dir’iyyah, untuk bergabung dengan jalur aliran agama yang kami jalani. Kementrian Persemakmuran mengirim kepada saya sebuah utusan yang memberitahu tentang hal ini dan yang akan membentuk suatu hubungan kerja sama yang saling menguntungkan di antara dua Muhammad, yaitu Muhammad Annajd dan Muhammad bin Su’ud. 

Untuk bisa memperoleh kepercayaan, dan dukungan dari masyarakat muslim, kami menempatkan Muhammad Annajd sebagai kekuatan secara moral dan Muhammad bin Su’ud dari sisi politik. Merupakan fakta sejarah bahwa suatu negara yang didirikan atas dasar agama bisa hidup lama dan lebih kuat serta lebih stabil.

Akhirnya, kami dalam tahap-tahap berikutnya semakin menjadi kuat dan mengakar. Kami menjadikan Dir’iyyah sebagai ibukota negara dan memberikan nama terhadap aliran baru tersebut Wahhabi. Kementrian Persemakmuran mendukung dan memperkuat pemerintahan Wahhabi lewat jalan belakang.  Dalam pemerintahan baru Inggris melibatkan sekitar sebelas ahli dari pemerintahnya. Mereka sudah terbiasa berbahasa Arab dan sudah terlatih melakukan perang di gurun pasir Mereka semua bersembunyi di balik nama budak.  Kami mempercepat program-program kami dengan menjalin kerja sama bersama pemerintah. Kedua Muhammad telah setuju jalan yang saya tunjukkan. Kapan saja kami tidak menerima perintah dari Kementrian Persemakmuran, sedang kami punya suatu persoalan,  maka kami mengambil keputusan sendiri.

Kami semua menikahi wanita-wanita dari berbagai suku.  Kami sangat senang dan merasakan bahagia atas sikap setia yang ditunjukkan wanita Islam kepada suaminya.  Sehingga dengan dernikian kami telah bisa menjalin hubungan dengan suku-suku tersebut.  Segala sesuatunya lancar.  Iklim aktivitas kami semakin hari semakin baik.  Asal saja segaala sesuatunya sesuai dengan rencana, kami akan bisa menikmati apa yang telah kami tanam. Kami telah melakukan apa saja yang perlu dilakukan setelah menabur benih untuk kemudian nanti kami petik.

***

 nota

Betapa dahsyat dan sistematisnya mata mata inggris dalam sejarah Islam ini, betap apun promosi sesama Islam adalah saling bersaudara, tetapi mata mata inggris dalam sejarah islam ini telah mampu memporak perandakan kerukunan ummat islam di seantero jazirah arab.


Khamis, 24 Julai 2014

PERINTAH DAN ADAB DALAM BERJUANG PADA JALAN ALLAH




Bismillaahirrahmaanirahiim
Allah Taala berfirman :

Wa qaatil fi sabilillah la tukalafu illa nafsak   ..
(Surah An Nisa' ; 84)

Maksudnya :

Hendaklah kamu berperang atau berjuang pada jalan Allah, tidak diberatkan kecuali pada diri kamu dan digalakkan kepada orang mu'min. Moga2 Allah mengkerasi orang kafir atau orang2 engkar dan Allah itu adalah sangat keras dan sangat member amaran kepada mereka

Para hadirin yang dikasihi sekelian, tadi saya telah membaca ayat dan maknanya. Insya Allah di sekitar ayat ini kita akan jadjkan kuliah, Artinya pagi ini kuliah tafsir dari ayat yang begitu pendek.

Di sini kita akan bahaskan beberapa perkara

1. berjuang pada jalan Allah
2. tidak diberatkan kecuali diri kita
3. bagi orang mu'min digalakkan
4. moga2 Allah mengkerasi orang kalir dan memberi amaran kepada orang kafir

Di sekitar perkara2 ini kita akan cuba huraikan, moga2 keluar ilmu darinya dan kita mendapat manfaat serta dapat diapplykan dalam hidup.


1. Perintah berjuang pada jalan Allah

Tuhan suruh kita berperang atau berjuang pada jalan Allah. Apa jalan Allah ?
Berjuang pada jalan Allah di sini maksudnya ada 2 perkara penting

a. Promosikan Aqidah Tuhan:

Iaitu memperkenalkan Allah hingga aqidah orang betul: iaitu rnemperkenalkan Zat, sifat dan perbuatan Allah pada manusia. Itulah aqidah asas, tauhid asas. Supaya manusia selamat dari tersalah aqidah 

Kalau begitu yang kata berperang pada jalan Allah bukan untuk bunuh orang Tapi orang tak nampak tugas ini. Yang ada, bila kata perang, rmereka mau bunuh orang, mau pancung orang Padahal patutnya untuk membetulkan aqidah orang yakni untuk fahamkan orang tentang Zat, sifat dan perbuatan Tuhan.

Selepas itu berjuang hingga orang menghayati aqidah yang betul tadi. Bila orang hayati aqidah yang tepat, maka orang akan takut dan cinta dengan Tuhan Untuk rnembuat manusia takut dan cinta Tuhan, tak cukup hanya aqidah asas, Tapi kena diceritakan apa kebaikan Tuhan, apa yang Tuhan bagi pada kita, bagaimana Tuhan jaga kita bagaimana Tuhan menyelamatkan kita dan cerita hingga nafas kita Tuhan pun bagi setiap masa

Setiap bumi yang kita pijak adalah Tuhan punya, setiap nafas dari Tuhan, pandanglah apa saja semuanya Tuhan punya ” Mata yang kita gunakan untuk itu semua pun Tuhan yang punya, mendengarlah apa saja menggunakan telinga yang Tuhan jadikan, bercakaplah sebanyak mana kita rnahu sedangkan mulut itu Tuhan yang ciptakan , kita makan dan minum nikmat dari Tuhan  bekerja menggunakan tenaga dari Tuhan bila letih bekerja datang rahmat Tuhan kita mengantuk, tidur. Kita sudah rehat itu nikmat dari Tuhan bertenaga semula,

Janganlah ajar aqidah yang asas saja nanti orang tak takut dan cinta dengan Tuhan Ceritakan apa lagi nikmat Tuhan, kebaikan Tuhan, baru tumbuh rasa cinta dengan Tuhan. Kita ingin berhibur Tuhan ciptakan lelaki dan perempuan Dengan ada lelaki perempuan kita boleh berhibur. Kalau Tuhan buat lelaki saja atau perempuan saja sepi hidup ini. Tapi Tuhan beri nikmat ada lelaki dan perempuan terasa rahmatNya dari Tuhan. Ingin berhibur ada cara khusus Tuhan lakukan.

Begitulah caranya kita akan ceritakan begitu banyak nikmat hingga orang takut dan cinta Tuhan. Orang rnengajar sifat 20 hanya sekadar untuk sahkan aqidah, sampai jemu bila dengar kelas sifat 20 jemu. Sedangkan cerita tentang Tuhan patutuya seronok, terasa Tuhan penyelamat, pelindung, terasa Tuhan segala2nya, terasa tak boleh hidup tanpa Tuhan, Tuhan segala2nya barulah orang rasakan ada Tuhan sangat terhibur. Tapi diajar oleh tok guru kini jangan sampai orang rosak aqidah itu saja, tapi tak diajar sampai orang takut dan cinta Tuhan. Ini adalah satu kesalahan yang paling besar, sedangkan Tuhan itu kalau disyarahkan dengan baik orang rasa Tuhan itu keselamatan dunia akhirat, tiap hari kita harap jangan Tuhan tinggalkan kita, kita perlukan Tuhan, Tuhan adalah segala2nya

Kita ada Tuhan, kita rasa kuat. Mana ada orang ajar semua itu. Sebab itu bila dengar orang mengajar tauhid jemu. Bagaimana cinta dan takut Tuhan tak diajar ? Ini adalah satu kesalahan.

Jadi bila Tuhan kata kena berjuang pada jalan Allah maka promosi Tuhan untuk kenalkan Tuhan pada manusia supaya jangan tuduh Tuhan yang bukan2 supaya orang kenal betul Tuhan, lepas itu dilengkapkan seperti yang disebutkan tadi. Sebabnya, bagaimana, boleh membuat hingga orang takut dan cintakan Tuhan itulah apa yang dikatakn Tuhan ajak kita berjuang. Bukannya bila “Mari berperang, berjuang!” maka kita hendak bunuh orang, demonstrasi, lawan orang.

b. Promosikan syariat Tuhan :

Berjuang pada jalan Tuhan itu kita nak kenalkan pada manusia syariat Tuhan. Artinya cara hidup secara Tuhan atau perlembagaan Tuhan atau undang2 Tuhan. Perkara aqidah di atas tadi tak begitu banyak perkaranya tapi kalau diceritakan dengan baik terasa indah, terasa kuat dapat Tuhan, terhibur dapat Tuhan.

Yang kedua ini syariat, Cara hidup jadi banyaklah perkaranya. Walaupun banyak tapi Rasulullah saw memperjuangkannya 10 thn sedangkan mempromosi Tuhan 13 tahun Ini menunjukkan promosi dan perjuangkan Tuhan lebih utama dari memperjuangkan syariat. Itulah rahsia kebahagian.

Kita disuruh mernperkenalkan syariat Tuhan dalam makan minum, dalam pergaulan, syariat mendidik manusia dalam keluarga, dalam perjuangan, dengan jiran, dalam berekonomi, dalam berkebudayaan, dalam hal perhubungan, dalam pentadbiran, segala perkara bahkan syariat juga menunjuk jalan kepada kita bagaimana cara menyelesaikan masalah dengan sebaik2nya. Syariat mengenai semua aspek kehidupan supaya jangan accident satu sama lain di situ ada unsur keselamatan, kasih sayang, kerjasama, rasa bersama, ada unsur2 perlu mermerlu satu sama lain Itu syariat Tuhan

Kalau benar2 kenal Tuhan dan diperjuangkan kemudian dicampur syariat Tuhan maka lagi Nampak Islam itu cantik. Sudahlah cantik kenal Tuhan dicampur syariat Tuhan Terasa Tuhan penyelamat dunia akhirat, Tuhan dan syariatnya sangat diperlukan. Tapi mana diajar begitu rupa. Dalam syariat, yang diajar hanya halal-haram saja tapi falsafahnya, rnisal mengapa Tuhan suruh, mengapa Tuhan tegah, tak disebut. Tak disebut hikmahnya jadi orang terseksa dengan hukum Tuhan, tak seronok karena approach, pendekatan, penjelasan tak betul.

Jadi itulah yang Tuhan suruh berjuang maksudnya terhadap dua perkara pertama promosikan aqidahNya, kedua prornosi syariatNya. Gabungan dua perkara ini akan terasa indah berTuhan dan indah bersyariat bahkan manusia rasa mabuk dengan Tuhan dan dengan syariat.

2.  Maksud “ Tidak diberatkan kecuali diri kamu bagi orang mukmin digalakkan ”

Maksud “Tidak diberatkan kecuali diri kamu” artinya hendak begjuang itu kita dulu. Orang lain tak boleh dipaksa ikut beijuang, Untuk orang lain hanya boleh dibagi tahu, digalakkan, diajak sama, didorong. Bukan boleh dikasari, bukan boleh dipaksa2. Yang boleh adalah paksa diri kita. Orang lain hanya didorong, dipujuk, gembirakan mereka dengan perjuangan. Yang kena paksa itu diri kita bukan orang lain walaupun anak isteri, 'Jom berjuang tak mau kena tampar, kalau tak nak ikut, bunuh," jadilah militan Itu tak boleh

Dalam ayat ini jelas yang dipaksa dan diberatkan adalah diri kita sedangkan orang lain digalakkan supaya cintakan perjuangan

Inilah peraturan dari Tuhan, ini cara Tuhan suruh kita bersyariat.
Diri sendiri kita boleh paksa, orang lain digalakkan

Kalau begitu bentuknya kita berjuang paksa diri, orang lain kita galakkan. Tujuannya kenalkan Tuhan hingga takut dan cinta Tuhan kedua perkenalkan syariat Tuhan peranannya hingga terhibur dengan Tuhan dan syariat Tuhan.

3. Huraian “Moga2 Allah mengkerasi orang kafir dan memberi amaran kepada orang kafir”

Kalau berjuang begitu, rupanya untuk mengalahkan orang kafir bukan tugas kita. Untuk musnahkan orang kafir bukan bahagian kita tapi Tuhan, Kalau berjuang dalam hal mengalahkan musuh bukan kita tapi Tuhan buatkan Tuhan yang akan menghukum setelah Kita buat untuk Tuhan. Kenalkan orang pada ZatNya hingga orang suka dan cinta Tuhan dan kenalkan syariat. Iaitu kita buat kerja Tuhan, Tuhan akan buatkan untuk kita

Orang yang menentang Tuhan yang akan memusnahkannya adalah Tuhan. Tuhan tahu bagaimana bertindak. Apa yang kita susahkan dengan hal Amerika kuat ? orang berjuang mula fikir kekuatan Amerika, takut yahudi, sedangkan itu kerja Tuhan dan kerja kita, kita tak buat. Bila diajak berjuang kita takut mereka. Mereka banyak duit, kaya, Kalau mereka banyak duit, kaya itu bukan kerja kita tapi itu kerja Tuhan. Kerja kita ialah promosi Tuhan dan syariat Tuhan. Kalau selesai kerja kita maka 10x Amerika pun Tuhan boleh kalahkan.

Kesilapan orang Islam hari ini bila kata berjuang nampak musuh yang kuat, nampak musuh yang jahat. Akhimya orang Islam jadi lemah semangat ketakutan pada musuh. Padahal Tuhan suruh promosi Tuhan dan syariat Tuhan, kerja terhadap musuh Tuhan punya kerja, itu ketetapan Tuhan. Kalau buat yang Tuhan suruh maka Tuhan buat untuk kita.

Apa fakta yang berlaku dalam sejarah bila buat kerja kita Tuhanlah yang kalahkan musuh2Nya ?

contoh zaman Nabi Musa. Nabi Musa kerja dia kenalkan kepada Firaun dan bani Israel tentang Tuhan Itu kerja Nabi dan orang bertaqwa Masa itu dia tak sentuh kerja Tuhan. Bila ditentang oleh Firaun dia tak ajak berperang tapi lari2 (menghindar). Akhirnya setelah lengkap kenalkan Tuhan, Tuhan buat kerja orang beriman, tenggelamkan Firaun.

Apakah Nabi Musa yang tenggelamkan Firaun?

Nabi Nuh berjuang memperkenalkan Tuhan, syariat Tuhan tapi kaumnya bermusuh dengan Nabi Nuh, susahkan dia dan pengikutnya tapi Nabi tak ajak orang2nya berperang. Akhirnya setelah buat kerja Tuhan maka Tuhan buat kerja Nabi nuh, datang banjir besar.

Rasulullah setelah berperang pada jalan Allah, buat kerja Allah, telah datang 3000 malaikat menolongnya Tuhan buat untuk Rasul dan sahabat Dalam perang Khandak Tuhan datangkan angin ribut hingga akbimya lintang pukang, pecah belah musuh, bukan Rasul dan sahabat buat tapi Tuhan yang buat, setelah Rasul dan sahabat buat kerja Tuhan, nampak ini adalah peluang untuk orang berjuang.

Mengapa kita takut dengan musuh bila perkenalkan Tuhan dan syariat ? hadapi musuh bukan kerja kita, itu kerja Tuhan yang kuasaNya tak terbatas. Apa kita takut ? seolah2 kita bincang dengan Tuhan aku buat kerja aku, Engkau akan buat untuk aku.

Kita hairan bagaimana orang boleh jadi militan dan ganas ?
Kenapa sebut berjuang tak fikir untuk kenalkan Tuhan hingga orang takut dan cinta pada Tuhan ?
supaya hasil perjuangan kita orang akan rasa indah, aman damai ?

Tuhan adalah segala2nya. Dapat Tuhan manusia akan kenyang, indah, dan rasa kuat

Allahyarham Ust. Ashaari.


Kita pun hairan bagaimana orang boleh jadi militan dan ganas ? 

Ada lambang "lanun" pada topi yang dipakainya

PUTRAJAYA 9 Julai - Kompleks B, Jabatan Perdana Menteri (JPM) di sini hari ini, kecoh apabila seorang lelaki dan wanita dikatakan mengamuk sambil melibas pedang samurai sehingga menyebabkan orang ramai dan penjawat awam lari bertempiaran menyelamatkan diri.

Apa pun bagi saya peristiwa ini sangat malang dan sudah tentu memberi persepsi yang pelbagai terhadap agama. Benar mungkin si mati dan pasangannya “tidak siuman” namun dari publisiti yang tersibar elemen agama mengambarkan imej yang buruk terhadap Islam.

Sumber internet


PUISI PANJANG BOSNIA-HERZEGOVINA 

Guruku
maaf ku sambung tali tuturmu tanpa izin rasmi
kutitip bicara rasamu dalam kembara
kupinjam hikmahmu 
kutulis sebuah puisi, 
prihatin umat ini kekadang perlu dilayan
umat yang menjerit perit derita penindasan
mohon mindamu buat landasan bicara

Guruku
kuluah kata tentang derita ummah
kubisikkan padamu sebuah resah;

“Mengapa Muslim Bosnia-Herzegovina
disembelilm, mengapa ?
Mengapa Muslim Rohingya diburu, mengapa ?
Mengapa Muslim Kashmir diusir, mengapa ?
Mengapa Muslim Palestin dibunuh, mengapa ?
Mengapa Muslim Assam dicengkam, mengapa ?
mengapa, mengapa, mengapa... ?
Mengapa Muslim tertindas di mana-mana ?
Mengapa lslam terhina serata dunia ?"
  
Guruku     
Katamu kemudian menyambut sahut
meluncur deras bak mata air kutampung cemas
dengan bahasa hati, nahu rasa, ayat isyarat
kau hadiah sebuala basyirah:

“Bukan Serb, bukan sosialis, bukan
Bukan hindu, bukan zionis, bukan
Bukan Amerika, bukan kapitalis, bukan
Bukan Barat, Bukan sekularis, Bukan "

Katamu yang pertama dan utama,
semua itu bukan
bukan, bukan, bukan...
bukan bathil, bukan mungkar
bukan musuh di luar.

“Tapi amuk Serb di dalam, itulah
Tapi akar umbi zionis di dalam, itulah
tapi cinta kapitalis di dalam, itulah
Tapi cengkaman sekularis di dalam, itulah
tapi sabit tukul komunis di dalam, itulah
dalam hati, dalam peribadi, dalam akal
dalam diri, itulah
menjajah menjarah batin ummah
tapi, tapi, tapi...
tapi Muslim tidak prihatin lagi
tentang musuh di dalam.”

Muncullah tirani mustakbirin sepanjang sejarah
Pedang, lembing, senapang dan bom nuklear
Al mala’u pemerah air mata, penumpah darah
Hulagu, Ferdinand, Bush, Shamir clan John Major

bila Muslim lupakan Allah
bila Muslim lupakan taqwa
bila Muslim lupakan iman
bila Muslim lupakan syariat
bila Muslim lupakan Islam
bila, bila, bila..
bila Muslim ditimpa al wahan
bila hati cinta dunia takut mati
maka jatuhlah hukuman Mahkamah Tuhan
diizin~Nya tangan-tangan besi
bermaharajalela sesuka hati

Guruku
maaf kiranya ingin kulukiskan potret dukamu
luka di hati, kecewa di mata, marah di wajah
katamu:
“Ulama, ulama, ulama...
ulama pasak tiang sendi umat ini yang bersalah
ulama tuan tanah baru berladangkan kitab dan
madrasah
ulama jutawan besar memperdagangkan wahyu dan
sabda 
ulama mendamba ringgit merayu gelar di atas mimbar
ulama lidah kelu menegur singgahsana penguasa
ulama hati bérat sendat berkarat untuk mendidik umat

ulama punca taufan gila melanda dunia lslam
ulama, ulama, ulama...
yang sudah dilalaikan oleh dunia.”

Ratusan, puluhan, belasan atau beberapa tahun lalu 
cuba tanyakan, cuba tanyakan, cuba kau tanyakan 

tanyakan mullah di Bosnia mana dakwahnva ? 
tanyakan imam di Rohingya mana tarbiahnya ? 
tanyakan maulana di Kashmir mana doanya? 
tanyakan khatib di Assam apa khutbahnya ? 
tanyakan syeikh di Palestin apa fatwanya 
tanyakan, tanyakan, tanyakan, 

mengapa 
mengapa pewaris nabi lupakan janji 
mengapa Amanat Ilahi dikhianati 

Jangan tangisi nasib umat ini serba malang serba terbuang 
Qudrat kita yang sekerat walau quwwah melimpah 
Syahadat kita yang dihiris tauhid menipis 
Islam jadi yatim di tengah 1000 Juta umatnya 
ditolak doa kalian kerana Allah tak pandang 
tidak ada jaminan dulu dan sekarang 
kini dan akan datang 

tidak, tidak, tidak... 
tidak akan dibela Muslim tanpa taqwa 
tidak akan dibantu Muslim yang dibelenggu nafsu 
Ini dimaktub oleh Al Quran, oleh Sunnah 
sudah serlah di dalam sirah 

Walau suaramu tidak gegak-gempita demonstrasi. 
tapi Empang fikirmu jana pendam tempur minda 
Taqwa, minda, doa, strategi digaul mampat 
Padamu kalimat jihad sudah muktamad 
Moga-moga Bosnia-Herzegovina, Rohingya, Kashmir, Assam, Palestin adalah... 
daun kering yang gugur buat penyubur pohon 


Abdi 
Ogos 1992 

Nota
Puisi asal telah diedit oleh saya tanpa kebenaran penulis asal ampun maaf jika saya tersalah

Ahad, 22 Jun 2014

Karamah SYEIKH DAUD FATANI


Syeikh Wan Daud al-Fathani Bahjatuddin al-Arif ar-Rabbani


SEJAK kisah karamah Tok Kenali, diperkenalkan Isnin, 2 Oktober lalu, ramai menghubungi saya melalui telefon dan e-mel.

Saya cuba membuat analisis perbandingan secara keseluruhan kegemaran pembaca dari pelbagai golongan tentang isu-isu yang pernah disentuh dalam siri ulama seperti pendidikan, politik, ekonomi, sejarah, manuskrip, bahasa, sastera, asal usul keturunan jihad dan lain-lain serta yang terakhir sekali isu karamah. Ternyata pengikut isu karamah adalah yang paling ramai menghubungi saya.

Mereka bukan menolaknya, tetapi rasa ingin tahu tentang ulama dunia Melayu yang mempunyai karamah.

Agak berat saya menulis perkara tersebut, bukan kerana kekurangan bahan, tetapi pada pandangan saya, para ulama yang masih belum begitu diketahui oleh orang ramai perlu dapat dibuktikan dengan hasil-hasil peninggalannya, seperti kitab karangan, institusi pendidikan, dan lain-lain seumpamanya.

Ada pun kisah mengenai Syeikh Daud bin Abdullah al-Fathani telah saya terbitkan dalam bentuk buku (Malaysia dan Indonesia) dan dalam kertas-kertas kerja yang dibentang dalam beberapa seminar.

Oleh itu sudah sampai gilirannya, kerana memenuhi permintaan pihak-pihak tertentu, minta supaya karamah Syeikh Daud bin Abdullah al-Fathani juga ditempatkan dalam ruangan bicara ulama Nusantara ini.

Pada judul digunakan istilah-istilah, iaitu Bahjatuddin dan Al-Arif Ar-Rabbani. Perkataan Arab Bahjatuddin jika diterjemah ke dalam bahasa Melayu bererti Keelokan Agama, iaitu salah satu nama gelar yang diberikan orang kepada Syeikh Daud Abdullah al-Fathani yang pernah terdapat dalam sebuah kitab karangan beliau. Perkataan Al-Arif Ar-Rabbani juga diberikan oleh beberapa ulama kepada Syeikh Daud bin Abdullah al-Fathani sejak zaman beliau dan gelaran itu kekal digunakan pada beberapa kitab karangan beliau hingga sekarang ini.

Menurut tradisi keilmuan Islam, khususnya ilmu tasawuf, hanya ulama-ulama yang sampai kepada peringkat Haal dan Maqam para Wali Allah saja yang layak diberikan gelar Al-Arif Ar-Rabbani atau Al-Arif Billah. Tidak ramai ulama dunia Melayu memperoleh gelaran demikian.

Di antara yang tidak ramai itu termasuk juga Al-Alim Al-Allamah Al-Arif Ar-Rabbani Syeikh Abdus Shamad al-Falimbani. Dari julukan nama yang demikian agung, ramai orang tidak ragu-ragu tentang cerita-cerita karamah yang pernah berlaku terhadap ulama besar, Wali Allah, yang banyak menghasilkan kitab karangan, yang berasal dari Patani itu.

Rumah Kerisik

Ketika saya berumur antara empat dan lima tahun, belum bersekolah, cerita tentang karamah seorang Wali Allah yang pertama sekali saya dengar ialah Karamah Syeikh Daud al-Fathani. Sewaktu ibu saya, Hajah Wan Zainab Syeikh Ahmad al-Fathani, mengajar golongan hawa, beliau menggunakan salah sebuah kitab Syeikh Daud Abdullah al-Fathani. Beliau meriwayatkan,

“Pada satu ketika sewaktu Syeikh Daud al-Fathani mengajar di rumahnya di Kerisik, Patani tiba-tiba beliau berhenti mengajar.”

Lalu digerak-gerakannya tangannya.

Lengan bajunya basah. Ada muridnya bertanya, kenapa Tok Syeikh itu berkelakuan demikian. Tok Syeikh Daud menjawab, “Aku menolong orang karam!” Sejurus kemudian orang karam itu datang menemui Tok Syeikh Daud kerana membayar nazar. Setelah orang-orang yang mengikuti pengajian kepada ibu saya tersebut pulang,

saya bertanya kepada ibu saya, bagaimanakah caranya orang yang diam di atas darat boleh menolong orang karam di laut ?

Ibu saya menjawab, “Belajar rajin-rajin. Mengaji Quran banyak-banyak. Berdoa banyak-banyak. Nanti di kemudian hari kamu ketahui.”

Saya tidak perlu memaksa diri sendiri atau orang lain percaya atau pun menolak riwayat di atas, tetapi setelah saya membanding pelbagai perubahan zaman dapatlah saya fahami maksud perkataan ibu saya itu. Bererti beliau faham ilmu psikologi pendidikan kanak-kanak pada zaman itu (tahun 1950). Kenapa kita menolak cerita karamah para Wali Allah ?

Sedangkan zaman kita sekarang cerita yang bercorak robot yang direka oleh manusia moden, seperti ultraman, doraemon, power rangers, termasuk juga pendidikan seks yang diketahui oleh kanak-kanak yang masih di bawah umur apakah kita tidak terfikirkan dampak negatifnya terhadap remaja Islam dan bangsa Melayu untuk masa-masa yang akan datang ?

Oleh itu kisah mukjizat para Nabi dan karamah para Wali Allah adalah patut diperkenalkan. Di dalamnya banyak peroleh petunjuk dan keberkatan bukannya membawa kejumudan seperti pendapat pihak-pihak tertentu yang selalu sinis dari sesuatu yang bersumberkan daripada tradisi Islam.

Kisah di atas juga saya dengar di Kerisik, Patani, tahun 1970 di rumah tempat kejadian (rumah yang dibina oleh Syeikh Daud bin Abdullah al-Fathani). Rumah tersebut runtuh (terpetak di atas tanah) pada 1989, kebetulan ketika kejadian itu saya berada di Patani. Saya menyaksikan sendiri, bahawa ada bahagian penting tempat sebuah peti manuskrip atau naskhah-naskhah tulisan tangan tidak mengalami kerosakan. Berhari-hari khazanah ilmu itu tidak dipedulikan orang, terbiar begitu saja sehinggalah saya datang ke tempat itu.

Saya memang mempunyai hak atas pemilikan naskhah-naskhah itu, oleh itu telah saya selamatkan dengan apa yang ada dalam koleksi saya. Dari peristiwa tersebut dan perbandingan lainnya, saya dapat mengambil iktibar bahawa keghairahan kebanyakan orang selalu berusaha memperoleh harta pusaka yang bercorak kebendaan, tetapi sangat jarang atau sedikit sekali orang yang mengutamakan khazanah ilmu yang dipusakai oleh datuk neneknya.

Setelah saya kaji peri kehidupan Syeikh Daud Abdullah al-Fathani, bahawa beliau lebih mengutamakan pusaka khazanah ilmu dari kebendaan lainnya, barangkali kerana itulah sebahagian ilmu-ilmu yang berasal dari beliau masih selamat sampai sekarang. Hasil-hasil karangan beliau masih banyak diajarkan orang di pelbagai tempat di dunia Melayu. Namanya tetap harum semerbak di sepanjang zaman.

Keberangkatan ke Mekah

Peristiwa karamah Syeikh Daud Abdullah al-Fathani sewaktu beliau akan ke Mekah yang pertama kali diriwayatkan sebagai berikut, “Tok Syeikh Daud adalah seorang suka berusaha sendiri, beliau tidak suka membebankan urusannya kepada orang lain termasuk terhadap kedua orang tuanya. Pada satu ketika, beliau ingin menunaikan haji ke Mekah sekali gus untuk belajar ke sana.”

Sejak kecil yang diusahakannya hanyalah menuntut ilmu, tidak pernah menghiraukan sesuatu pekerjaan lainnya. Walau pun beliau tahu bahawa kedua orang tuanya mampu mengirimnya ke Mekah, namun beliau tidak pernah menceritakan hasratnya itu. Sebagai seorang yang terpelajar dalam pelbagai ilmu, salah satu kaedah dalam ilmu tasawuf mempedoman bahawa hakikat pentadbiran, sama ada diri peribadi atau dari sekecil-kecil alam semesta hingga yang sebesar-besarnya adalah mutlak milik Allah s.w.t..

Tasawuf juga mengajar bahawa doa adalah senjata yang paling ampuh untuk mengatasi segala persoalan. Oleh itu Tok Syeikh Daud lebih mengutamakan berdoa daripada terlalu bersibuk-sibuk mencari wang. Kerana Tok Syeikh Daud berdoa dengan keseluruhan dirinya, diri yang zahir dan diri yang batin, tiada bahagian tubuh zahir dan batin, yang tidak ikut serta dalam munajat kepada Allah, maka doanya sentiasa dikabulkan Allah. Kabul itu pula ada kelainan daripada biasa.

Bahawa pada suatu hari Tok Syeikh Daud melihat seekor lembu menanduk busut. Tok Syeikh Daud berfikir mengapakah lembu itu berbuat demikian? Beliau munajat, mohon petunjuk kemungkinan ada rahsia yang tersembunyi pada kelakuan binatang itu.

Pada malam hari, Tok Syeikh Daud bermimpi bahawa di dalam busut itu tersimpan emas supaya beliau mengambilnya untuk belanja berangkat ke Mekah dan keperluan selama beliau belajar di sana. Emas itu pula supaya disedekahkan kepada semua orang miskin yang berada di Kerisik. Cara bersedekah pula hendaklah dengan rahsia, iaitu emas itu diletakkan di bendul pintu setiap rumah. Semua petunjuk dalam mimpi itu telah beliau kerjakan.

Sungguh ajaib, semua rumah yang diletakkan emas itu, pemiliknya bermimpi pula bahawa mereka menerima sedekah dari Tok Syeikh Daud.

Diriwayatkan, bahawa beliau seorang yang qana'ah (cukup seadanya saja), oleh itu amanah itu dilaksanakan dengan sejujur-jujurnya. Dengan demikian hidup beliau penuh berkat dan rahmat hinggalah ke akhir hayatnya.

Orang-orang yang menerima sedekah daripada Tok Syeikh Daud juga demikian adanya. (Sumber cerita diperoleh di Kerisik daripada beberapa orang tua-tua kewarisan Syeikh Daud Abdullah al-Fathani, tahun 1970).

Jin di alam manusia

Selalu kita mendengar ada orang mencari ilmu untuk menguasai jin atau pun makhluk halus. Mereka bermaksud dengan jenis ilmu yang demikian dapat mengatasi keperluan atau menyampaikan sesuatu hajat. Ini berbeza dengan para Wali Allah. Mereka tidak memerlukan ilmu seperti itu kerana mereka selalu berpegang kepada akidah yang betul. Sungguh pun begitu, ada beberapa orang ulama dunia Melayu termasuk Syeikh Daud Abdullah al-Fathani yang pernah menjadi guru kepada jin yang beragama Islam.

Diriwayatkan: “Ada satu jin yang menyamar bersama-sama dengan jenis manusia belajar kepada Tok Syeikh Daud di Masjid al-Haram, Mekah. Jin itu menyangka bahawa Tok Syeikh Daud tidak tahu bahawa dia adalah bangsa jin. Sebenarnya Tok Syeikh Daud bukannya tidak tahu perkara itu, bagi seorang Wali Allah sesuatu rahsia yang belum diketahui oleh orang ramai beliau tidak akan menceritakannya selagi perkara itu tidak merosakkan pihak lainnya.

Pada satu malam, jin itu menjemput Tok Syeikh Daud dan gurunya yang berbangsa jin datang ke rumahnya kerana mengadakan kenduri. Semua yang hadir adalah bangsa jin dan mereka merendahkan diri kepada Tok Syeikh Daud.

Alam itu sebenarnya adalah alam jin, tetapi mereka cuba hadir kepada alam manusia. Maksud mereka bukan untuk menipu Tok Syeikh Daud tetapi mereka ingin mengambil berkat atas ketinggian martabat Wali Allah bangsa manusia itu.

Mereka menyangka bahawa Tok Syeikh Daud tidak mengetahui perkara itu, sebenarnya sebelum datang ke tempat itu beliau telah maklum bahawa jemaah yang hadir di tempat itu bukan bangsa manusia tetapi adalah jemaah jin.

Setelah selesai upacara, jin tuan rumah bersedekah kepada Tok Syeikh Daud satu bungkusan yang di dalamnya terdapat ketulan-ketulan emas dan pelbagai jenis permata yang mahal-mahal harga. Tok Syeikh Daud menolak sedekah itu dengan secara halus, dibahagi-bahagikan kepada semua bangsa jin yang hadir di tempat itu sehingga tidak ada sesuatu pun yang tinggal pada beliau.

Cerita di atas dapat menjadi pengajaran, bahawa pada zaman moden sekarang masih ada orang yang ingin mendapatkan harta kekayaan melalui jin. Tetapi berbeza dengan ulama seperti Syeikh Daud bin Abdullah al-Fathani, beliau tidak memerlukan barangan yang bukan dari alam kita sendiri.

Tidaklah berlebihan, saya kemukakan sedikit pengalaman bahawa saya pernah menyaksikan ada orang dapat mengambil jongkong emas, keris, dan permata dari alam ghaib. Tetapi ternyata emas di alam jin tidak menjadi emas di alam kita. Emas di alam jin hanyalah tembaga apabila masuk ke alam kita.

Oleh Wan Mohd. Shaghir Abdullah

UTUSAN MALAYSIA 23 10 06

Ahad, 15 Jun 2014

Kemahiran Berfikir


Baru-baru ini kita didedahkan kepada satu bentuk mata pelajaran baru dalam bidang akademik di sekolah iaitu‘kemahiran berfikir ’. Ramai tokoh akademik dan tokoh pendidik tampil ke hadapan untuk memberi penerangan tentang mata pelajaran baru ini. Mereka membawa berbagai-bagai konsep dan teori. Mereka mengatakan bahawa selama ini para pelajar tidak berfikir dengan cara yang betul dan tidak mengikut disiplin berfikir yang sebenar. Para pelajar berfikir mengikut cara mereka masing-masing dan mengikut kebiasaan mereka sahaja.

Mereka tidak dididik semenjak kecil bagaimana cara hendak berfikir dengan betul dan berkesan. Oleh itu ramai pelajar tidak dapat menggunakan kemampuan akal mereka untuk berfikir dengan sepenuhnya dan secara optimum. Ini telah menyebabkan ramai pelajar tidak dapat menunjukkan prestasi yang baik walaupun kemampuan akal mereka adalah lebih dari itu.

Apa yang diutarakan dalam ilmu kemahiran berfikir ini berlegar di sekitar tatacara dan prosedur berfikir, langkah-langkah berfikir, penyusunan, pemprosesan dan penghadaman maklumat dan fakta-fakta. Ia juga melibatkan keupayaan menyusun, mengenal dan menyaring fakta-fakta yang penting dan tidak penting, yang relevan dan tidak relevan dan berbagai-bagai teori lagi yang kesemuanya menjurus kepada mencapai tahap berfikir yang lebih tinggi dan berkesan.

Sebenarnya kalau diamati betul-betul, tidak ada apa-apa perkara baru yang diketengahkan. Semuanya perkara lama belaka. Semenjak dahulu manusia berfikir, itulah dianya.

Hanya dalam mengemukakan dan menerangkan mata pelajaran ini, tindakbalas dan tindak gaya pemikiran itu disusun, diformatkan, diselaraskan dan diberi nama, istilah dan kaedah-kaedah. Ia tidak lebih dari menyusun apa yang belum tersusun, menjelaskan apa yang belum jelas dan mencatat apa yang belum dikatalogkan.

Allah SWT ada berfirman yang bermaksud
“Ingatlah Allah dahulu, baru kamu berfikir.”

Ini adalah kerana Allah mahukan proses pemikiran itu tidak terlepas dari pengaruh hati dan jiwa yang ingatkan Tuhan.Ini yang manusia tidak faham. Berfikir dengan akal semata-mata tanpa membawa bersama hati dan jiwa yang berzikir kepada Allah akan menghasilkan buah pemikiran yang tersimpang dari kebenaran dan kehendak Tuhan. Berfikir tanpa hati yang ingatkan Tuhan akan menjauhkan hidayah dan pimpinan Tuhan. Berfikir tanpa melibatkan Tuhan akan menafikan ilham dan panduan dari Tuhan.

Akal hanyalah alat bagi menerima, menyusun dan memproses maklumat, fakta dan ilmu. Ia menimbang, menilai dan merumus fakta dan ilmu. Ia hanya mengisar dan mencanai, tidak lebih dari itu.

Manfaat atau tidaknya ilmu yang diproses oleh akal bergantung kepada hidup atau matinya hati ataujiwa kita. Penggunaan akal tanpa dipimpin atau dikawal oleh hati akan menghasilkan ilmu yang tidak bermanfaat.

Ilmu yang tidak bermanfaat umumnya ialah ilmu yang tidak mendekatkan kita kepada Allah dan yang tidak menambah iman dan ketaqwaan kita kepada-Nya. Ilmu yang tidak bermanfaat ialah ilmu yang akan merosakkan kita.

Rasulullah pernah berdoa:
Maksudnya: “Aku berlindung dengan Allah dari ilmu yangtidak bermanfaat.”

Orang yang menggunakan akal semata-mata tanpa mengingatkan Allah terlebih dahulu atau tanpa dikawal oleh hatinya yang beriman dan bertaqwa, dinamakan orang  akal, orang dunia atau orang yang berfikiran sekular. Segala yang difikirkannya ialah hal-hal dunia semata-mata yang bermatlamatkan dunia dan berakhir di dunia. Allah dan Akhirat dikesampingkan dan tidak diambil kira.

Akal itu ibarat kipas yang melekat di siling. Apabila kipas itu berputar, maka kita akan dapat manfaat anginnya. Lagi laju kipas itu berputar, lagi banyak dan kencang angin yangkita rasakan. Akan tetapi kipas itu mesti ditambat dan diikat kuat-kuat pada siling. Kalau tidak, ia akan terlepas dan akan mencederakan kepala-kepala kita. Lagi ligat dan laju ia berputar, lagi teruk kita akan dicederakannya. Tambatan dan ikatan itu ibarat iman dan taqwa.

Oleh itu tidak salah kita menggunakan akal.

Lagi ligat akal kita lagi baik. Tetapi ia mesti dikawal dan dipandu oleh hati yang beriman dan yang sentiasa ingatkan Tuhan. Barulah segala hasil fikiran kita akan jadi bermanfaat. Kalau tidak, ia akan merosakkan kita. Ia akan memikirkan perkara-perkara yang mungkar dan menghasilkan fahaman, ideologi dan isme-isme yang batil.

Kekuatan dan kepintaran akal juga banyak bergantung pada hidupnya hati atau jiwa kita. Orang yang hidup hatinya akan mempunyai akal yang bijak dan pintar. Contohnya ialah para Sahabat, para Tabiin dan para Tabiit Tabiin. Rasulullah SAW.mendidik dan membangunkan insaniah dan jiwa mereka.Hasilnya mereka menjadi orang-orang yang bertaqwa, yang bijak dan pintar. Asal dari pengembala-pengembala kambing yang hanya tahu tentang kambing, tapi dengan iman dan taqwa, akal mereka mampu meneroka berbagai-bagai bidang ilmu termasuk ilmu hisab, ilmu astronomi, falsafah, astrologi, ketenteraan, perubatan, sains dan lain-lain lagi di samping ilmu-ilmu Tauhid, Feqah, Tasawuf, Tafsir, ilmu Hadis dan sebagainya.

Disebabkan kepintaran akal mereka, negara Islam telah menjadi pusat ilmu bagi dunia di waktu itu. Dalam masa yang singkat, manusia dari seluruh pelosok dunia datang untuk menimba ilmu dari cendekiawan-cendekiawan dan para ilmuan Islam. Bukan sahaja ilmu mereka hebat tetapi sesetengah dari cendekiawan-cendekiawan Islam itu menguasai berpuluh bidang ilmu yang berlainan pada satu masa.
Umat Islam mesti mengubah sikap dan fahaman mereka tentang kemahiran berfikir.

Zikir dan fikir

Dalam Islam, berfikir bukan semata-mata tugas akal.
Ia adalah tugas akal yang dirangsang dan dipandu oleh hati yang bertaqwa.

Oleh yang demikian, langkah pertama untuk mendapatkan kemahiran berfikir ialah dengan menanam iman dan taqwa di dalam hati terlebih dahulu. Barulah akal dapat dikawal dan dipandu dan dapat menerima ilham dari Tuhan untuk menghasilkan buah fikiran yang bermanfaat.

Akal yang dibebaskan berfikir tanpa kawalan iman akan berfikir tentang perkara-perkara yang batil dan merosakkan, dan akhirnya akan menafikan kewujudanTuhan itu sendiri.


ILMUAN YG DIBANTU ALLAH 

Janji Allah untuk membantu mereka yang bertaqwa adalah sepanjang masa SESEORANG itu akan diberi ilmu megikut bidangnya.  sesuai dengan firman ALLAH:

"Bertaqwalah kepada ALLAH, nescaya Allah akan mengajar kamu. "
(Al Baqarah: 282)

Ilmu yang ALLAH berikan ilmu Akhirat saja tapi juga ilmu dunia. Bila seseorang itu diajar oleh ALLAH, dia akan memperolehi ilmu tanpa belajar. sebab itu ada ulama-ulama dulu yang boleh karang beratus-ratus buah kitab.

Misalnya Imam Sayuti Umurnya pendek sahaja, hanya 53 tahun. Beliau mula mengarang sewaktu berumur 40 tahun dan dapat menghasilkan 600 buah kitab. Dalam masa hanya 13 tahun dapat menghasilkan sebegitu banyak kitab.

Ertinya dia dapat menyiapkan sebuah kitab setiap dua minggu. Kitabnya itu pula tebal-tebal dan tinggi perbahasannya dalam bermacam-macam jenis ilmu. Antara kitabnya yang terkenal Al Itqan fi Ulumil Quran, Al Hawi lil Fatawa (dua jilid), Al Jamius Soghir (mengandungi matan-matan Hadis),Al Ashbah wan Nadzoir, Tafsir Jalalain, Al Iklil dan lain-lain lagi.

Kalaulah beliau menulis atas dasar membaca atau berfikir semata-mata, tentulah tidak mungkin dalam masa 13 tahun dapat menulis 600 kitab atau tidak mungkin dalam masa hanya dua minggu dapat tulis sebuah kitab.
Inilah ilmu laduni. Tidak hairanlah hal ini boleh berlaku kerana dalam kitab Al Tabaqatul Kubra karangan Imam Sya’rani ada menceritakan yang Imam Sayuti dapat yakazah [bertemu dalam keadaan jaga] dengan Rasulullah sebanyak 75 kali dan dia sempat bertanya tentang ilmu dengan Rasulullah.


Imam Al Ghazali

Umurnya juga pendek iaitu sekitar 54 tahun. Beliau mula mengarang selepas sahaja habis bersuluk di kubah Masjid Umawi di Syria. Umurnya waktu itu sekitar 40 tahun. Ertinya dalam hidupnya dia mengarang sekitar 14 tahun. Dalam waktu yang pendek ini dia sempat mengarang 300 buah kitab yang tebal-tebal, yang bermacam-macam jenis ilmu pengetahuan termasuklah kitab yang paling masyhur iaitu Ihya Ulumuddin, kitab tasawuf (dua jilid yang tebal-tebal) dan Al Mustasyfa (ilmu usul fiqh yang agak susah difahami).

Cuba anda fikirkan, bolehkah manusia biasa seperti kita ini menulis sebanyak itu. Walau bagaimana genius sekalipun otak seseorang itu, tidak mungkin dalam masa 14 tahun boleh menghasilkan 300 buah kitab-kitab tebal, kalau bukan kerana dia dibantu dengan ilmu laduni yakni ilmu tanpa berfikir, yang terus jatuh ke hati dan terus ditulis.

Dalam pengalaman kita kalau ilmu hasil berfikir dan mengkaji, sepertimana profesor-profesor sekarang, dalam masa empat tahun baru dapat membuat satu tesis di dalam sebuah buku. Kalau satu buku mengambil masa empat tahun, ertinya kalau 14 tahun dapat tiga buah buku. Terlalu jauh bezanya dengan Imam Ghazali yang mencapai 300 buah buku itu.


Imam Nawawi

Beliau adalah antara ulama yang meninggal sewaktu berusia muda, iaitu 30 tahun. Beliau tidak sempat berkahwin tetapi banyak mempusakakan kitab-kitab karangannya. Di antara yang terkenal ialah Al Majmuk yakni kitab fekah. Kalau ditimbang berat kitab itu lebih kurang 3 kilogram, yakni kitab fekah yang sangat tebal. Kitab Al Majmuk yang tebal itu ditulis ketika umurnya sekitar 25 tahun.

Selain itu termasuklah kitab Riadhus Solihin, Al Azkar dan lain-lain lagi. Untuk mengarang kitab Al Majmuk saja kalau ikut kaedah biasa yakni atas dasar kekuatan otak, tidak mungkin dapat disiapkan dalam masa dua atau tiga tahun. Mungkin memakan masa 10 tahun. Ini bererti dia mula mengarang semasa berumur 20 tahun. Biasanya di umur ini orang masih belajar lagi.

Tetapi di usia semuda itu Imam Nawawi mampu mengarang bukan saja Al Majmuk, tetapi turut mengarang kitab-kitab besar yang lain. Ini luar biasa! Biasanya orang jadi pengarang kitab di penghujung usianya.
Ini membuktikan selain dari cara belajar, ada ilmu yang Allah pusakakan tanpa belajar, tanpa usaha ikhtiar dan tanpa berguru. Itulah dia ilmu laduni atau ilmu ilham.

Janji ALLAH untuk mereka yang bertaqwa ini adalah sepanjang masa. Siapa yang cukup syarat (solid taqwanya) akan  mendapat apa yang ALLAH janjikan itu

Allahyarham Ust. Ashaari.