Sabtu, 14 Januari 2012

Hakikat Sholat dan Mi'raj



Shalat adalah istilah yang di dalamnya para pemula menemukan keseluruhan jalan menuju Tuhan, dari awal sampai akhir, dan yang didalamnya maqam-maqam mereka ditimpakan.

Jadi, para pemula, penyucian menggantikan tobat, dan keberuntungan pada pembimbing rohani menggantikan penentuan kiblat, dan berdiri dalam Shalat menggantikan perjuangan melawan hawa nafsu (mujahadat) Dan membaca Al’Quran menggantikan zikir, dan ruku, menggantikan kerendahan hati, bersujud menggantikan pengenalan diri, dan mengucap syahadat menggantikan keakraban, dan salam menggantikan pengunduran diri dari dunia dan bebas dari belenggu maqam.

Karena itu, ketika Rasulullah kehilangan semua perasaan gembira (musyarib) dalam kekacauan yang memuncak, beliau biasa mengatakan :

“Wahai Bilal, senangkanlah kami dengan Azan”

Sebagian beranggapan bahwa shalat adalah sarana untuk memperoleh “kehadiran” bersama Tuhan, dan yang lain menganggapnya sebagai sarana untuk memperoleh “ketidakhadiran”. Sebagian orang yang telah berada dalam “ketikhadiran” menjadi “hadir” dalam shalat, sementara yang lain berada dalam “kehadiran” menjadi “tidak hadir”.

Demikian pula, di akhirat nanti dimana Tuhan terlihat, sebagian yang tidak hadir, ketika mereka melihat Tuhan, akan menjadi “hadir”, dan sebaliknya.

Aku Ali bin Utsman, menyatakan bahwa shalat adalah suatu perintah Illahi dan bukan sarana untuk memperoleh baik “kehadiran” maupun “ke tidak hadiran”, karena perintah tuhan bukanlah sarana untuk mencapai sesuatu.

Tatapi, karena ia harus dilakukan oleh semua orang, apakah “hadir” ataupun “tidak hadir “, shalat adalah berdaulat esensinya dan kemandiriannya.

Shalat harus dilakukan dengan keteguhan hati (Istiqamat) sehingga badan-badan kita terbiasa dengan Ibadah, dan orang-orang Istiqomah juga melakukan banyak shalat sebagai rasa syukur atas nikmat yang Allah limpahkan kepada mereka.

Sehingga malalui shalat-shalat itu mereka menjadi satu, dan ketika sudah tidak dalam keadaan shalat dengan demikian mereka menjadi terpisah.

Yang pertama, orang-orang yang bersatu dalam shalat-shalat mereka, melakukan shalat wajib siang dan malam, dan juga melakukan shalat-shalat sunnah, tetapi yang ke dua, orang-orang yang terpisah, melaksanakan shalat tidak lebih dari pada yang mereka butuhkan.

Rasululloh bersabda :
“dalam shalat terletak kegembiraanku”

karena shalat adalah sumber kebahagiaan begi orang yang Istiqomah.

Ketika Rasululloh dibawa mendekat kepada Tuhan pada malam Mi’raj, dan jiwanya terlepas dari rantai-rantai wujud, dan Ruhnya kehilangan kesadaran akan semua derajat dan maqam, dan kekuatan alamiahnya sirna, beliau mengatakan, bukan kerena kehendaknya sendiri, tapi diilhami oleh kerinduan

“Wahai Tuhan, janganlah bawa aku ke dunia penderitaan sana !! Jangan campakan aku di bawah kuasa tabiat alamiah dan hawa nafsu”.

Tuhan menjawab :

“Inilah keputusan-Ku bahwa engkau harus kembali ke dunia untuk menegakkan hukum Agama (syari’at) supaya Aku bisa memberimu di situ apa yang Aku telah berikan kepadamu di sini”.

Ketika kembali ke dunia ini,
beliau biasa mengatakan keadaan saat beliau merasakan kerinduan kapada maqam yang tinggi itu

wahai Bilal, senangkanlah kami dengan Azan !!

Maka baginya setiap kali shalat merupakan Mi’raj dan kedekatan baru kepada Tuhan

Dan Rasul bersabda :
“ Aku mendengar jibril mengatakan bahwa Allah berfirman :

“ Barang siapa menghina wali-wali-Ku, maka ia menyatakan perang kepada-Ku.
Aku tidak ragu-ragu dalam apapun, namun Aku segan mencabut jiwa hamba-Ku yang beriman yang membenci kematian dan yang kepadanya Aku tidak suka menyiksa, tetapi ia tidak bisa terlepas darinya. Dan tidak ada cara bagi hamba-Ku dalam mencari ridho-Ku yang lebih menyenangkan bagi-Ku dari pada pelaksanaan kewajiban-kewajiban yang aku letakan padanya. Dan hamba-hamba-Ku yang terus menerus mencari ridho-Ku dengan amal-amal sunnah hingga Aku mencintainya, dan bila mana Aku mencintainya, Aku menjadi pendengarannya, penglihatannya, tangannya, dan penolongnya.

Dan Rasul juga bersabda :
“Tuhan suka menjumpai orang-orang yang suka menjumpai-Nya, dan tidak suka menjumpai orang-orang yang tidak suka menjumpai-Nya”,

dan lagi

“Apabila Tuhan mencintai seseorang, Dia mengatakan kepada Jibril
“Wahai Jibril, Aku mencintai si fulan, maka begitu pula engkau hendaknya.

Kemudian Jibril mencintainya dan mengatakan kepada para penghuni langit, Tuhan mencintai si fulan, dan mereka juga mencintainya. Kemudian Dia melimpahkan kepadanya ridho-Nya di bumi, sebagai dia dicintai, begitu pun hal itu terjadi pada benci”.

nota
Di copy dr blog lupa link beliau


MENGADAP RAJA SEGALA RAJA

Sudah menjadi kebiasaan kalau rakyat mengadap raja,
raja memanggilnya lebih dahulu mengadapnya.
Sejak dipanggil, belum pun mengadapnya,
orang yang dipanggil berbagai-bagai perasaan
Rasa cemas, takut , bimbang, risau, fikiran tidak menentu dibuatnya.
Kalau tidak beradab tentulah dimarahnya,
kalau tidak pandai mengadap alangkah malunya.

Semakin dekat hari hendak mengadap raja dia semakin cemas,
semakin bimbang, semakin risau apa hendak dibuat serba tidak kena.
Mengapa perasaan itu begitu rupa?
Kerana kita tahu hendak bertemu raja, raja itu siapa?

Dia berkuasa dan boleh memarahi kita, boleh meghukum,
boleh juga memuji dan redha dengan kita.
Tapi takut dengan raja lebih mengatasi dari segala-galanya.
Itu baru raja dunia, sejenis kita, sama-sama lemah macam kita.
Sama-sama dicipta oleh Tuhan kita.

Cuma dia raja, berkuasa boleh menghukum kita,
datang bimbang dan takut dengannya.
Kalau hendak mengadap Tuhan macam mana sepatutnya?
Tuhan adalah Raja segala Raja
Raja dunia Akhirat, raja jenis manusia pun Dia cipta.

Hamba mengadap Tuhan, juga Tuhan memanggil hamba-Nya
lebih dahulu sebelum mengadap-Nya.
Tuhan memanggil melalui azan dan iqamah untuk
memberi pengetahuan dan pengisytiharan mengadap-Nya.
Bahkan sebelum diseru setiap hamba sudah tahu sebelum mangadap,
mestilah diseru terlebih dahulu.

Kalau benar-benarlah kita kenal siapa Tuhan,
kenal kebesaran-Nya, kehebatan-Nya, kemahasucian-Nya,
keagungan-Nya, berkuasa-Nya, penglihatan-Nya,pendengaran-Nya,
pengetahuan-Nya kehendak-Nya, hukuman-Nya, redha-Nya,
kasih sayang-Nya dan lain-lain lagi sifat-sifat-Nya,
sebelum diseru kita sepatutnya sudah tidak menentu perasaan.

Setelah diseru melalui azan dan iqamah
sepatutnya semakin takut dan cemas perasaan.
Semakin dekat hendak bersembahyang semakin bimbang sebenarnya.
Sepatut begitulah kalau kita benar-benar kenal Tuhan.
Tapi biasanya tidak begitu, kita tidak terasa apa-apa,
macam hendak jumpa kawan sahaja.

Kerana itulah tidak hairan kebanyakan orang
bersembahyang sekalipun imam dan ulama
tidak memberi kesan kepada jiwa, pada peribadi dan kehidupan.

Umat Islam hari ini tidak memberi kekuatan
apa-apa hasil dari sembahyang, sama ada di segi mental mahupun jiwa.
Sembahyang umat Islam hari ini tidak mencegah kemungkaran
terutama kemungkaran batin seperti sombong, riyak, ujub, megah,
pemarah, dengki, dendam, tamak, bakhil, tidak ada rasa bersama,
tidak ada tolak ansur, fikir diri sendiri.

Mengapa terjadi begitu?
Kerana tidak cukup kenal Tuhan,
kenal Tuhan yang asasnya sahaja.
Sembahyang pun hanya sekadar tahu syarat, rukun, sah, batal sahaja.
Padahal sembahyang adalah ilmu yang global,
sembahyang adalah lautan ilmu
.
Dalam sembahyang terhimpun ilmu aqidah, syariat dan tasawuf.
Falsafah sembahyang terlalu tinggi, ilmu yang tersirat,
bersifat maknawi dan rohani.
Ilmu sembahyang yang lebih mendalam tidak pernah diajari.
Bahkan para ulama pun sudah tidak tahu dan tidak mengerti.
Itulah yang menjadi masalah hari ini.

Allahyarham Ust. hj Ashaari Muhammad
Petikan dari Buku Tusnami

Mikraj Solat : MENGADAP RAJA SEGALA RAJA




Bagaimanakah sembahyang mampu menyelesaikan segala masalah dengan melahirkan manusia-manusia yang sangat takut dengan Tuhan serta cinta kepadaNya..?


Sholat AWAL WAKTU

Sholat di awal waktu sangat dituntut. Untuk menjadikan sholat itu sampai ke tahap membina peribadi agung, syarat-syarat batin mestilah dipenuhi, bermula dengan sholat di awal waktu. Langkah-langkah ini termasuk dalam usul fiqh yang bermaksud

“ Tidak sempurna sesuatu yang wajib melainkan jalan-jalan ke arah kesempurnaannya juga wajib”

Walaupun syarat batin ini tidak diwajibkan secara hukum yang qat’i namun ianya perlu untuk mencapai kesempurnaan khusyuk. Sholat di awal waktu ini sungguh sulit dilakukan, jadi terpaksalah bermujahadah menanggung kesusahan nafsu yang lazim melambat-lambatkan solat. Hadir di tempat solat lebih awal sebelum masuk waktu kira-kira 10 minit., sudah sedia berwudhu’. Datang awal melambangkan sifat seorang hamba, iaitu datang sebelum dipanggil

Duduk penuh tawadhuk.Koreksi, muhasabah diri dengan mengutuk, mencerca diri.Hinakan diri dihadapan Allah SWT. Anggap kita ini lemah, dungu, bodoh, dhaif, lalai, leka, biadap, kurang ajar dsb dan menanggung bergunung-gunung dosa di bahu kita, sebanyak butiran pasir di padang pasir, selalu derhaka sama ada disedari atau tidak.

Mengeluh dan merintihlah terhadap Allah SWT mengenai nasib diri kita di kubur – alam barzakh, padang mahsyar, sirat….Rasakanlah bahawa tiada siapa yang dapat membantu dan menyelamatkan kita kecuali Allah jua. Rasakan saat kematian sangat hampir.

Rasailah pula betapa hebatnya Allah SWT itu yang Maha Agung, Maha Hebat, Maha Besar… Rasailah bahawa diri ini benar-benar di dalam genggaman Allah SWT….

Hadirnya hati lebih awal sebelum sembahyang akan memberi kesan di dalam solat. Ini akan lebih berkesan bila dilakukan secara istiqamah. Solat akan jadi sopan, lemah lembut tidak tergesa-gesa atau mahu cepat selesai.


Solat yg bakal dilayari itu sangat AGUNG.

Jika AKAL manusia dapat MENGUASAI MAKLUMAT2 dan data2 yang dipersiapkan oleh Tuhan ini dlm solat, maka manusia layak menjadi KHALIFAH Allah dimuka bumi ini dan MENGUASAI bangsa2 lain.

Sembahyang yang dikurniakan kepada Rasulullah SAW di Sidratul Muntaha semasa Mikraj itu umpama pengulangan peristiwa itu kepada para mukmin. Sembahyang sebenarnya satu ‘mikraj menuju Allah’ untuk para mukmin mempersiapkan diri menjadi insan2 yang berTAQWA. Pemerintahan diri bermula dari AKAL. Segala INPUT maklumat set2 bacaan dalam AZAN, IQAMAT,dan SEMBAHYANG haruslah difahami oleh akal yang cerdik.

Diulangi, ia dimulai dengan azan dan iqamat yang mengandungi maklumat2 penting….
yg paling utama ialah keMaha Besaran Tuhan..

“Allah Maha Besar 2x”
“Aku bersaksi bahawa Tiada Tuhan melainkan Allah…. “

Setiap hari 5x sehari Allah memanggil manusia secara formal via azan, dengan mesej supaya kita bersandar sepenuhnya pada Tuhan, supaya kita menghayati bahawa hanya satu2nya sunnah Rasulullah SAW yg patut kita ikut dan menjadikan beliau idola…

Hati yg mendengar azan harus menghayati bahawa itulah suara panggilan dari pihak sang Pengcipta , hati yg HIDUP akan bisa menangis mendengar pujukan Allah yg begitu syahdu sekali…

Lalu laungan azan itu kita balas umpama menyahut Cinta Agung dariNya..Allah SWT memanggil dan memperingatkan AKAL para insan yg mudah lupa supaya kita mendekati Nya kerana pada masa yg sama ada NAFSU yg mengajak kita menjauhiNya.

Sembahyang itu hakikatnya menumbuhkan dan menyuburkan rasa cinta kepada Tuhan
betapa yg kita mohon dikabulkannya, yg kita tidak minta pun dikurniakanNya.

Seruan azan yang mendayu-dayu lima kali sehari seringkali
dipandang ringan oleh kita yang sering lalai...
Marilah kita sama-sama menghayati roh azan..


AZAN

Azan adalah bujukan keramat Tuhan
agar seluruh insan kesayangan
datang bertemu denganNya
Sungguh...rayuan Allah SWT memperlihatkan
betapa inginnya, rindunya
dan sayangnya Tuhan kepada hamba-hambaNya
Bahasa panggilan yang digunakanNya itu,
belum pernah sesiapa pun menggunakan
bagi memujuk atau merayu dan memanggil kita
Cara Tuhan itu sungguh agungnya,
sama seperti agungnya CintaNya...pada kita


agaimana kalau seseorang memujuk kpd kita begini

" Wahai saudara ketahuilah bahawa saya mempunyai segala-galanya yang kamu perlukan dalam hidup ini.dan saya pun sgt bersedia..membantu anda apa shj dan bila2 masa

Katakanlah saudara bhw kamu rela menerima saya utk melayanimu dan biarlah tdk ada selain saya. Saya akan hantar wakil utk melakukannya bilamana kamu menyetujui

Marilah saudara , marilah inilah kemenangan dan kebahagiaanmu saya amat sanggup melakukannya dgn tdk mengharap apa 2 balasan pun.

Hebat sekali Cintan kasihnya bkn ?
Dan Dia ialah hanya dan hanya Tuhan


APA ITU SEMBAHYANG?

Ia simbol kerinduan, kecintaan, kemaha baikan, tanggungjawab dan belas kasihan Tuhan kepada para insan Muslim ciptaanNya

Ia ialah pertemuan, perbincangan, pengaduan, harapan dan jaminan Tuhan kepada hamba-hambaNya.

Ia satu projek agung antara hamba dengan TUHAN EMPUNYA ALAM
Dari situ manusia akan mendapat kekayaan paling asasi iaitu… sifat TAQWA
Inilah harta HATI yg termahal, tidak senilai dengan kekayaan seluruh isi bumi dan langit…

Tapi bagaimankah sembahyang dapat melakukannya ?

mari kita mengembara dlm sembahyang , melintasi 4 zon utamanya dalam setiap zon punya kesan tersendiri dlm kehidupan

Yang himpunan keseluruhannya ialah kemenangan besar yg diperlukan oleh setiap insan

Zon 1 : TAKBIRATUL IKHRAM




kemudian maklumat2 ini diulangi dalam TAKBIRATUL IHRAM.

Allah Maha Besar….!

Ini adalah satu rukun sembahyang. Akal sudah mengambil maklumat bahawa Allah itu Maha Besar…..

Mampukah akal menerima dan menjiwai takbiratul ihram yang singkat ini jika sebelum sembahyang pun diri masih belum bersedia menghayatinya ?

Jika semasa ini nafsu masih biadap dengan Allah SWT, maka ia akan terus leka lantas mempengaruhi Ruh yang akan terus dilalaikan


BAGAIMANA menggambarkan kebesaran Allah itu ?

Himpunkanlah keseluruhan kebesaran sifat2 Allah,
seluruh kebesaran ciptaan-ciptaanNya
seluruh kebesaran kerja-kerja Allah

Proseslah maklumat ini awal2 lagi paling lambatpun sekurang2nya semasa bertafakur, semasa azan, iqamat..dan hayatinya semasa takbiratul ihram.

Proseslah KERAJAAN DIRI Hinakan kerajaan diri ini..sehingga dalam HATI ini tiada yang lain..kecuali kebesaran Allah!

Kalimah 'Allahu Akbar" setiap sholat dibaca 17 kali, jumlah dibaca sehari semalam sebanyak 99 kali..


Rasailah & hayatilah kalimah ini..

" Aku datang kepadaMu wahai Tuhan...
Datang bersama segala nikmatMu dan segala dosa-dosaku yang kupikul di pundakku.. Engkau Maha besarnya dan aku pula teramat kerdilnya... Nikmatmu terlalu banyak hingga tidak sanggup aku syukuri...Dosa2ku pula
memungkinkan segala azabMu...


ALLAHU AKBAR...

" Wahai yang Maha Besar, terhimpun di dalam kalimah ini
segala sifat-sifatMu yang Maha Agung...
WujudMu luar biasa
SediaMu tiada permulaan
KekalMu tidak akan mati-mati
BersalahanMu dengan segala yang baru, tiada penyerupaan
BerdirinyaMu sendiri tanpa perlu apa-apa
EsaMu tidak boleh dibelah bahagi
KuasaMu tidak oleh tenaga
BerkehendakMu bukan boleh difikir-fikir
IlmuMu membuatkan tiada sebesar debu pun terlindung
HidupNya Mu bukan oleh nafas
Mendengarnya Engkau Tuhan, serentak kepada seluruh ciptaan
Melihatnya Dikau juga serentak, tiada terlindung sekelip mata pun
BerkataMu itu bukan oleh suara, bukan berlidah, bukah berhuruf
sentiasa dalam keadaan berkata-kata dengan sifat yang amat Besar dan Tinggi
sejak azali lagi

Wahai Tuhanku Yang Maha Agung... Zatmu tidak dapat dibayangkan
Hati jadi lemah, aqal jadi bingung.. tidak mampu..tidak mampu..
Kebesaran dan KekuasaanMU membuatku rebah menyerah...


ALLAHU AKBAR!

Doa Iftitah – [ringkas]
Dimulai dengan ‘Allahu akbar kabiro…..’ dan seterusnya..maka maklumat harus diserapkan ke AKAL akan maksud ayat2 ini.

Himpunkan lagi kebesaran2 Allah yg sudah dijiwai di sanubari di waktu pagi hingga petang.


…..’Hanifanm musliman’..

Ini kata2 yang diajar oleh Allah SWT tetapi manusia haruslah mengusahakan agar ini menjadi ikrar kepada Allah SWT. Apakah maksud *hanif*?
Hanif ini adalah orang yang *sangat lurus hatinya* dengan Allah.

Contohnya Nabi Ibrahim as, beliau rela masuk kedalam api, rela menyembelih anaknya, itu semua dilakukannya dengan lurus, tulus..
beliau menilai semua itu sudah sepatutnya beliau melakukannya.


….Innassolati, wanusuki, wamahyaya, wamamati, lillahirabbil alamiin…

AKAL menerima bahawa ini adalah sumpah setia diri kepada Allah ..agar HATI berperasaan HIDUP MATI kita adalah untuk Tuhan.Jika akal tidak faham maka maklumat ini tidak dapat mempengaruhi hati.

Bagaimana untuk menghayati sifat HANIF itu?
Jawabannya ada dalam Al Fatihah.

Zon 2 : ALFATIHAH



Maklumat2 yg tersirat di dalam Al Fatihah itu cukup untuk roh ini MENGENAL Allah. Betapa agung dan besarnya roh surah ini hingga menjadi rukun dalam tiap rakaat..

Dalam bacaan Fatihah, berulang2 kali ‘pihak’ Allah disebut secara langsung lafaz asma’nya atau tidak langsung.

Perhatikan CAPS dalam surah ini….

Dgn nama 1]ALLAH yang Maha PENGASIH 2] [RAHMAN]
lagi Maha PENYAYANG 3] [RAHIM]

Segala puji bagi 4]ALLAH, 5]RABB sekelian alam..
Yang Maha PENGASIH 6][RAHMAN] lagi Maha PENYAYANG 7][RAHIM]

8] MALIK [ penguasa] pada hari pembalasan

Hanya kepada 9]MU kami mengabdi,

dan hanya kepada 10]MU kami memohon
pertolongan

Tunjukkan kami jalan yg lurus
Jalan mereka yg telah ENGKAU berikan nikmat kpd mereka,
Sedang mereka itu bukan orang2 yg dimurkai
dan bukan pula orang2 yg sesat.

Begitulah lafaz ’surah cinta’ yg diajar Tuhan untuk hamba2Nya, surah yg bilamana dilafazkan oleh sihamba adalah merupakan keseluruhan puji2an, penghargaan, pengagungan, penyerahan jiwa, pengharapan…

Sekurang2nya lebih SEPULUH kali hamba menyebut ‘nama2′ Allah dalam Fatihah… tetapi orang yang lalai bersolat, kalimah2 suci ini disebut ibarat angin yang lalu sahaja….
Mungkin bisa ditamsilkan kita ini kadang2 persis orang gila yang membaca surat yg memuja-muji beserta mengharapkan bantuan di hadapan ‘raja’ tetapi jasadnya membelakangkan raja tersebut, walaupun nama ‘raja’ itu diulang2….dan mata pula liar melihat2 ke sana-ke sini..

Intipati ayat ini seolah2 Allah berkata begini…

“Jika kamu mahu menjadi hamba yang HANIF, maka tahukah kamu, bahawa AKU ini Maha BAIK, Maha PENGASIH, Maha PENYAYANG….Walaupun segala isi langit dan bumi serta AKHIRAT adalah kepunyaanKU, dibawah pengurusanKU. Namun AKU Amat Pengasih lagi Maha PENYAYANG…”

Allah seterusnya menyatakan bahawa….

” AKU jugalah RAJA semasa di akhirat nanti, alam yang kekal, di mana manusia yang paling akhir masuk ke syurga pun akan KUkurniakan mahligai seluas langit dan bumi…

Maka, mahukah KAMU wahai hambaKU…untuk mengikut AKU sahaja?
Luruskan hatimu, jadilah hamba2KU yang HANIF..

Di sini hamba2 yang hatinya hidup akan terdetik dalam sanubarinya….
Alangkah PENGASIHNYA Tuhan itu,
maka hati2 sihamba akan segera tertawan dengan KeMaha BAIKan Tuhan…

Hati pada mulanya merasa betapa kerdil dan hinanya diri berbanding penguasa sekelian alam dunia & RAJA alam akhirat… Tetapi kemudian berasa terhibur bila PENGUASA akhirat itu memberitahu bahawa DIA adalah YANG MAHA PENGASIH & YANG MAHA PENYAYANG………

Kemudian setelah hamba berkata dengan penuh pengharapan dan keyakinan bahawa hanya padaNYA mereka mengabdi dan memohon pertolongan…

Allah seterusnya mengajar manusia agar meminta satu keperluan yang paling agung ie SIRATHOL MUSTAQIM Allah seterusnya seolah2 berkata begini,

Wahai hamba2Ku,
jika kamu mahu menjadi hamba yang hanif, kamu harus MEMINTA kepadaKU.
Setelah kamu berikrar untuk menyerahkan seluruh hidup dan matimu untukKU,
kamu wajib berusaha dan meminta SIRATHOL MUSTAQIM, jalan agung yang telah ditempuhi para wali2, Nabi2 dan Rasul2.

Di sini Allah menawarkan hamba2Nya untuk bersama2 menjadi ‘team’ nabi2, rasul dan para wali2 Allah..tetapi jika hamba2 lalai dan bermain-main serta tidak serius, maka hanya ada DUA jalan lain yang akan ditempuhi…iaitu

1. MAGHDUB –
jalan mereka yang dimurkai, yang fasik, mereka yang mengikuti hawa nafsu

2. DHOLIN –
jalan mereka yang kafir dan tersesat, seperti para Yahudi dan Nasrani

Di sini Sirathol Mustaqim dan dua Jalan itu diletakkan bersekali dalam AlFatihah,
Bermakna setiap dari kita ini sangatlah dekatnya dengan kefasikan atau kekafiran, disamping jalan yg lurus itu..Samada fasik yang dikuasai nafsu atau kafir yang bertuhankan nafsu.

Jika diambil teladan umat terdahulu, contoh Saiyidina Ali kmw, apabila menafsir surah Al Fatihah yang sebanyak tujuh ayat ini, ilmu yang keluar terlalu banyak hingga jika ditulis dalam kitab, kitab itu terpaksa dipikul oleh 300 ekor unta. Ilmunya yg didigest akal, bertahta di hatinya lalu sudah terlalu menguasai Rohnya, sudah menundukkan nafsunya…

Sebab itu sewaktu dalam satu peperangan, bila sebatang anak panah menusuki betisnya, untuk mengeluarkan anak panah itu, Saiyidina Ali bukannya dikejarkan ke hospital seperti hari ini atau segera dirawat, tetapi beliau bingkas bersembahyang sahaja dalam keadaan sakit luka demikian. Ketika sedang sembahyang itulah anak panah dikeluarkan dan luka kakinya dibalut…Roh Saiyidina Ali tidak mengingati dunia lagi tika bersolat.

Ilmu yang dihayati Saiyidina Umar Al Khattab ra pula sudah menawan nafsunya menjadi Islam lalu hati beliau menjadi benar2 bersih dan ditakuti syaitan. Hingga bekas jalan yang dilalui Saiyidina Umar pun syaitan masih takut untuk menapak di situ.

Saiyidina Umar semasa ditikam tiga kali oleh seorang budak Parsi sebelum sembahyang Subuh, menyuruh orang ramai meneruskan sembahyang walaupun beliau cedera parah. Beliau menyuruh rakyat membiarkannya sahaja terbaring di lantai masjid. Soal sembahyang itu adalah terlalu besar nilainya pada orang mukmin, hingga Khalifah tidak mahu mereka mempedulikan dirinya buat seketika. Begitulah kehebatan rijalullah2 salafussoleh.

Maklumat2 dalam Al Fatihah ini jika dikuasai akal, lalu dihayati oleh roh, maka raja dalam diri itu tidak akan condong lagi kepada nafsu yang rendah, apalagi diperbudak2kan olehnya.

Surah AL-Fatihah dialog hati

Wahai Tuhan yang empunya diriku....
Ini aku datang mempersembahkan
pujian dan pujaan yang sebesar-besarnya terhadap-Mu
karena telah menciptakan alam sebagai simbol cinta
kepada insan hamba-hamba kesayangan-Nya.

Sungguh dapat aku saksikan Tuhan
betapa amat Pemurah, Penyayang, Pengasihnya Kamu
pada diriku dan orang-orang lain.
Belaian-Mu kepadaku jauh lebih hebat
dari belaian seorang ibu tika sedang menyusukan bayinya.
Bahkan Tuhan yang meyintai hamba-hamba kesayangan-Nya
telah mempersiapkan mahligai-mahligai Syurga yang maha nikmatnya
sebagai tempat kembali si hamba untuk bertemu-Nya.
Di sana, di negara Akhirat, kampung asal-usulku,
Tuhan sedang menanti.....
bidadari dan malaikat melambai-lambai mengharap agar manusia
tidak lupa hari pulang.
Di sana Dialah Tuhan,
Raja yang memerintah dengan sangat adil dan penuh kasih sayang.

Oh Tuhan! kalau begitulah ertinya Tuhan itu kepada hidupku,
bagaimanakah sepatutnya aku berkelakuan?

Ya, ini kubisikkan kata-kata yang tidak pernah
kuungkapkan pada sesiapa selain-Mu.
Bahawa sesungguhnya hanya padaMu aku serahkan
seluruh ketaatan dan kecintaan.
Juga hanya pada-Mu dan tidak pada yang lain,
aku mengadu hal diriku.

Tuhan... hanya padaMu aku menyembah,
hanya pada-Mu aku yang maha hina ini meminta-minta....
Lihatlah permintaan yang pertama yang Dikau sendiri
ajarkan supaya aku meminta-minta padaMu
iaitu memohon sebuah hadiah paling besar
yang hanya layak untuk para rasul, nabi-nabi dan para wali,
iaitu Siratul Mustaqim atau jalan yang lurus.
Yakni sebuah laluan yang sulit, sukar, sempit
tapi di hujungnya ialah Syurga yang abadi.
Ia amat tersembunyi dari pandangan musuh-musuh Tuhan
atau orang-orang yang Tuhan benci.
"Ya Allah, tunjuki daku jalan kepada-Mu,
lindungiku dari orang-orang yang Kau benci
dan orang-orang yang sesat.
Perkenankanlah, ya Allah...
Namun aku tetap malu kerana Engkau masih sudi
menerimaku dan memberi kekuatan kepadaku utk menghadapMu."

Zon 3 : Rukuk, Sujud, Duduk antara Dua Sujud


RUKU’ dan IKTIDAL

Ruku’ adalah satu protokol Tuhan dalam sembahyang. Jika mahu dihuraikan dengan mendalam ilmu bab ruku’ ini boleh mengambil masa berjam-jam. Ruku’ itu adalah tanda penyerahan, tunduk…Setelah Tuhan tawarkan SIRATHOL MUSTAQIM dalam Al Fatihah tadi, setelah Tuhan tawarkan agar kita tidak mahu termasuk dalam golongan FASIK dan KAFIR, maka jika kita mahu bersungguh-sungguh ke arah itu, maka tunduklah

dialog hati ruku dan seterusnya

Mi'raj ini dilanjutkan lagi.
Mengembara bersama-Mu Tuhan, sungguh indah. Penuh cinta, rindu, bujukan, belaian, kasih sayang dan segala macam harapan-harapan. Engkau buatkan aku tenggelam dalam cinta-Mu yang agung. Engkau buatkan air mataku, melimpah-limpah bersama rasa terharu dan sangat terhutang budi.

Rukuk ini ialah kerelaanku terhadap apa sahaja perintah dan laranganMu, Tuhan.
Masakan aku degil lagi sedangkan Engkau Maha Suci dari bermaksud tidak baik padaku.
Lagipun Dikau kan Maha Besar, Maha Tinggi dengan segala-gala Kebesaran, Ketinggian dan Kepujiannya.

Cukuplah keyakinan pada-Mu ini untuk membuang segala kesombonganku terhadap kehendak-kehendakMu.

Kemudian Engkau dudukkan aku di antara dua sujud
yakni sesudah aku amat hairan dengan-Mu tika sujudku.
Karena rupanya aku mempunyai Tuhan yang sangat memerintahkan agar aku serahkan segala urusan hidupku
hanya pada-Nya dan tidak pada yang lain.


DUDUK ANTARA DUA SUJUD.

Di sini, di pemisahan antara dua sujud adalah saat paling indah dan baru buatku.
Masakan tidak wahai Cinta Agungku, Kau senaraikan seluruh keperluan-keperluan harian yang amat aku perlukan untuk meneruskan hidup dan menyuruh aku memintanya berulang-ulang kepada-Mu. Lalu aku membisikkan begini :

"Ya Tuhan, ampunilah hamba,
kasihanilah hamba,
tampungkanlah kekurangan hamba,
angkatkanlah darjat hamba,
rezekikanlah hamba,
hidayahkanlah hamba,
sihatkanlah hamba dan
maafkanlah sahaja hamba-Mu ini."

Mana ada yang Maha sebaik ini kepadaku sekali pun ibu dan bapa kandungku sendiri, ya Allah. Tidak ada manusia yang sanggup memanggil aku datang kepadanya agar meminta-minta itu dan ini, sekalipun sebaik-baik manusia.

Ya Allah, agungnya cinta dari-Mu.
Kerana bukan sahaja mengajarkan permintaan untuk dimohon kepada-Nya, bahkan yang tidak kupinta pun mencurah-curah nikmat yang dikurniakan.


SUJUD

Hati mana yang tidak hancur oleh cinta yang sebesar ini?
Mata mana yang tidak mengalirkan air bila mendapat perhatian dan kasih selembut ini.
Oh Tuhanku…!

Ini aku sungkurkan diri kepadaMu, menyerah seluruh taat setia pada-Mu. Tolong jangan tinggalkanku. Dan bawalah hati ini untuk sentiasa mengingati KebesaranMu.

Zon 4 : Tahiyat




Akhirnya pertemuan ini Tuhanku, terasa hatiku bagaikan dibawa ke Sidratul Muntaha.
Di sana, setelah kusembahkan seluruh salam-salam keberkatan dan doa-doa yang Kau ajarkan, lalu Kau kenalkan aku pada kekasih-Mu, Rasulullah SAW. Yang kerananyalah maka aku sampai terbawa ke sini, ke sisi-Mu.

Dapatlah aku mengucapkan salam pada manusia yang paling berjasa itu. Bahkan terasa ada jawapan salam dari baginda. Kau Tuhan... mengajarkan aku mengagih-agihkan cinta pada para kekasih-Mu yakni dengan Kau bisikkan begini :

"Wahai hamba-Ku, tidak cukup kalau kau hanya mempunyai Aku.
Bersama kita ada saudara-saudaramu sehati sejiwa.
Mereka juga buah-buah hati-Ku.
Mereka sangat berusaha agar manusia merasakan cinta Tuhan.
Kita tidak terhubung pun kalau tidak hasil perjuangan mereka.
Kalau begitu doakanlah mereka.
Yakni sesudah engkau mendoakan dirimu
-Sepanjang mikraj ini dapat benar-benar menyaksikan kebenaran-Ku."

Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah
Aku bersaksi bahawa Nabi Muhammad SAW Pesuruh Allah

Aku minta pada-Mu, selamat sejahterakanlah
Sayidina Nabi Muhammad SAW dan keluarganya
sepertimana dilakukan kepada bapaku Nabi Ibrahim dan keluarganya.
Ku pinta lagi Tuhan, berkatilah kekasih Junjungan Sayidina Muhammad
dan keluarganya sepertimana diberkatinya Nabi Ibrahim
serta isreri-isteri mereka dan anak-anak semuanya.

Sungguh wahai Tuhan, mikraj ini memperlihatkan padaku
bahawa di atas ciptaan alam ini seluruhnya,
hanya Tuhanlah yang layak untuk dikatakan Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Maka dengan itu aku kembalilah ke dunia semula,
bertemu dengan sekalian ciptaan kesayanganku,
adik-beradikku, saudara-maraku di kalangan manusia,
malaikat, roh-roh muqaddasah, jin-jin Muslim
dan lain-lainnya dengan doa.

Assalamualaikum w.r.m.t.
Moga-moga semuanya dalam keadaan selamat.


SELESAI SOLAT

Selesai sudah kembara mencari kebenaran. Kembalilah kita bersama rasa takut dan cinta kepada Tuhan. Pulang membawa perpaduan dan kemenangan.

Sembahyang membuatkan kita takut kepada Allah. Juga cinta yang mendalam kepada-Nya. Dengan taqwa itu, nafsu dapat dilembutkan. Besar diri dapat dicabut dari hati kita.

Cinta pada Tuhan mencairkan rasa-rasa tamak, hasad dan gila dunia. Kita akan balik berkasih sayang dengan sesama manusia. Rukuk dan sujud umpama pil-pil yang mengubat sakit degil, keras kepala dan mementingkan diri. Kita jadi patuh, rendah diri dan bertolak ansur.

Rasa hina diri dan rasa hamba yang diperolehi dari Tuhan akan mengajar kita bagaimana untuk bersabar, redha dan mengalah sahaja dengan orang lain. Lalu jadilah rukun-rukun sembahyang ini sebagai modal besar untuk dapatkan perpaduan.

Manakala TAQWA, PERPADUAN DAN KESELARASAN itu pula adalah rahsia kejayaan mukmin mendapatkan kemenangan di dua empayar dunia dan Akhirat.



TAMAT...

link
Heliconia's Weblog @ Malaysia

Sembahyang Sumber Taqwa


Baginda RasulAllah SAW adalah orang yang hatinya sentiasa bergantung kepada Allah SWT, serta tekun berkomunikasi pada setiap detik dan saat, hal ini dilakukan sebelum kenabiannya hingga akhir hayatnya.

An Aisyata r.anha.. kaana RasulAllah SAW..Yadzkurullah kulla ahyanihi

dari Aisyah,
sesungguhnya RasulAllah SAW sentiasa berdzikir kepada Allah sepanjang hidupnya..
( HR Muslim ).

Dan peristiwa perjalanan Isra' dan Mi'raj merupakan puncak dzikir beliau..kerana dzikir bererti berjumpa secara sempurna dan hal ini telah di lakukan oleh Baginda RasulAllah SAW ketika beliau mi'raj dan kepada ummatnya, Beliau telah memberi pengajaran iaitu memperolehi jalan yang termudah dalam mengikuti jejak Beliau dalam pertemuan langsung dengan Allah SWT iaitu dengan Solat! sebagaimana Hadith RasulAllah SAW

" Ash shalatu mi'rajul mukminin..
solat adalah mi'raj bagi mukmin ".

Dan disebutkan bahawa solat merupakan jalan dzikir yang tinggi...
FirmanNya dalam Surah Thaha :14,

" WA AQHIMISH SHOLATA LI DZKIRII"
dan dirikanlah solat untuk mengingati AKU ".

pastinya sudah tentu ada rahsia di dalam solat..cari, gali dan kaji supaya tidak menjadi seperti Sabda Baginda RasulAllah SAW,

" Banyak orang yang mendirikan solat, sementara ia hanya mendapatkan rasa penat dan payah."
( HR. Abu Dawud ).


Demi CintaMu Ya Allah pada Muhammad Nabi Mu
ampunilah dosaku wujudkanlah harapanku

wallahu'alam.



Sembahyang Sumber Taqwa


Bismillahirrahmanirrahim

Perhubunganku yang paling besar dengan Mu adalah
melalui sembahyang,
Kalau melalui sembahyang tidak juga terhubung
diantaraku dengan-Mu Tuhan,
Perhubungan apa lagi yang dapat aku buat?
Perhubungan lain sudah tentu lebih sulit lagi,
Sembahyang adalah saluran terbesar buat seorang hamba
dengan Tuhannya,

Tuhan! Betulkan sembahyangku agar ia menjadi
penghubung dengan-Mu,
Janganlah jadikan sembahyangku
tidak boleh terhubung aku dengan-Mu,
Kasihanilah aku Tuhan,
Aku tidak mahu terputus hubunganku dengan-Mu,
Sembahyang adalah satu-satunya alat perhubungan Engkau
denganku,

Sembahyang sungguh agung,
Ia perhubungan seorang hamba dengan Tuhannya,
Dapat membuat perhubungan dengan Tuhan
adalah perkara besar dan agung,
Kalau benar-benarlah sembahyang terhubung seorang
hamba dengan Tuhannya,
Hamba itu akan menjadi peribadi yang agung pula,
Iaitu dia akan menjadi peribadi yang bertaqwa,
Orang yang bertaqwa dianggap mulia disisi Tuhan,
Dia akan mendapat rahmat dari Tuhan,
Salah satu rahmat dari-Nya adalah redha-Nya,
Selain itu Tuhanlah menjamin dunia akhirat,
Dosa-dosa diampunkan atau ditingkat darjat,
Diberi rezeki tidak tahu mana sumber atau tidak diduga,
Betulkanlah sembahyang, ia merupakan sumber taqwa.


Nukilan Allahyarham Ust. hj Ashaari Muhammad
15.05.2005
Lepas Dhuha